Baru-baru ini, Centre for School Nutrition Health Movement (CSNHM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merilis lagu bertajuk “Isi Piringku” yang menjadi bagian buku Modul Gizi dan Kesehatan untuk Menunjang Aktivitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kelas I. Acara tersebut digelar pada Jumat (2/8/2024) di SD Muhammadiyah 1 Surakarta.
Kegiatan edukasi tentang lagu Isi Piringku dan evaluasi modul itu disambut baik pihak sekolah. Saat kegiatan berlangsung, anak-anak sangat antusias menyanyi bersama lagu Isi Piringku dan berkelompok maju ke depan secara bergantian. Setiap anak juga mendapatkan selebaran berisi lagu Isi Piringku dan tautan Youtube yang dapat diputar kembali di rumah.
“Sebelum modul tersebut diimplementasikan untuk siswa, kami ingin mendapatkan masukan dari perwakilan siswa dan orang tua, sehingga modul tersebut dapat diterima anak dengan baik,” ujar Dosen Gizi Klinik Prodi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, Setyaningrum Rahmawaty, M.Kes., Ph.D., Minggu (4/8/2024).
Berikut ini isi lirik lagu “Isi Piringku”
Ayo makan sehat, isi di piringmu
Ada empat macam, isi di piringmu
Nasi sayuran buah dan lauk
Tambah satu minum air yang cukup
Janganlah lupa cuci tanganmu
Biasakan juga aktif bergerak
Perempuan yang akrab disapa Emma itu membeberkan data Kementerian Kesehatan di mana 65 persen anak sekolah tidak melakukan sarapan. Padahal sarapan yang sehat memiliki andil besar dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan kecerdasan anak. Emma mengatakan membiasakan perilaku hidup sehat dan mengontrol berat badan dapat mencegah berbagai keluhan akibat peningkatan asam lambung yang dapat mengganggu aktivitas anak di sekolah.
“Hasil riset kami di sekolah dasar di Surakarta menunjukkan di antara anak yang sarapan, jenis makanan yang dikonsumsi juga belum seimbang dan mencukupi kebutuhan anak, sebagaimana anjuran pemerintah dalam program Isi Piringku melalui Kemenkes,” papar Setyaningrum.
Anak-anak yang tidak sarapan, lanjutnya, umumnya mengandalkan jajan di kantin sekolah atau membeli makanan di penjual jajanan pinggir jalan. Sementara makanan yang tersedia di kantin maupun penjual jajanan, umumnya memiliki porsi kecil dan tidak mencukupi kebutuhan gizi anak karena proses penggorengan dan rendahnya kandungan serat. Data nasional menunjukkan 95 persen anak sekolah memiliki asupan serat rendah.
“Kecukupan serat yang berasal dari sayur dan buah pada asupan anak sekolah dasar di Surakarta sangat rendah. Rata-rata asupan serat hanya 3 gram per hari dan semua anak dikategorikan mengalami kekurangan serat. Kecenderungan berat badan anak berlebih pada anak sekolah juga semakin meningkat. Apalagi aktivitas fisik yang kurang dan bebarengan dengan asupan makanan manis dan gorengan yang meningkat,” jelas Emma.
Anak sekolah mengalami pertumbuhan yang cepat. Emma menekankan anak sekolah harus mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sarapan pagi dianjurkan memenuhi 20-25 persen dari total kebutuhan anak dan mengandung gizi seimbang sesuai pesan Isi Piringku.
Penulis: Yusuf
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







