Tidak sedikit di antara kalangan akademisi yang meyakini, bahwa tahapan puncak dari perjalanan ilmiah di perguruan tinggi adalah skripsi, tesis, dan disertasi. Namun apa yang membuat tahapan ini begitu istimewa? Mengapa dianggap begitu penting?

Jawabannya terletak pada kompleksitas dan intensitas yang melekat pada ketiga tahap tersebut. Berbeda dengan mata kuliah lainnya, skripsi, tesis, dan disertasi menuntut segalanya secara ekstra.

Waktu yang lebih, tenaga yang tak kenal lelah, pikiran yang terus bergulir dalam analisis mendalam, serta dana yang terus mengalir tanpa henti untuk penelitian dan pengembangan.

Berikutnya di era pendidikan tinggi seperti sekarang, mahasiswa tidak bisa menghindari kenyataan, bahwa mereka harus akrab dengan aktivitas berpikir untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan.

Ini adalah realitas tak terhindarkan. Para mahasiswa diwajibkan untuk menulis satu atau lebih karya yang layak diterbitkan di jurnal ilmiah. Baik di dalam maupun luar negeri.

Ini syarat mutlak untuk meraih gelar S-1, S-2, bahkan S-3. Dengan kata lain, menghasilkan kontribusi yang substansial bagi pengetahuan adalah prasyarat untuk meraih kesuksesan dalam pendidikan tinggi.

Terkait dengan publikasi ilmiah atau sering dikenal dengan jurnal ilmiah, mahasiswa harus terbiasa dengan berbagai istilah dan konsep. Seperti SINTA, scopus, quartile (Q), SJR (SCImago Journal Rank), dan fast track.

Semua ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tuntutan lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah, yang mewajibkan mahasiswa mengirimkan, bahkan menerbitkan karya mereka di jurnal-jurnal tersebut.

Tawaran yang diberikan oleh pemerintah mengenai outcome-based education (OBE) sebagai alternatif ujian akhir, menjadi magnet tersendiri bagi mahasiswa dan pengelola jurnal.

OBE menjanjikan kemudahan dalam proses kelulusan. Sementara itu, para pengelola jurnal melihatnya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Maka, berlakulah hukum pasar, yakni supply dan demand.

Hal ini tercermin dalam peningkatan jumlah terbitan jurnal per tahun, yang mengalami penyesuaian dengan permintaan yang semakin meningkat.

Sebagai contoh jika dulu jurnal terbit dua kali setahun, kini bisa menjadi tiga, empat, bahkan setiap bulan. Biaya pengelolaan yang dulunya terjangkau, misalnya Rp500 ribu, kini bisa melonjak menjadi Rp1 juta atau bahkan lebih.

Fakta yang tak terbantahkan adalah, article processing charge (APC) menjadi salah satu sumber pendapatan yang signifikan bagi para pengelola jurnal.

Di samping APC yang melambung, jalur fast track juga memberikan pilihan bagi para mahasiswa maupun penulis artikel untuk segera terbit. Fast track dalam terbitan jurnal, adalah suatu proses penerbitan yang dirancang untuk mempercepat review dan publikasi artikel ilmiah.

Tujuannya adalah untuk mempercepat sirkulasi informasi, memungkinkan peneliti untuk menerima umpan balik lebih cepat, serta mengakses hasil penelitian dengan lebih cepat pula.

Ada beberapa macam jalur fast track yang umumnya dikenal. Di antaranya Fast Track Submission, Editorial Fast Track, Reviewer Fast Track, Express Review, dan Rapid Publication.

Fast track bagi penulis artikel adalah peluang cepat terbit. Sedangkan bagi pengelola adalah tambahan duit.

Paradoks publikasi ilmiah juga dipengaruhi oleh tuntutan para dosen, yang menghendaki mahasiswanya submit dan publish di sebuah jurnal terindeks. Tuntutan itu kadang menjadikan mahasiswa gelap mata. Cara apapun akan ditempuh demi terbit tulisannya.

Tulisan yang diterima akan dijadikan acuan pemberian nilai mata kuliah. Biasanya mereka akan diberi nilai A, asalkan mencantumkan nama dosen dalam tulisannya. Beban terbitan tentu menjadi tanggung jawab para mahasiswa. Namun kalau kebetulan dosennya baik, maka biasanya dibantu.

Hal semacam itu merupakan sebuah dilema yang harus dihadapi oleh para mahasiswa di era sekarang. Mereka terpaksa harus memilih antara idealisme, yaitu dedikasi pada penelitian yang berkualitas dan pragmatisme, di mana mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada, demi kelulusan dan kemajuan karier di masa depan.

Akhir kata, dalam era pendidikan tinggi saat ini, tahapan puncak melalui skripsi, tesis, dan disertasi tidak hanya dianggap sebagai langkah wajib. Tetapi juga sebagai tonggak penting dalam perjalanan ilmiah seorang mahasiswa.

Namun di balik pentingnya tahapan tersebut, tersembunyi kompleksitas dan intensitas yang memerlukan pengorbanan besar dari mahasiswa, seperti pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan dana. Tidak hanya itu, tuntutan untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan semakin meningkat. Menjadi syarat mutlak untuk meraih gelar akademik.

Para mahasiswa harus familiar dengan berbagai istilah dan konsep. Serta menghadapi tuntutan untuk mempublikasikan karya mereka di jurnal-jurnal terindeks. Dengan munculnya tawaran outcome-based education (OBE) sebagai alternatif ujian akhir, mahasiswa dihadapkan pada dilema antara idealisme dan pragmatisme.

Keputusan ini menjadi bagian dari perjalanan intelektual mereka. Di mana mereka harus menavigasi, antara panggilan ilmu dan tuntutan praktis dalam dunia pendidikan tinggi yang kompetitif ini.


Ditulis oleh: Dr. Sigit Haryanto, M.Hum.(Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS)

Sumber: Koran Jawa Pos Radar Solo Edisi Rabu, 20 Maret 2024

Lebih dekat dengan penulis

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.