Dalam kehidupan, manusia acap kali berhadapan dengan pilihan sulit. Baik itu terkait pekerjaan, pendidikan, hingga urusan jodoh.
Salat istikharah jadi salah satu jalannya. Salat sunah untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT yang diajarkan dalam Islam. Semua dimaksudkan agar umatnya tak berjalan sendiri dalam kebimbangan.
Menurut dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Asrizal Mustofa, Lc., M.A., salat istikharah bermakna menyerahkan pilihan hidup kepada Allah agar ditunjukkan yang terbaik. “Shalat istikharah adalah bentuk tawakal, di mana kita melibatkan Allah dalam setiap keputusan,” jelas Asrizal secara daring, Jumat (3/10/2025).
Dalil Salat Istikharah
Landasan salat istikharah sangat kuat. Asrizal menjelaskan, Allah SWT memerintahkan hambaNya untuk menjadikan salat sebagai penolong dalam menghadapi kesulitan dan kebimbangan. Hal tersebut tertuang dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 153 yang memiliki arti sebagai berikut.
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Selain ayat di atas, ada pula dalil yang menjelaskan hanya Allah yang berhak memilih dan menentukan segala sesuatu. Karena itu, seorang Muslim yang bimbang seharusnya menyerahkan keputusan kepada Allah melalui salat istikharah. Berikut terjemahan Qur’an Surah Al-Qashash ayat 68-70.
“Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Bagi-Nya segala puji di dunia dan di akhirat dan bagi-Nya (pula) segala putusan. Hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”
Cara Salat Istikharah
Dosen Fakultas Agama Islam UMS itu menegaskan, niat salat istikharah cukup dibaca dalam hati. Tidak ada bacaan khusus yang harus dilafalkan.
“Niat salat istikharah cukup dengan seorang muslim meniatkan salat tersebut sebanyak dua rakaat, lalu melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan,” kata dia.
Sementara cara salat istikharah sama seperti salat sunah pada umumnya, yakni dilakukan sebanyak dua rakaat. Setelah salam, dianjurkan membaca doa istikharah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT menunjukkan pilihan yang terbaik, memberikan keberkahan jika baik, dan menjauhkan jika buruk.
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي.
Artinya: “Ya Allah, arahkanlah diriku kepada yang baik dengan ilmu-Mu, dan berilah aku kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku selalu mengharapkan anugerah-Mu yang melimpah, sesungguhnya Engkau Yang Maha Kuasa, dan aku tidak kuasa sedikitpun, dan Engkau Yang Maha Mengetahui, dan aku tidak tahu sedikitpun. Dan Engkaulah Yang maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jika hal ini baik bagiku, bagi agama, dunia penghidupan dan kesudahan urusanku, maka mohon Engkau tetapkan kebaikan dan kemudahan bagiku, kemudian limpahkanlah berkah bagiku. Jika hal ini jelek bagiku, bagi agama, dunia, penghidupan dan kesudahan urusanku, mohon Engkau jauhkan ia dari padaku dan jauhkan aku dari padanya dan limpahkanlah kepadaku keutamaan juga adanya, kemudian jadikanlah aku orang yang rela dengan pemberian itu.”
Dalam doa tersebut, seorang hamba bisa menyebutkan secara spesifik perkara yang sedang dimintakan petunjuk. “Seperti hal-hal yang berkaitan dengan memilih pekerjaan, sekolah, atau pasangan hidup,” imbuh Asrizal.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan salat istikharah? Menurut Asrizal, salat ini bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam.
Waktu salat istikharah tidak menentu selama tidak berada pada waktu yang dilarang untuk salat, yakni setelah salat Subuh hingga matahari terbit, serta setelah salat Asar hingga matahari terbenam.
Asrizal mengingatkan, jangan semata menunggu mimpi atau pertanda setelah salat istikharah. Justru yang utama adalah ketenangan hati dan kesiapan menerima keputusan Allah dengan lapang dada.
Salat istikharah adalah bentuk kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Ibadah ini mengajarkan kita untuk rendah hati, pasrah, dan percaya bahwa Allah-lah yang paling tahu apa yang terbaik.
Penulis: Genis Dwi Gustati
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Kiprah
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







