Jemari Ayu Khoirotul Umaroh, S.K.M., M.K.M.–dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)–nampak luwes menyentuh layar ponsel pintarnya. Sembari menunjuk salah satu ikon yang tampak di layarnya, Ayu menjelaskan fitur aplikasi School Heroes dan isi kontennya.
School Heroes adalah aplikasi yang menunjang peran pelajar Indonesia sebagai garda terdepan kesehatan kawan sebayanya. Tujuannya agar para pelajar dapat melakukan pertolongan pertama, serta melakukan langkah preventif untuk menjaga kesehatan di lingkungan sekolah. Uji coba pertamanya dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Wonosobo, Jawa Tengah.
Terdapat dua fitur utama dalam aplikasi ini, yakni materi kesehatan dan evaluasi kesehatan. Fitur materi kesehatan terdiri atas dua topik utama, yakni pencegahan penyakit dan perubahan perilaku, serta pertolongan pertama pada kecelakaan.
Topik pencegahan penyakit dan perubahan perilaku memuat lima subtopik, antara lain dampak rokok dan asapnya, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, ergonomi siswa, dan pencegahan demam berdarah.
Sementara, topik pertolongan pertama pada kecelakaan memuat lima subtopik, yakni tersedak, mimisan, pingsan, terbakar, patah tulang. “Kami mau anak-anak sekolah mempunyai keberanian untuk menolong sesama murid,” kata Ayu, Selasa (15/10/2024).
Terdapat layanan nomor darurat yang mencakup nomor ambulans, pemadam kebakaran, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Wonosobo ini rawan longsor, maka nomor BNPB kami sertakan,” tambahnya.
Masing-masing subtopik memiliki penjelasan dengan bahasa yang mudah dipelajari oleh para murid. Beberapa subtopik bahkan memuat penjelasan dalam bentuk video.
Aplikasi School Heroes dilengkapi fitur bernama “zine”. Fitur ini rencananya akan difungsikan untuk memuat karya-karya pelajar seputar kesehatan di lingkungan sekolah.

Merespons Kondisi Lapangan
Ayu menerangkan, School Heroes beranjak dari kurangnya pelatihan bagi warga sekolah untuk menjaga kesehatan di lingkungan sekolah. Padahal, dalam Pasal 97 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan, upaya menjaga kesehatan sekolah antara lain pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
“Programnya ada tapi siswa siswinya maupun bapak ibu gurunya hanya sekadar mengetahui kesehatan sekolah. Tidak menguasai sepenuhnya,” imbuh Rankings Strategist UMS itu.
Ayu kemudian mengajak rekan dosen lainnya dan membentuk Tim Pengabdian P2AD (Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yakni Sheena Ramadhia Asmara Dhani, S.K.M., M.K.K.K., Yeni Indriyani, S.K.M., M.P.H., dan Sri Indra Kurnia, S.K.M., MPH., dosen Kesehatan Masyarakat UMS; serta Wita Oktaviana, M.Kep. Sp.Kep.J., dosen Keperawatan UMS. Ayu juga melibatkan 10 orang mahasiswa Kesehatan Masyarakat UMS.
Bermodal hibah pengabdian P2AD senilai Rp17,5 juta, Ayu dan timnya mulai melakukan pengabdian School Heroes. Survei perdana mereka lakukan di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Wonosobo, Jawa Tengah, pada 3-4 Oktober 2024.
Di hari pertama pengabdian, tim tersebut menjelaskan upaya pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Para pelajar diminta untuk membaca dan mengetes isi materi aplikasi School Heroes. Mereka juga harus membuat simulasi pertolongan pertama dalam bentuk video. “Biar para murid benar-benar berperan dalam pertolongan pertama,” tutur Ayu yang juga ketua Tim Pengabdian P2AD UMS.
Sedangkan pada pengabdian hari kedua, tim pengabdian menjelaskan materi seputar pencegahan penyakit dan perubahan perilaku. Para pelajar kemudian diminta untuk membuat majalah dengan sumber materi berasal dari aplikasi tersebut. Mereka juga diminta untuk memberikan pesan kesan mengenai aplikasi dan program School Heroes.
Pemilihan pelajar tingkat SMP bukan tanpa alasan. Ayu menjelaskan, murid SMP berada pada kondisi ideal karena tengah memasuki masa peralihan menuju dewasa. Tidak seperti anak sekolah dasar yang belum cukup matang dan belum seluruhnya memegang gawai.
“Kalau pelajar SMA sudah matang jadi materinya tidak cocok kalau School Heroes. Lebih ke agent of change,” lanjutnya.

Ayu Khoirotul Umaroh tengah mempresentasikan School Heroes di depan para pelajar SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo. dok.Humas UMS
Pembaruan Aplikasi
Disinggung mengenai rencana ke depan, Ayu mengatakan aplikasi yang timnya kembangkan masih membutuhkan banyak perbaikan. Mulai dari perbaikan audio video materi yang belum muncul, pengumpulan materi majalah karya para pelajar, hingga penyusunan video karya para pelajar dan subtitle-nya.
Dirinya berencana menyambangi sekolah-sekolah lain untuk menciptakan pahlawan kesehatan baru di lingkungan sekolah. Ia juga ingin menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, seperti Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) untuk menyosialisasikan kesehatan reproduksi, serta Centre for School Nutrition Health Movement UMS untuk mempromosikan pentingnya menjaga gizi para pelajar.
“School Heroes ini tidak akan berhenti di Wonosobo. Akan terus berlanjut di sekolah-sekolah lainnya,” kata Ayu.
Menurut rencana, aplikasi School Heroes akan resmi diluncurkan pekan depan. Para pelajar dapat mengunduh aplikasi tersebut melalui Google Play Store.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







