Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan profesor tamu dari Asia Pacific University of Technology Innovation (APU), Malaysia, Prof. Dr. Mohammad Falahat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pusat studi di UMS pada Selasa (22/7/2025) di Ruang Seminar Pascasarjana, Kampus 2 UMS.
Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, Ph.D. menyampaikan saat ini adalah era disrupsi. Dia mengatakan telah mendengar perkataan Elon Musk yang mengatakan adanya teknologi singularitas (technological singularity).
“Singularitas dalam bidang saya terjadi ketika sebuah angka dibagi dengan nol. Yang artinya kita tidak tahu persis akan hasilnya, ini sangat tidak pasti. Ketika teknologi singularitas terjadi, akan terjadi banyak disrupsi,” tuturnya.
Menurut Supriyono, perguruan tinggi menjadi salah satu sektor yang terdampak disrupsi teknologi tersebut. Tantangan berat muncul untuk dapat mengelola publikasi kampus dengan baik. Ia berharap kehadiran Professor Falahat dapat memberikan solusi terhadap tantangan tersebut.
Dalam pemaparannya, Falahat membahas masalah big data UMS, termasuk subjek area penelitian dosen dan mahasiswa. Ia merekomendasikan agar UMS memprioritaskan publikasi pada jurnal Q1 dan Q2 serta mengutamakan kualitas daripada kuantitas.

Professor Falahat saat mengisi materi di Ruang Seminar Pascasarjana, UMS, Selasa, 22 Juli 2025. Humas UMS/Bhagas Hasbi
Falahat juga menegaskan pentingnya kolaborasi riset internasional untuk meningkatkan sitasi publikasi. Menurutnya, kerja sama lintas negara akan memberikan dampak signifikan pada pengakuan ilmiah.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UMS dengan APU. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang riset dan publikasi.
Supriyono menjelaskan nota kesepahaman tersebut membuka pintu kolaborasi yang lebih luas lagi di masa mendatang. “Kita ingin belajar dari pengalamannya dalam meningkatkan kolaborasi internasional untuk publikasi,” ujar Supriyono.
Ia menilai presentasi Falahat membuka wawasan tentang potensi big data UMS yang selama ini kurang dimanfaatkan, terutama terkait dengan publikasi artikel ilmiah di internal kampus.
Ditemui usai acara, Falahat menyampaikan optimismenya terhadap potensi UMS menjadi pusat riset regional. Pihaknya sangat menantikan kolaborasi yang akan terjalin dengan UMS ke depannya. Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah secara berkelanjutan.
“Kita percaya UMS memiliki potensi untuk menjadi hub regional di Indonesia. Berdasarkan sarana dan prasarana serta kapasitas dan kapabilitas untuk publikasi. Kita melihat ini sebagai kesempatan besar sehingga kita lakukan perjanjian kerja sama,” ujar Falahat.
Penulis: Maysali Sudarwati
Editor: Gede Arga Adrian
Kiprah
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







