Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan apa itu Teknik Sipil. Jurusan ini sudah terkenal di mata para pelajar. Banyak kampus di Indonesia sudah membuka jurusan yang satu ini, termasuk Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Teknik Sipil adalah cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang desain, pelaksanaan, dan pengawasan infrastruktur, seperti bangunan gedung, jembatan, jalan, rel, bendungan, dan lain-lain.
Jika kamu selama SMA doyan mata pelajaran Fisika dan Matematika, melanjutkan studi dengan ambil kuliah Jurusan Teknik Sipil bisa jadi pilihan. Kaprodi Teknik Sipil UMS, Anto Budi Listyawan, S.T., M.Sc. membenarkan hal itu.
“Mata pelajaran seperti Fisika dan Matematika adalah ilmu dasar yang harus dikuasai selama SMA, karena nanti akan belajar dua bidang itu sebagai mata kuliah di Teknik Sipil,” ujar pria yang akrab disapa Pak Anto itu.
Nah, apakah kamu juga bercita-cita masuk ke Jurusan Teknik Sipil? Yuk, kenali lebih dekat salah satu prodi unggulan di UMS ini.
Fokus Kuliah Teknik Sipil
Saat mengambil kuliah Jurusan Teknik Sipil di UMS, kamu akan diarahkan untuk mempelajari lima fokus utama. “Lima fokus yang akan dipelajari mencakup perencanaan bangunan struktur, transportasi, hidro, geoteknik, dan pelaksanaan konstruksi,” ujar Anto.
Selain fokus kuliah, Anto mengatakan lama belajar di jurusan ini didesain untuk delapan semester atau berkisar empat tahun. Selama kamu kuliah, kamu tidak hanya belajar teori keteknikan, tetapi juga belajar praktik untuk mengimplementasikan ilmu yang kamu pelajari.
“Mahasiswa jurusan ini akan mempelajari teori dan praktik. Jadi mereka siap untuk memulai karier dan bekerja. Lulusan Teknik Sipil bisa bekerja di industri konstruksi baik sebagai perencana, pelaksana, maupun pengawas pekerjaan konstruksi,” tutur Anto.
Mahasiswa Teknik Sipil juga akan didorong untuk mengikuti kegiatan magang. Kegiatan ini akan menambah pengalamanmu sekaligus belajar mengaplikasikan teori yang selama ini kamu pelajari. Sehingga setelah kamu lulus dan mendapat gelar sarjana Teknik Sipil yaitu S.T. (Sarjana Teknik), kamu akan siap terjun ke industri profesional.
Mata Kuliah Teknik Sipil
Terus Jurusan Teknik Sipil belajar apa, sih? Nah, Pak Anto juga menguraikan mata kuliah apa saja yang bakal kamu pelajari di Teknik Sipil UMS, antara lain:
- Mata Kuliah Universitas (MKDU): Kamu akan mempelajari seputar merupakan keislaman dan kemuhammadiyahan. Kamu juga akan mempelajari materi seputar kebangsaan, kebahasaan, dan life skills.
- Mata Kuliah Fakultas Teknik: Di sini kamu akan mempelajari rekayasa keteknikan dan kemampuan perancangan multidisiplin.
- Mata Kuliah Matematika dan Ilmu Dasar: Seperti mata kuliah Teknik Sipil pada umumnya, kamu akan belajar mengaplikasikan matematika dan ilmu dasar untuk menyelesaikan permasalah Teknik Sipil di lapangan secara tepat. Kamu akan belajar ilmu matematika dan ilmu dasar seperti: Kalkulus, Kimia, hingga Statistika dan Probabilitas.
- Mata Kuliah Teknik Sipil: Kamu akan belajar mata kuliah “klasik”-nya Teknik Sipil seperti: Struktur Beton Balok dan Pelat, Rekayasa Lalu Lintas, Rekayasa Pondasi, Hidraulika, hingga Manajemen Pelaksanaan Konstruksi.
- Mata Kuliah Praktik: Membekali mahasiswa dalam ilmu-ilmu desain bangunan Teknik Sipil dan pengujian di laboratorium, seperti: Praktikum Mekanika Tanah, Tugas Desain Geometrik Jalan Raya, Tugas Irigasi dan Bangunan Air, Tugas Perancangan Portal, Tugas Manajemen Konstruksi.
“Selain mata kuliah tadi, nanti mahasiswa juga akan diarahkan untuk mengambil penjurusan atau peminatan. Yang bisa mengambil peminatan adalah mahasiswa semester tujuh dan delapan. Kalau di UMS ada lima peminatan,” ujar dosen Teknik Sipil UMS itu.
Peminatan studi adalah mata kuliah spesialisasi atau penjurusan yang bisa kamu pilih selama kamu kuliah. Memilih peminatan studi yang tepat akan memperkaya wawasan dan menambah kemampuanmu sebelum terjun ke dunia kerja. Di Jurusan Teknik Sipil UMS, kamu akan memilih salah satu dari lima peminatan. Ke lima peminatan tersebut adalah:
- Struktur: Peminatan ini akan mempelajari seputar material dan simulasi konstruksi bangunan teknik sipil.
- Transportasi: Pada minat studi Transportasi, kamu akan mempelajari manajemen dan sistem transportasi, serta material dan struktur jalan.
- Hidro: Sesuai namanya “Hidro” yang berarti air, kamu akan belajar mengenai sistem dan bangunan keairan.
- Geoteknik: Peminatan ini erat kaitannya dengan unsur kebumian. Kamu akan belajar tentang struktur dan bangunan tanah.
- Manajemen Konstruksi: Pada peminatan ini kamu akan memahami bagaimana manajemen dan metode konstruksi suatu bangunan.
Prospek Kerja Teknik Sipil
Bagi kamu yang masih belum mempunyai gambaran terkait lulusan Teknik Sipil jadi apa atau kerja apa simak penjelasan yang satu ini. Jangan sampai terlewat soalnya peluang kerja Teknik Sipil itu banyak banget dan mempunyai peluang masa depan yang cerah, lho.
“Prospek pekerjaan lulusan sarjana Teknik Sipil sangat terbuka. Apalagi saat ini pemerintah dengan sedang giat-giatnya membangun infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Anto. Menurut dia, lazimnya sektor yang diambil adalah bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, baik perusahaan BUMN maupun swasta. Beberapa pekerjaan Teknik Sipil yang direkomendasikan Anto antara lain:
- Perancang bangunan
- Kontraktor
- Manajer kontraktor
- Manajer proyek
- Pengembang properti
- Surveyor kuantitas
- Konsultan perencana
- Konsultan pengawas
“Selain bekerja di perusahaan konstruksi, lulusan prodi ini juga dibutuhkan di beberapa instansi pemerintah maupun swasta dengan menempati posisi sebagai estimator, programmer, maupun inspektorat,” lanjutnya.
Nah, sebelum masuk ke dunia kerja, Anto mengatakan ada empat skill yang harus dikuasai mahasiswa Teknik Sipil, yakni: Kemampuan desain bangunan Teknik Sipil; menguasai software baik gambar, desain, maupun manajemen pelaksanaan proyek; kemampuan komunikasi; dan kemampuan bekerja dalam tim.
Perbedaan Teknik Sipil dan Arsitektur
Mafhum diketahui Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Arsitektur adalah jurusan yang identik. Namun Anto menyatakan keduanya cukup jauh berbeda. Perbedaannya terletak pada fokus kuliah masing-masing jurusan.
Jurusan Arsitektur merupakan jurusan yang mempelajari proses produksi gambar rencana suatu proyek konstruksi. Jurusan ini akan membuat rancang bangun dalam bentuk desain konstruksi.
Sedangkan, Jurusan Teknik Sipil bertanggung jawab menerjemahkan gambar rancang bangun yang dibuat arsitek ke dalam aktivitas desain struktur, biaya, dan pelaksanaannya proyek di lapangan.
“Dari gelar akademis pun berbeda. Lulusan Arsitektur akan mendapat gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars.),” pungkas Anto.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







