Pusat Studi Centre for School Nutrition Health Movement (CSNHM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengundang guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SD Muhammadiyah se-Surakarta dalam kegiatan focus group discussion (FGD) yang bertempat di Meeting Room Lantai 2 Perpustakaan & Pusat Layanan Digital Kampus 2 UMS, Jumat (19/7/2024).

Sebanyak 21 guru UKS SD Muhammadiyah se-Kota Surakarta berpartisipasi aktif dalam kegiatan FGD untuk mengevaluasi buku Modul Gizi Kesehatan untuk Menunjang Aktivitas UKS bagi Anak SD Kelas 1-6 dan mendesain professional development bagi guru dalam implementasi modul tersebut.

Kegiatan ini merupakan rangkaian penelitian multi-tahun tim peneliti CSNHM UMS yang diketuai oleh Setyaningrum Rahmawaty, M.Kes., Ph.D., berjudul “Initiate A Health Promoting School Curriculum for Prevention of Stunting and Other Nutrition-health Related Problems: Project Partnership with UNESCO Chair Global Health & Education Through Optimization of UKS”. Riset tersebut didukung pendanaan dari Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Kemendikbudristek melalui skema Riset Fundamental.

Riset yang telah berjalan sejak 2023 ini berkolaborasi dengan UNESCO Chair Global Health & Education (CGHE), sebagai pelopor Health Promoting School (HPS) internasional, di mana Setyaningrum menjadi anggota organisasi tersebut sekaligus koordinator pelaksana MoU antara UMS dan UNESCO CGHE.

“Tahun lalu, kami mengundang semua guru UKS SD Muhammadiyah se-Surakarta untuk menggali implementasi UKS dan kendala-kendala yang mereka hadapi. Kami ingin mengetahui bagaimana sebenarnya peran UKS dalam turut mengatasi problem gizi kesehatan, khususnya stunting di Indonesia yang cukup tinggi beberapa tahun lalu,” ucap Setyaningrum, Senin (22/7/2024).


Setyaningrum dan para peserta tengah mengevaluasi modul, Jumat (19/7/2024). dok.Humas UMS

Keberadaan UKS, tambahnya, memiliki andil besar dalam pencegahan masalah gizi dan kesehatan yang ada di Indonesia saat ini. Perilaku hidup bersih dan sehat serta pencegahan berbagai masalah gizi kesehatan dapat diajarkan sejak awal melalui kurikulum sekolah yang tersistematis, dibandingkan dengan kegiatan insidental.

Dosen Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS itu juga memaparkan hasil FGD tahun lalu, bahwa keberlanjutan dan kendala sumber daya manusia terletak pada guru yang berganti-ganti dan tidak memiliki latar belakang kesehatan yang cukup. Hal tersebut mendorong peran dosen dan peneliti yang menggeluti bidang tersebut.

Berkaca dari pengalaman di luar negeri terkait penyelenggaraan HPS di bawah UNESCO CGHE, penyusunan modul spesifik untuk siswa dapat menjadi solusi. Ia mencoba menerapkan dalam penelitiannya. 

Tahun lalu, Setyaningrum bersama timnya menyusun enam buku berjudul Modul Gizi Kesehatan untuk Menunjang Aktivitas UKS bagi Anak SD Kelas 1-6. Modul tersebut disusun berdasarkan tumbuh kembang anak, kajian masalah gizi kesehatan pada anak sekolah, dan permasalahan yang dihadapi sekolah dalam implementasi kegiatan-kegiatan UKS.

Setyaningrum menargetkan untuk menguji validitas konten dan validitas muka dari modul yang timnya kembangkan sebelum diimplementasikan dalam pilot study tahun depan. Uji tersebut tidak hanya melibatkan guru, tapi juga murid, orang tua murid, pakar bahasa, media, gizi, dokter gigi, fisioterapis dan sanitarian (ahli kesehatan lingkungan).

“Selain itu, konsep implementasi revitalisasi UKS untuk sekolah Muhammadiyah di bawah koordinasi sebuah pusat studi ini, sedang dalam proses submit publikasi internasional,” tutur Setyaningrum.

Dia berharap risetnya dapat menjadi model untuk menjembatani permasalahan implementasi UKS. “Mengingat kesehatan dan mendapatkan informasi kesehatan yang tepat adalah hak setiap anak untuk bekal hidupnya, sebagaimana konsep UNESCO CGHE,” paparnya mengakhiri kegiatan FGD.


Penulis: Yusuf

Editor: Gede

Sumber: News UMS

Lebih dekat dengan Pusat Studi SNHM

Teropong Jagat

image-featured
13 Juni 2026

Begadang jadi hobi mayoritas orang Indonesia. Penggunaan gawai diduga menjadi biang keladinya. Apa dampak begadang bagi tubuh manusia?

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Keberadaan kaum homoseksual di ruang publik menimbulkan keresahan masyarakat. Menambah risiko penyakit menular, termasuk HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
3 Juni 2026

Mikroplastik ditemukan di berbagai bentuk ekosistem di sekitar kita. Mulai dari tanah, tubuh organisme, hingga air hujan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.