Mahasiswa Profesi Ners angkatan 29, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), memberikan terapi reminiscence di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Abiyoso, Pakem, Yogyakarta, Kamis (21/11/2024).
Terapi reminiscence merupakan metode yang dirancang untuk mengaktifkan kembali memori masa lalu melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia.
Antusiasme terlihat dari sekitar 60 peserta lansia yang mengikuti terapi tersebut. Sebab, para lansia mendapat suguhan memukau dari Wayang Orang Sriwedari yang mementaskan fragmen lakon Rama dan Sinta. Penampilan wayang orang tersebut merupakan bagian dari terapi reminiscence untuk para lansia.
Wayang orang dipilih untuk memberikan pengalaman nostalgia bagi para lansia. Para lansia tersebut sebagian besar memiliki kedekatan emosional dengan seni dan budaya Jawa.
Secara khusus, kisah Rama dan Sinta mengangkat tema cinta, kesetiaan, dan perjuangan. Para seniman yang membawakan kisah ini sangat piawai, sehingga menciptakan suasana yang menghibur sekaligus menggugah ingatan kolektif para lansia.

Tim pengabdian UMS bersama para tokoh wayang orang yang pentas di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Abiyoso, Pakem, Yogyakarta, Kamis (21/11/2024). Dok. Humas UMS
Dosen pembimbing mahasiswa Ners, Kartinah, M.P.H., mengatakan terapi reminiscence memiliki manfaat ganda. Para lansia yang mengikuti terapi ini akan mendapatkan hiburan sekaligus manfaat dari segi kesehatan mental.
“Melalui terapi reminiscence, kami ingin menghidupkan kembali kenangan indah para lansia, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan emosi mereka,” ujarnya, Sabtu (23/11/2024).
Supratman, Ph.D., yang juga dosen pembimbing, menjelaskan program terapi reminiscence menjadi sarana pembelajaran mahasiswa. Para mahasiswa akan mengenal budaya Jawa dan menumbuhkan empati kepada para lansia.
“Interaksi langsung dengan lansia dan pengenalan budaya lokal adalah cara efektif untuk menanamkan nilai empati sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan,” tuturnya.
Salah satu peserta, Rubiyem (74), berbagi pengalaman emosionalnya saat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis (21/11). Penampilan wayang membawa ingatan Rubiyem kembali ke masa kanak-kanaknya.
“Melihat wayang orang Rama dan Sinta seperti membawa saya kembali ke masa kecil. Rasanya sangat menyenangkan dan membuat hati saya bahagia,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh dari tim dosen dan kolaborasi dengan seniman lokal, terapi reminiscence ini membuktikan bahwa seni budaya dapat menjadi alat efektif untuk mendukung kesejahteraan psikososial masyarakat lanjut usia.
Penulis: Maysali
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







