Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, mahasiswa semester satu Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, berhasil menyumbangkan medali emas cabor pencak silat putra kelas E (65-70 kilogram) pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum. Ia mengaku bangga atas capaian mahasiswa barunya tersebut. Terlebih Tito merupakan rekrutan jalur prestasi di luar kaderisasi Tapak Suci.
“Saya bangga sekali, karena program baru yang dikembangkan oleh teman-teman Penjas ini berhasil. Ini merupakan pilot project yang sangat membahagiakan bagi FKIP. Selama ini ada stigma bahwa Penjas itu gudangnya prestasi Tapak Suci, tapi ternyata mahasiswa non-Tapak Suci juga mampu berprestasi sampai level internasional,” ungkap Anam, Kamis (8/1/2025).
Menurutnya, prestasi ini menunjukkan adanya keseimbangan dan kesetaraan di lingkungan mahasiswa Penjas UMS. Baik dari latar belakang Tapak Suci maupun non-Tapak Suci, semuanya memiliki peluang yang sama untuk berprestasi.
“Ini membuktikan bahwa mahasiswa Penjas siap berprestasi, bahkan di tingkat internasional. Program ini akan kami pertajam dan usulkan ke universitas agar seleksi mahasiswa baru semakin berkualitas, sehingga bisa mendapatkan bibit-bibit berprestasi sejak awal,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T. juga menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut.
“Tentu kami sangat mengapresiasi. Ini semakin mengokohkan UMS sebagai kampus yang Mencerahkan, Unggul, dan Mendunia. Tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga nonakademik, khususnya pencak silat,” tuturnya.
Ia menambahkan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras atlet, pembina, serta dukungan penuh dari pimpinan universitas. Menurutnya, prestasi ini juga menjadi bukti bahwa UMS tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam ajang olahraga, tetapi juga memiliki atlet-atlet andal yang mampu mewakili Indonesia di tingkat internasional.
“Raihan emas ini tentu bukan sesuatu yang instan. Ada kerja keras luar biasa dari atlet dan tim pendamping. Kami di DKPTI sangat bersyukur atas dukungan pimpinan UMS sehingga prestasi-prestasi ini terus lahir,” jelasnya.
Terpisah, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya menceritakan persiapan menuju SEA Games telah ia lakukan sejak sebelum Idulfitri. Ia mengikuti seleksi nasional atau seleknas dan berhasil mengalahkan atlet-atlet berprestasi, termasuk juara Pekan Olahraga Nasional dan kejuaraan dunia.
“Setelah lolos seleknas, saya masuk pelatnas dan menjalani latihan intensif. Alhamdulillah akhirnya bisa meraih emas,” ujarnya.
Tito juga mengungkapkan dukungan dari UMS sangat berarti baginya, baik dalam bentuk doa maupun kemudahan akademik. Ia berharap ke depan UMS bisa melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.
“Semoga UMS bisa melahirkan atlet-atlet yang lebih hebat lagi dan kampusnya semakin maju,” pungkasnya.
Penulis: Fika Annisa’ Sholihah
Editor: Maysali Sudarwati
Kiprah
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







