Pusat Studi Penyakit Kronis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipercaya sebagai pakar kesehatan dalam Focus Group Discussion (FGD) Penjaringan Masukan Penyusunan Rancangan Teknokratik RPJPD Provinsi Jawa Tengah 2025-2045. Acara tersebut digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Jumat (22/09/2023).
FGD diikuti Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed., Direktur RSND Semarang Dr. dr. Sutopo Patria Jati, M.M., M.Kes., Pusat Studi Penyakit Kronis Fakultas Ilmu Kesehatan/Kesehatan Masyarakat UMS Dwi Linna Suswardany, S.K.M., M.P.H., Deputi Direksi Wilayah BPJS Kedeputian Wilayah VI Prof.Dr.Dwi Sarwani Sri Rejeki, S.K.M., M.Kes, dan Dr. Dwi Martiningsih, serta perwakilan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.

FGD dilaksanakan untuk memperoleh masukan khususnya dalam menghadapi tantangan transisi demografi dan transisi epidemiologis serta optimalisasi peran pemerintah provinsi dengan kewenangan yang terbatas dalam pembiayaan kesehatan, penyediaan sumber daya kesehatan, serta ekosistem industri kesehatan termasuk pemanfaatan obat tradisional.
Beberapa masukan dalam FGD ini antara lain peningkatan peran sektor pendidikan dalam pembentukan perilaku hidup sehat di masyarakat, peningkatan manfaat Jaminan Kesehatan Nasional untuk tindakan promotif preventif, redistribusi tenaga kesehatan untuk mendukung transformasi sistem kesehatan, serta alternatif tindakan regeneratif untuk penanganan penyakit degeneratif.
Hasil pelaksanaan FGD akan memperkaya materi untuk penyusunan Rancangan Teknokratik RPJPD Provinsi Jawa Tengah 2025-2045 pada Urusan Kesehatan.
Sumber: Bappeda Jawa Tengah
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







