Muhammadiyah menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini digunakan Muhammadiyah.

Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Ruswa Darsono menjelaskan penetapan ini termaktub dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025. Ruswanto menyebut Idulfitri tahun ini berpotensi dirayakan serentak. 

“Alhamdulillah, jika perhitungan pemerintah juga sama, maka Idulfitri tahun ini dapat dirayakan secara serentak,” ujarnya, Senin (24/3).

Ia juga mengajak umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk memanfaatkan akhir Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah. Harapannya agar umat Islam dapat meraih malam Lailatul Qadar dan menutup Ramadan dengan keberkahan.

“Semoga kita semua dapat mengisi bulan suci ini dengan amalan yang berkualitas, sehingga menambah nilai ibadah kita,” tambahnya.


Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Ruswa Darsono. Humas UMS/Yusuf Ismail

Ruswa, yang juga pengajar Ilmu Falak di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) PWM Jawa Tengah, menjelaskan bahwa metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah didasarkan pada dalil syar’i serta prinsip ilmu pengetahuan. 

“Perhitungan ini memastikan bahwa Ramadan tahun ini akan berlangsung selama 30 hari,” lanjut Ruswa.

Selain itu, ia menegaskan Muhammadiyah akan beralih menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal mulai tahun 1447 H. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan kepastian dalam penetapan kalender Islam di masa mendatang.

“Semoga kita merayakan Idulfitri dengan semangat kebersamaan yang lebih baik,” kata dia.


Penulis: Fika Annisa Sholihah’

Editor: Gede Arga Adrian

Kiprah

image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Mei 2026

Seorang dokter tak hanya dituntut cermat mendiagnosis, tetapi juga piawai memahami pasien secara utuh. Itulah alasan Yusuf Alam Romadhon merintis Prodi Kedokteran Keluarga Layanan Primer di UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
1 April 2026

Pengalaman Salsabila Khoirun Nisa terjun langsung ke masyarakat membentuk minatnya menjadi surveilans epidemiologi dan pencegahan penyakit berbasis data.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.