Tim Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan pembuatan kompos hidroton untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Tani 2, Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Ketua Tim Pengabdian Putri Agustina, M.Pd. mengatakan, pelatihan tersebut merupakan rangkaian pengabdian yang dimulai dengan pemanfaatan lahan KWT untuk budidaya toga dan sayuran. Lahan milik KWT Berkah Tani 2 memiliki potensi untuk dikembangkan. Hal itu mendorong perlunya pendampingan untuk merawat tanaman budidaya di lahan tersebut. 

“Kami bergerak untuk membantu dengan memberikan pelatihan pembuatan pupuk berupa hidroton yang tahan lama yang biasanya digunakan untuk tanaman hidroponik,” ungkap Putri Kamis (21/11/2024).

Putri menjelaskan, perawatan tanaman kebun tersebut dilakukan dengan memadukan pupuk kompos dan hidroton menjadi hidroton kompos. Pupuk tersebut selain dapat digunakan untuk tanaman hidroponik, juga dapat digunakan untuk tanaman darat maupun tanaman epifit.


Pupuk kompos hidroton yang digunakan dalam pengabdian. Dok. Humas UMS

Hidroton, kata dia, adalah media tanam hidroponik terbuat dari tanah lempung yang di bentuk bulat dan melalui proses pembakaran. Gunanya, untuk menstabilkan posisi tanaman dan membantu tanaman menyimpan kadar air serta nutrisi. Hidroton memiliki ukuran yang beragam, mulai dari 2 milimeter hingga 12 milimeter.

“Hidroton kompos adalah pencampuran antara pupuk kompos dan tanah lempung yang dibentuk granul atau bulatan dan mengalami pengeringan serta pemanasan ringan untuk menjaga kestabilan bentuk dan kualitas kompos. Penggunaan hidroton kompos pada lahan marginal dapat meningkatkan kadar bahan organik tanahnya,” imbuh Putri.

Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa tahapan. Mulai dari sosialisasi hidroton kompos, cara membuat hidroton kompos, hingga praktik langsung pembuatan kompos oleh warga. Hingga berita ini diturunkan, rangkaian pembuatan kompos hidroton masih berlangsung. “Masih ada proses pengemasan hidroton dan pemanfaatan hidroton kompos ke tanaman di lahan KWT,” terang ketua tim. 

Peserta pelatihan sangat antusias dan semangat dalam mempraktikkan pembuatan kompos hidroton. Putri berkata, setelah demo dan praktik, para warga langsung mencoba membuat kompos hidroton sendiri. Sayangnya, pada pekan kedua, kompos yang mereka buat berjamur. Musababnya, karena tidak dilakukan pengecekan suhu dan kelembabannya.

Kegiatan pengabdian itu diharapkan dapat membuat masyarakat terampil dalam membuat kompos hidroton sendiri dan lebih bersemangat dalam merawat lahan KWT. Dengan demikian, hasil lahan dapat meningkat dan berdampak pada nilai ekonomis masyarakat. 


Penulis: Yusuf

Editor: Gede

Sumber: News UMS

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.