Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX 2025 cabang olahraga pencak silat, di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (25/9/2025). 

Sebanyak empat atlet silat UMS dipercaya untuk memperkuat Jawa Tengah pada ajang bergengsi ini. Mereka adalah Maliki Istiqlal Amuskan (Kelas C Putra), Aryo Seno Cahyaningrat (Kelas E Putra), Rayhana Maulida Syakirah (Kelas E Putri), dan Kirana Tias Savira (Kelas F Putri).

Aryo Seno Cahyaningrat berhasil mempersembahkan medali perunggu setelah berjuang keras di kelas E Putra. Aryo harus terhenti di semifinal usai menghadapi pesilat dari Sumatera Barat. Namun, perjuangannya tetap mengantarkan Jawa Tengah menambah pundi medali.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa meraih perunggu. Lawan-lawan sangat berat, tapi pengalaman ini sangat berkesan. Harapan saya Jawa Tengah terus maju dan UMS bisa terus melahirkan atlet berprestasi sampai ke level internasional,” tutur Aryo usai laga semifinal pada Kamis.

Dua atlet UMS lainnya, Maliki Istiqlal Amuskan dan Kirana Tias Savira, sukses menembus partai final. Keduanya akan tampil di babak penentuan untuk memperebutkan medali emas pada kelas masing-masing.

Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS sekaligus pelatih kontingen Jawa Tengah, Dr. Nur Subekti, M.Or., optimis peluang Maliki dan Kirana di final sangat terbuka lebar. Menurutnya, keduanya sudah menunjukkan kualitas terbaik secara fisik dan teknik.

“Insyaallah mereka layak masuk final. Tinggal kematangan mental saja yang perlu diperkuat, karena ini adalah event pertama mereka di level nasional. Secara fisik, teknik, dan taktik mereka sudah siap,” jelas Nur Subekti.

Nur Subekti memprediksi Kirana akan menghadapi lawan dari Nusa Tenggara Barat atau Lampung. Sementara itu, fokus utama tim pelatih adalah menjaga motivasi atlet agar tidak cepat puas dengan capaian hingga final.

“Gangguan utama biasanya di final adalah faktor psikologis. Tapi dengan persiapan mental yang baik, insyaallah mereka siap,” imbuh Nur Subekti.

Kirana sendiri mengaku bangga bisa menembus final meski sempat menghadapi lawan tangguh dari DKI Jakarta di babak perempat final. “Pertandingannya tadi cukup menegangkan. Harapan saya bisa menang dan membawa pulang medali emas untuk orang tua dan UMS,” ucapnya.

Sementara itu, Maliki, yang masih duduk di semester tiga, optimis menghadapi partai puncak. Meski belum banyak pengalaman di kejuaraan tingkat nasional, ia bertekad tampil maksimal demi mengharumkan nama Jawa Tengah dan UMS.

Perolehan satu medali perunggu dan dua tiket ke final ini, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa UMS konsisten mencetak atlet berprestasi. Ajang Pomnas juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa UMS untuk menunjukkan kontribusi di luar bidang akademik.


Penulis: Fika Annisa Solihah

Editor: Maysali Sudarwati

Kiprah

image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Mei 2026

Seorang dokter tak hanya dituntut cermat mendiagnosis, tetapi juga piawai memahami pasien secara utuh. Itulah alasan Yusuf Alam Romadhon merintis Prodi Kedokteran Keluarga Layanan Primer di UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
1 April 2026

Pengalaman Salsabila Khoirun Nisa terjun langsung ke masyarakat membentuk minatnya menjadi surveilans epidemiologi dan pencegahan penyakit berbasis data.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.