Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipercaya sebagai tim medis dalam cek kesehatan gratis di Desa Kembang Kuning, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (28/7/2024).
Acara tersebut merupakan rangkaian “Semarak Misbach Harsa 4” yang digelar PK IMM Misbach Cabang Sukoharjo. Cek kesehatan tersebut meliputi cek gula darah, asam urat, dan tekanan darah. PK IMM FIK UMS juga memberikan edukasi kepada warga untuk mengatur gaya hidup sehat dan memperhatikan nutrisi yang dikonsumsi sehari-hari.
Ketua Umum IMM FIK UMS, Afifah Zakiyatul Aulia, mengaku senang atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, IMM Misbach masih mempercayai IMM FIK UMS untuk berkontribusi pada kegiatan Harsa.
“Kolaborasi ini merupakan kolaborasi kedua kalinya. Saya rasa ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk teman-teman IMM FIK karena dapat mengimplementasikan local wisdom-nya,” ungkap Afifah, Sabtu (3/8/2024).
Afifah berharap teman-teman IMM FIK UMS dapat mengimplementasikan tri kompetensi dasar lainnya, yakni humanitas dan religiusitas dengan menambah rasa syukur terhadap nikmat sehat dari Allah dan menambah kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Semoga kegiatan kolaborasi ini terus ada. Bukan hanya sekali IMM FIK mendapatkan tawaran kolaborasi untuk menjadi tim kesehatan di berbagai agenda, yang harapannya juga dalam periode besok ini, IMM FIK dapat menghadirkan lembaga otonom kesehatan,” tambahnya.
Anggota Bidang Sosial dan Pengembangan Masyarakat PK IMM Misbach, Alyanda Muhammad Dimas, mengatakan cek kesehatan gratis merupakan program pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk kerja sama rutin antara Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PK IMM Misbach dengan LazisMu PDM Boyolali.
Kegiatan tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu menggunakan dua bahasa dalam percakapan hidup, yaitu bahasa intelektual sebagai mahasiswa dan bahasa daerah sebagai sosok masyarakat yang kembali ke tempat asal.
Alyanda menuturkan pemilihan Desa Kembang Kuning, Cepogo disebabkan minimnya tenaga medis dan jauh dari fasilitas kesehatan. Selain itu, mayoritas warga berprofesi sebagai petani tembakau sehingga perlu diadakan penyuluhan dan cek kesehatan.
“Tujuh tenaga medis IMM FIK UMS juga dibantu oleh tiga tenaga medis dari IMM Al-Fatih ITS PKU Muhammadiyah Surakarta yang siap siaga untuk melayani cek kesehatan dan mengedukasi secara personal kepada ratusan warga di Desa Kembang Kuning, Cepogo,” paparnya.
Kehadiran tim medis dari IMM FIK UMS dan IMM Al-Fatih ITS PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan bentuk nyata kolaborasi dengan IMM lainnya sekaligus mempererat silaturahmi.
Alyanda tidak menampik kondisi IMM Misbach yang belum mumpuni dan terkualifikasi untuk melakukan cek kesehatan sendiri. Ditambah jumlah personil IMM Misbach yang terbilang kurang untuk mengurus seluruh kegiatan Harsa. Dia menegaskan, kehadiran teman-teman IMM FIK dan Al-Fatih sangat membantu.
“Senang sekali, baru pertama ini di desa kami didatangi tim medis untuk cek kesehatan. Jadi kami bisa memanfaatkannya secara gratis dan mendapat nasihat dari tim medis agar kami hidup sehat,” ucap Ngatemi, warga Dukuh Sukorejo, Desa Kembang Kuning, Cepogo, Boyolali, saat diwawancarai oleh tim media IMM FIK UMS.
Selain acara cek kesehatan gratis, kegiatan “Misbach Harsa” juga dimeriahkan bazar pasar murah, kajian akbar, dan bakti sosial yang diharapkan bisa menjadi implementasi dan dukungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk masyarakat dalam jangka panjang.
Penulis: Fika, Nadhila
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







