Saat ini, kita sedang menghadapi tantangan dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti perubahan iklim, ideologi kekerasan dan kebencian, hilangnya keanekaragaman hayati, serta konflik rasis.
Karena itu, sistem pendidikan perlu melakukan orientasi ulang untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan, skill, sikap, dan nilai-nilai agar mampu bertindak sebagai warga negara yang bertanggung jawab dalam komunitas global.
Pendidikan transformatif merupakan pendekatan pendidikan yang diyakini mampu menjawab tantangan global tersebut, karena melibatkan pembelajaran yang diarahkan untuk memotivasi dan memberdayakan peserta didik yang bahagia, sehat, sejahtera untuk mengambil keputusan dan tindakan di tingkat individu, komunitas, dan global.
Pendidikan transformatif sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai tujuan, target, dan indikator yang disepakati dunia dalam membingkai agenda dan kebijakan negara selama 15 tahun ke depan.
Secara khusus, poin keempat SDGs adalah menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua pada tahun 2030.
Agenda ini didukung oleh visi pendidikan yang transformatif (transformative education). Visi ini secara spesifik tercantum pada target SDG 4.7, yaitu menjamin semua peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan.
Hal itu dapat diwujudkan melalui pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan gaya hidup yang berkelanjutan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, promosi budaya damai dan nonkekerasan, kewarganegaraan global dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dan kontribusi budaya terhadap pembangunan berkelanjutan.
Agenda tersebut merefleksikan bahwa pendidikan dipahami sebagai alat transformasi untuk berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pendidikan transformatif menurut Freire merupakan pendidikan yang didasari atas nilai kritis dalam memandang realita sosial. Hal ini terealisasi saat seseorang memiliki kesadaran kritis terhadap ketimpangan sosial, mampu melihat secara objektif penyebabnya, dan berusaha mencari solusi dengan karya nyata.
Pendidikan diorientasikan pada transformasi merupakan frame of preference yang digunakan seseorang untuk memandang, memahami, dan memaknai hidup. Transformasi memberikan banyak peluang untuk maju secara dinamis.
Pendidikan transformatif dapat memberdayakan peserta didik dari semua usia dengan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai untuk mengatasi tantangan global yang saling berhubungan. Hal ini dapat membangun rasa memiliki sebagai sesama umat manusia dan membantu mereka menjadi warga dunia yang bertanggung jawab dan aktif dalam membangun masyarakat yang inklusif, damai dan berkelanjutan.
Karena itu, pendidikan transformatif merupakan proses sepanjang hayat. Setiap orang dapat mempromosikan nilai-nilainya melalui pendidikan, keluarga, teman, dan media.
Peserta didik dibekali dengan hard-skill seperti pengetahuan dan keterampilan agar mampu berpikir solutif dan melakukan aksi untuk bertindak menuju pembangunan yang lebih inklusif, damai, dan berkelanjutan.
Mereka juga dibekali soft-skill seperti empati dan apresiasi terhadap keberagaman yang memampukan mereka untuk keterampilan bekerja secara efisien di lingkungan multikultural, memahami permasalahan yang kompleks, dan berorientasi pada hasil.
Dengan demikian, pendidikan dikatakan sebagai transformatif ketika peserta didik merasa dihargai, diakui, aman, dan dilibatkan dalam komunitas belajar sebagai anggota sekolah penuh dan aktif. Pendidik dapat melakukan transformasi pengajarannya dengan memastikan bahwa kurikulum, pedagogi, materi instruksional, lingkungan pembelajaran dan sekolah yang bermakna dalam konteks alam, sosial, budaya alam, politik, dan ekonomi.
Ditulis oleh: Prof. Dr. Endang Fauziati, M.Hum. (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS)
Sumber: Koran Suara Merdeka Fokus Jateng Edisi Senin, 1 April 2024
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







