Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (MALIMPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) ke-42, bertema “Disiplin, Berani, dan Bertanggung Jawab”, pada 9-14 November 2024. Tujuannya, untuk membentuk karakter pemimpin yang siap menghadapi berbagai situasi dalam kegiatan di alam.
Komandan Operasional Diklatsar XLII, Yuzzri Angga Karunia, mengungkapkan salah satu fokus utama diklatsar kali ini adalah menekankan pentingnya prosedur K3. Menurut dia, maraknya berita korban tersesat, hilang, hingga hipotermia membuat pemahaman mengenai kasus di lapangan penting untuk dipelajari.
“Penting bagi para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk mengikuti pendidikan di organisasi pecinta alam, KPA (kelompok pecinta alam), SISPALA (siswa pecinta alam), dan MAPALA (mahasiswa pecinta alam) untuk meng-upgrade skill dalam berkegiatan outdoor,” ungkap Angga, Jumat (22/11/2024).
Malimpa UMS sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam yang hadir sejak 45 tahun lalu, ingin menunjukan kepada para pegiat outdoor bahwa Diklatsar bukan ajang perpeloncoan. Diklatsar berperan sebagai bekal dasar berkegiatan outdoor.
“Diklatsar ini kami laksanakan pada tanggal 9 – 14 November 2024 di area Lereng Lawu Selatan dengan konsep dua hari untuk aplikasi materi di hutan dan dua hari perjalanan panjang dengan total kurang lebih 56 kilometer dari puncak Gunung Lawu hingga UMS untuk pelantikan,” tambahnya.
Agenda diklatsar mengedepankan K3 dengan memprioritaskan keselamatan dan kesehatan semua pihak yang terlibat. Perencanaannya memakan waktu sekitar dua bulan. Angga menjelaskan, prosedur K3 tersebut mencakup perizinan, perlengkapan , konsumsi, medis, survei lokasi, dan simulasi untuk memastikan keamanan lokasi sebelum digunakan.

Pelaksanaan diklatsar MALIMPA UMS. dok.Humas UMS
Sebanyak 28 peserta mengikuti rangkaian diklatsar. Mereka dibekali dengan olahraga rutin dua kali sepekan, hingga pembekalan materi dan praktik kegiatan luar ruangan: manajemen kegiatan, navigasi (ilmu medan, peta, dan kompas/IMPK), survival dan masak rimba, sheltering, simpul dan ascend descend, explore search and rescue (E-SAR), ibadah perjalanan, hingga pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).
“Kami melakukan karantina peserta yang didukung BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Surakarta. Pemantauan kesehatan setiap harinya didukung MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Surakarta, dan persiapan jalur evakuasi dan stand by ambulance dari LAZISMU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) Surakarta,” lanjutnya.
Diklatsar Malimpa UMS menggandeng Imsafe.id sebagai konsultan K3 yang juga mendukung kegiatan agar berjalan sesuai prosedur diklatsar yang telah dibuat demi keselamatan dan keamanan seluruh elemen. Angga menambahkan, para peserta diklatsar juga mendapatkan asuransi BPJS. Langkah tersebut merupakan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kedaruratan medis.
“Harapan kami para pegiat outdoor, KPA, SISPALA, dan MAPALA serta organisasi pecinta alam lainya dapat mencontoh penerapan diklatsar sesuai yang kami terapkan ini sehingga tercetak kegiatan outdoor yang mengutamakan keselamatan,” terangnya.
Kepala Bagian Minat, Bakat, dan Beasiswa Biro Kemahasiswaan UMS Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., mengungkapkan Malimpa banyak berkontribusi di lingkup mahasiswa, kampus, hingga masyarakat. Dirinya menekankan peserta diklatsar untuk mengikuti standar prosedur operasi yang berlaku. “Perlu kehati-hatian,” kata dia.
Pembina Malimpa UMS Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menganalogikan diklatsar sebagai kawah candradimuka Gatotkaca. peserta akan ditempa, dicelupkan, dan direndam sehingga menjadi pribadi yang berkarakter dan bermental baja sehingga siap menghadapi masalah di perkuliahan, pekerjaan dan keluarga setelah lulus nanti karena di setiap kehidupan pasti akan selalu ada permasalahan.
Salah satu pengurus dari imsafe.id, Hilmi Firdaus mengungkapkan bahwa sebagai komunitas K3 di Indonesia, dia ingin mengetahui seberapa aman kegiatan outdoor di pecinta alam.
“Kami bangga karena MALIMPA sebagai pecinta alam sudah sesuai dengan prosedur K3 yang safety segala aspek emergency dalam kegiatan juga sudah terencanakan sehingga kami ikut mensupport dengan diskusi dan sharing memberi masukan serta saran dalam kegiatanya agar selalu mengutamakan keselamatan dalam kegiatan Diklatsar ini,” ungkapnya.
Dia berharap, semoga banyak yang bisa mencontoh MALIMPA UMS dalam berkegiatan. Imsafe.id menyatakan siap berkolaborasi dengan manapun yang berhubungan dengan K3 di pekerjaan, kegiatan outdoor, maupun di lingkungan masyarakat.
Penulis: Fika
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







