Tuntunan Menjaga Lisan
Hikmah Kasus

Miftah Maulana mundur dari jabatannya sebagai staf khusus presiden usai viralnya kasus dirinya yang mengolok-olok sang penjual es teh kala mengisi acara “Magelang Bersholawat" di Lapangan drh. Soepardi, Mungkid, Rabu, 20 November 2024. Peristiwa tersebut lantas mengundang perhatian masyarakat untuk merenungkan pentingnya adab menjaga lisan.

Dalam Islam, bertutur kata baik adalah inti dari akhlak mulia dan salah satu wujud nyata keimanan seseorang. Kasus Miftah Maulana ini hendaknya menjadi pengingat kita akan tuntunan Al-Qur'an dan hadis untuk senantiasa menjaga ucapan baik.

Tuntunan Menjaga Lisan

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. menyatakan agama Islam begitu mengedepankan adab menjaga lisan sebagai bagian dari keimanan. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 83, Allah berfirman:

وَاِذۡ اَخَذۡنَا مِيۡثَاقَ بَنِىۡٓ اِسۡرَآءِيۡلَ لَا تَعۡبُدُوۡنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا وَّذِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰکِيۡنِ وَقُوۡلُوۡا لِلنَّاسِ حُسۡنًا وَّاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّکٰوةَ ؕ ثُمَّ تَوَلَّيۡتُمۡ اِلَّا قَلِيۡلًا مِّنۡکُمۡ وَاَنۡـتُمۡ مُّعۡرِضُوۡنَ‏

Artinya: “(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”

“Dalam konteks kasus Miftah Maulana ini, apapun posisi dan jabatan kita tidaklah membuat kita lupa untuk menjaga lisan. Sebab ucapan yang tidak bijak dapat melukai hati orang lain, seperti yang terjadi pada bapak penjual es teh tersebut,” ujar Jinan, Selasa (24/12/2024).

Jinan juga menjelaskan bahwasanya Nabi Muhammad SAW memberikan pedoman yang jelas mengenai hal ini. Sebagaimana hadis berikut.

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَومِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ) رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٌ.

Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir maka hendaknya dia berbicara yang baik atau (kalau tidak bisa hendaknya) dia diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tamunya.” (Hadis Riwayat al Bukhari dan Muslim)

“Berbicara dengan baik adalah bagian tak terpisahkan dari iman. Ketika seseorang tidak mampu berkata baik, maka lebih baik baginya untuk diam, karena ucapan yang tidak dijaga dapat membawa dampak negatif yang luas,” tegasnya. 

“Alhamdulillah, Sunhaji, si bapak penjual es teh yang menjadi subjek ucapan tak bijak Miftah Maulana, menunjukkan ketegaran dan kesabaran yang luar biasa,” imbuh Jinan.

Hikmah Kasus

Jinan menyampaikan ketika seseorang terpeleset dalam berkata-kata, bukan tak mungkin orang tersebut bakal menjadi alat bagi setan untuk memecah belah dan menciptakan konflik. “Setan itu selalu mencari celah untuk menimbulkan perselisihan di antara manusia, dan salah satu pintu masuknya bisa melalui ucapan yang buruk,” kata dia.

Allah telah mewanti-wanti kita dalam Surah Al-Isra’ ayat 53 yang berbunyi:

وَقُلْ لِّعِبَادِىۡ يَقُوۡلُوا الَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُ​ؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ يَنۡزَغُ بَيۡنَهُمۡ​ؕ اِنَّ الشَّيۡطٰنَ كَانَ لِلۡاِنۡسَانِ عَدُوًّا مُّبِيۡنًا‏ 

Artinya: “Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

Jinan menerangkan adab menjaga lisan adalah indikator utama seseorang berada dalam hidayah Allah. Sebaliknya, lisan yang tak terjaga menunjukkan potensi seseorang terjerumus dalam jalan yang sesat. 

Terlebih di era digital yang membawa tantangan baru dalam menjaga lisan. Menurut Jinan, media sosial telah memberikan seseorang kebebasan berekspresi, namun acap kali kebebasan tersebut malah disalahgunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, hingga komentar negatif. Ini yang begitu disayangkan.

“Kita pun perlu belajar mengenai etika baru dalam berkomunikasi di media sosial. Dalam meluapkan simbol-simbol atau ungkapan di dunia digital harus hati-hati sekali. Bukan terus kita bisa ngetik, ngomong seenaknya,” terang Jinan.

Wakil Dekan III FAI UMS itu menegaskan dalam setiap interaksi, baik secara langsung maupun di media sosial, seseorang perlu memastikan kata-kata yang ia keluarkan dapat membawa manfaat. Layaknya peribahasa, mulutmu, harimaumu, ucapan kita adalah cerminan diri kita, dan melalui ucapan yang baik, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan damai sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Teropong Jagat

image-featured
17 Juli 2026

Gaya komunikasi pejabat publik terus menuai sorotan. Berujung blunder dan memicu kekecewaan rakyat.

image-featured
9 Juli 2026

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, “wellness tourism” di Indonesia semakin dilirik sebagai suatu kebutuhan. Diprediksi bernilai miliaran dolar AS.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Juli 2026

Polycystic Ovary Syndrome tak melulu soal siklus haid yang berantakan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko penyakit metabolik jika tak ditangani dengan baik.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.