Lahirnya Kubik Society
Lonjakan Omzet dan Ekspansi Pasar
Kegigihan dalam Berkarya

Ahmad Fauzan Tirmidzi tak pernah menyangka bahwa hobi membuat konten dan menjual produk kecil-kecilan saat SMA akan menuntunnya menjadi seorang entrepreneur muda seperti sekarang. Mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini kini dikenal sebagai pendiri Kubik Society, merek fesyen lokal dengan nuansa streetwear yang lekat dengan identitas anak muda. 

Ojan, panggilan akrabnya, awalnya tumbuh sebagai atlet bulutangkis. Sejak SD hingga SMA, ia menghabiskan banyak waktu di lapangan, bahkan sempat mengoleksi berbagai piala. Namun pandemi COVID-19 mengubah jalan hidupnya. 

Aktivitas olahraga terhenti, sementara uang saku dari orang tua ikut macet. Dari situlah, Ojan mencari jalan lain untuk mandiri lewat Kubik Society. Dari sekadar reseller bermodal Rp900 ribu, kini Kubik Society mampu mencatat omzet sekitar 10 juta per bulan dan menembus pasar internasional.

Mulanya, Ojan berjualan sebagai reseller produk orang lain di platform lokapasar atau e-commerce, seperti Shopee. Perlahan, keuntungan yang terkumpul menjadi modal awal lahirnya Kubik Society pada 2021. 


Ruang kerja Ojan yang disering digunakan untuk menyablon pakaian dan mengemas pesanan. Dok.Pribadi

“Awalnya cuma coba-coba. Tapi setelah merasakan hasil, saya berpikir kenapa tidak bikin produk sendiri?” kenang Ojan di kosan yang sekaligus menjadi ruang kerjanya, di Laweyan, Surakarta akhir September.

Lahirnya Kubik Society

Nama Kubik Society dipilih bukan tanpa makna. “Kubik” merujuk pada konsep pangkat tiga dalam matematika, simbol dari pertumbuhan yang berlipat ganda, sementara “Society” merepresentasikan komunitas dan masyarakat luas yang menjadi target pasar. 

“Filosofi itu menjadi cerminan visi saya, bagaimana saya membangun merek yang tidak sekadar menjual barang-barang fesyen, tetapi juga menciptakan ruang identitas bagi generasi muda,” begitu ujar pemuda kelahiran Madiun itu.

Produk pertama Kubik Society lahir dari kreativitas Ojan yang gemar mengikuti tren fesyen anak muda. Ia mulai memproduksi kaos, celana, tas, hingga kemeja fanel atau produk yang hingga kini menjadi ciri khas brand-nya. Dari TikTok, produk Kubik mulai dikenal. 

Beberapa konten bahkan menembus FYP (For You Page atau merujuk ke halaman TikTok yang menampilkan rekomendasi video untuk tiap akun), hingga mendatangkan pembeli dari berbagai kota. Meski demikian, Ojan mengaku perjalanan awal tak berjalan mulus. Ia sempat berjualan diam-diam tanpa restu orang tua. 

Latar belakang keluarga yang bukan pebisnis membuat keputusannya dianggap nekat. Sang ayah seorang PNS dan ibunya ibu rumah tangga, mendidiknya untuk disiplin dan bercita-cita menjadi tentara. 

“Setahun pertama orang tua tidak mendukung sama sekali. Baru setelahnya, mereka mulai percaya dan merestui saya membangun Kubik Society,” imbuh Ojan.

Keberhasilan Kubik Society bukan datang tanpa ujian. Ojan pernah mengalami kerugian besar saat ditipu oleh rekan kerjanya sendiri. 

Duduk perkaranya berkaitan dengan sistem PayLater atau fasilitas pembayaran digital yang memungkinkan seseorang membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya di kemudian hari. Seringkali secara cicilan atau dalam jangka waktu tertentu. 

“Waktu itu saya benar-benar kelimpungan, soalnya berakhir dengan utang hingga Rp35 juta. Tapi akhirnya saya bisa menutupnya dengan mencicil dari hasil usaha dan dibantu oleh kakak ipar saya,” tuturnya.

Selain itu, pengelolaan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa kali Ojan harus mengganti karyawan karena masalah kepercayaan. 

Kini, Kubik Society memiliki tiga karyawan tetap, yakni bagian sablon, afiliasi, dan desainer grafis. Untuk desain, ia dengan gamblang bercerita sampai merekrut profesional. “Untuk karyawan, dulunya saya terlalu sungkan menegur. Sekarang saya belajar lebih tegas, sih. Alhamdulillah tidak ada masalah, dan semoga tidak pernah terjadi masalah lagi ke depannya,” harap Ojan.

Lonjakan Omzet dan Ekspansi Pasar

Meski pernah kelimpungan, Ojan dapat memastikan Kubik Society tetap bertahan. Mahasiswa semester 5 itu bahkan tak ragu menunjukkan laporan omzet terbaru per Agustus 2025, di mana total penjualannya mencapai Rp92 juta. Sementara puncak penjualan selalu terjadi di bulan Ramadan yang mencapai Rp24 juta.

Kubik Society juga mulai menembus pasar luar negeri. Melalui program ekspor Shopee, produknya telah dibeli pelanggan dari Malaysia, Thailand, bahkan Jepang. “Pernah ada orang Jepang yang beli meski ongkir lebih mahal dari harga produk. Itu jadi kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.

Selain mengandalkan lokapasar, Ojan juga gencar memanfaatkan media sosial. TikTok dengan 17 ribu pengikut menjadi kanal utama pemasaran, disusul Instagram yang terus ia kembangkan meski sempat kehilangan akun dengan 12 ribu pengikut karena kendala teknis autentifikasi dua faktor.


Ojan saat membuka pop-up store di Swanirwana Coffee, Madiun, 26 Juli 2025. Dok.Pribadi

Strategi pemasaran andalan Ojan mencakup iklan berbayar, kolaborasi dengan brand lain, hingga menggelar acara di kafe-kafe yang memang menjadi pusat berkumpulnya anak-anak muda. Salah satu kolaborasi suksesnya adalah dengan Swanirwana Coffee & Grilled Chicken di Madiun, di mana ia menggelar pop-up store selama tiga hari dan meraup omzet Rp3 juta. 

“Di sana itu pasarnya anak-anak muda Gen-Z, jadi ya produknya cepat laku,” jelas Ojan. Ke depan, dirinya hanya berharap Kubik Society bisa menjadi merek fesyen yang dikenal luas hingga mampu membuka lapangan kerja bagi orang di sekitarnya. 

Kegigihan dalam Berkarya

Keberanian Ojan dalam merintis bisnis membuahkan berbagai penghargaan. Terakhir, ia berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan menerima dana sebesar Rp20 juta.

Dana tersebut ia dan tim manfaatkan untuk mengembangkan produk inovatif, yaitu kaos dengan bahan yang berasal dari aloe vera atau lidah buaya yang bersifat antibakteri dan antibau. Produk ini juga telah diuji di laboratorium. 

“Saya sendiri sudah coba tiga hari dipakai tidak bau. Ini jadi nilai tambah Kubik Society dibanding brand lain saat kompetisi itu,” katanya

Ojan pun menorehkan prestasi di ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) 2024 dengan menyabet juara 3 stand terbaik di Kendari. Terakhir, ia mengikuti Dahlan Muda Expo, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan menyabet juara 3 inovasi produk hingga harapan 1 stand terunik. 

Dengan capaian Ojan itu, UMS menganugerahi dirinya sebagai mahasiswa berprestasi di bidang wirausaha dengan omzet usaha terbanyak tahun 2024.

Tak hanya berkompetisi, Ojan kerap diundang sebagai narasumber di berbagai kegiatan kampus, termasuk Politeknik Elektronika Surabaya, hingga Universitas Brawijaya. Ia berbagi pengalaman membangun usaha sejak nol, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk berani memulai.

Bagi dirinya, tantangan terbesar anak muda dalam berbisnis bukan pada modal, melainkan pada manajemen waktu dan konsistensi. Banyak rekannya gagal bukan karena kekurangan dana, tetapi karena kalah oleh rasa malas. 

Ojan menyalurkan keresahan dan pengalamannya ke dalam tulisan. Kini ia tengah menyiapkan buku berjudul “9 Langkah Sukses Bisnis di Usia Muda”, yang ditulis bersama dosennya, Candra Kusuma Wardana, S.E., M.B.A. “Kalau sudah malas di kamar, semua ide pasti berhenti. Padahal bisnis itu butuh konsistensi. Saya ingin buku ini jadi panduan mahasiswa lain yang mau memulai bisnis,” tandas dia.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Desainer: Salsabila Kamila Wardah

Ingin belajar bisnis seperti Ojan?

Teropong Jagat

image-featured
24 Juli 2026

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen. Keputusan ini menepis isu kenaikan BI Rate menjadi 6 persen yang beredar beberapa hari sebelumnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
17 Juli 2026

Gaya komunikasi pejabat publik terus menuai sorotan. Berujung blunder dan memicu kekecewaan rakyat.

image-featured
9 Juli 2026

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, “wellness tourism” di Indonesia semakin dilirik sebagai suatu kebutuhan. Diprediksi bernilai miliaran dolar AS.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.