Program studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melaksanakan program edukasi anatomi tubuh manusia bagi anak-anak usia dini di Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan yang diadakan pada Kamis, 31 Oktober 2024 silam ini menjadi bagian dari program Pengabdian Pada Masyarakat (P2AD) yang bertujuan untuk mengenalkan anak-anak pada bagian-bagian tubuh mereka melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan relevan.
Ketua tim, Taufik Eko Susilo, S.Fis., M.Sc., menyampaikan kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan edukasi anatomi tetapi juga membangun kesadaran sejak dini akan pentingnya kesehatan tubuh. Selain itu, program ini diinisiasi untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak tentang pentingnya mengenal tubuh mereka.

Tim UMS mengadakan pengenalan anatomi tubuh di Desa Mancasan, Baki, Sukoharjo. dok.Humas UMS
“Melalui program ini, kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan menyenangkan bagi anak-anak. Edukasi tentang anatomi tubuh sangat penting sebagai langkah awal untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini,” jelasnya, Rabu (20/11).
Taufik juga melibatkan mahasiswa dari kedua program studi, yakni Ouwada Aiko Suda dari Fisioterapi serta Hillyatul Millah dan Shafa Oktavia Nafisah dari PAUD.
Mereka mengawali pengabdian tersebut dengan sesi perkenalan yang hangat, diikuti dengan aktivitas nyanyian interaktif menggunakan lagu-lagu sederhana yang menyebutkan bagian tubuh, seperti kepala, tangan, dan kaki. Metode ini dipilih karena efektif membantu anak-anak menghafal bagian tubuh sambil tetap merasa terhibur.
Tim kemudian mengadakan permainan visual di mana anak-anak diminta untuk mencocokkan gambar bagian tubuh dengan fungsinya. Aktivitas ini bertujuan untuk mempermudah anak-anak memahami materi.
“Salah satu inovasi utama yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah penggunaan aplikasi edukasi Jelajah Tulang, sebuah platform digital interaktif yang dirancang untuk mempelajari anatomi tubuh melalui cerita berbasis audiobook. Dalam sesi ini, aplikasi digunakan untuk memperkenalkan anatomi tulang dengan pendekatan mendongeng, menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak,” jelas Taufik.
Sebagai penutup, anak-anak diajak bermain dengan kegiatan sensorik, yaitu mencetak tangan mereka menggunakan cat warna di atas kertas. Aktivitas ini berfungsi untuk melatih keterampilan motorik halus anak-anak.
Dengan aktivitas edukatif dan kreatif tersebut, program ini menegaskan peran Fisioterapi UMS dalam menyebarkan edukasi kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak usia dini. Terlebih lagi, program ini menjadi bukti bahwa bidang fisioterapi memiliki cakupan yang luas, seperti mengemas edukasi kesehatan dengan cara yang lebih menarik.
Sebagai mahasiswa fisioterapi, Aiko mengatakan, ingin terus berupaya menanamkan kesadaran kesehatan sejak usia dini. Langkah awalnya bisa dimulai seperti kegiatan edukasi anatomi tubuh ini, “Untuk menciptakan generasi yang lebih sadar akan kesehatan mereka,” ujarnya.
Harapannya, akan ada banyak inisiasi serupa yang diupayakan berbagai pihak. Mereka yakin, edukasi kesehatan yang dikemas dengan menarik akan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Penulis: Maysali
Editor: Sheva
Sumber: News UMS
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







