Pengabdian menjadi jalan bagi sivitas akademika untuk terus membumi di tengah masyarakat. Itulah yang dilakukan Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat mengabdikan diri pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan tajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna – Alat Bantu Pengaduk Otomatis untuk Produksi Kecap Berbasis PLC di UMKM CV. Selok Jaya” awal Juli lalu.

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Ratnasari Nur Rohmah, S.T., M.T. dengan anggota Hasyim Asy’ari, S.T., M.T. dan Siti Nandiroh, S.T., M.Eng., dan lima mahasiswa Teknik Elektro UMS, Anggesti Bayu Annawawi, Dzikri Alif Aulia, Dita Eka Safitri, Irgi Ferdiyansyah, dan Hanif Khoirul Rozigin.

Hasyim Asy’ari menerangkan tujuan dari pengabdian tersebut untuk membantu UMKM CV. Selok Jaya sekaligus hilirisasi hasil penelitian skripsi mahasiswa. Riset skripsi tersebut mencoba menerapkan teknologi tepat guna alat pengaduk kecap otomatis untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi resiko kecelakaan kerja.

Tim pengabdian melihat UMKM masih menggunakan cara tradisional dalam proses pengadukan bahan kecap, sehingga kurang efisien dan rawan kecelakaan kerja.

“Kegiatan perancangan dan pembuatan alat dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro UMS. Alat yang dibuat merupakan hasil karya mahasiswa dan dosen pembimbing sebagai bagian dari penelitian untuk penyelesaian tugas akhir atau skripsi mahasiswa,” terang Hasyim, Jumat (12/7/2024).


Mesin pengaduk otomatis pembuatan kecap. dok.Humas UMS

Hasyim juga menerangkan, hilirisasi hasil penelitian ini didukung Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) UMS dengan pendanaan dari skim Pengabdian Masyarakat Penerapan Teknologi Tepat Guna. Desain dan pembuatan alat dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Serah terima hibah alat kepada mitra dari LPMPP UMS dilakukan di lokasi mitra, Minggu (7//7/2024). Hadir dalam penyerahan ialah Hasyim Asyari sebagai salah satu anggota tim dosen pengabdian masyarakat sekaligus mewakili UMS. Sedangkan pihak mitra yang menerima hibah diwakili oleh Budi Santoso. 

Pada Rabu (10/7/2024), dilakukan pelatihan pengoperasian alat mitra dengan instruktur Anggesti sebagai ketua tim pelaksana mahasiswa.

“Dengan berjalannya waktu, mitra akan bisa mengoperasikan alat ini dengan lancar. Dari hasil kuisioner dan wawancara dengan mitra, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mendapat cukup sambutan positif dari mitra,” harap Hasyim.

Alat yang dikembangkan memberikan beberapa keuntungan di antaranya adalah proses yang lebih cepat dan lebih bersih. Mitra juga berharap, agar kegiatan pengabdian masyarakat dengan menerapkan teknologi tepat guna ini lebih ditingkatkan dalam membantu UMKM.


Penulis: Maysali

Editor: Gede

Sumber: News UMS

Ingin mementaskan tarian seperti mereka?

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.