Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. mengupas secara mendalam mengenai peta jalan menuju peneliti unggul. Harun, yang juga merupakan Rektor BIM University ini, menekankan pentingnya adopsi paradigma transformasi dan inovasi akademik.
Hal tersebut ia sampaikan dalam forum Workshop Bina Talenta bertajuk “Penguatan Talenta Akademik melalui Inovasi Teknologi dan Hilirisasi Riset untuk Meningkatkan Daya Saing di Kabupaten Purworejo” yang digelar oleh Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia (Ibisa) Purworejo, Kamis (6/8/2026). Bertempat di Ballroom Ibisa Purworejo, kegiatan ini bertujuan merumuskan langkah strategis dalam mentransformasi riset kampus agar memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Paradigma yang perlu diadopsi menurut Harun adalah paradigma transformasi dan inovasi akademik Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berdampak, meningkat, dan berkelanjutan. Harun menggarisbawahi kunci kemajuan perguruan tinggi di era modern terletak pada kerja kolaboratif.
“Jika Ibisa ingin menjadi institusi yang unggul, strategi terpentingnya adalah berlari cepat secara berjamaah. Jangan berlari cepat sendiri-sendiri secara individual. Akselerasi kampus hanya bisa dicapai melalui tradisi teamwork, sinergi lintas disiplin, dan kebersamaan,” tegas Harun.
Menurutnya, perguruan tinggi berdampak berarti riset dan pengajaran harus memberikan efek perubahan nyata bagi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara meningkat berarti adanya pertumbuhan mutu akademis, publikasi, dan daya saing institusi yang terukur dari waktu ke waktu.
Indikator berkelanjutan, katanya, berarti keilmuan dan produk inovasi yang diciptakan tidak boleh berhenti pada satu periode, melainkan terus berkembang, bertransformasi, serta dapat dimanfaatkan oleh lintas generasi.
Khusus untuk jajaran mahasiswa, Harun memberikan dorongan karakter agar menjadi pribadi yang faster, better, dan cheaper. Mahasiswa harus memiliki ketangkasan dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital dan responsif terhadap dinamika perubahan zaman.
Harun menyebut mahasiswa harus mampu menghasilkan mutu karya, pemikiran, dan etika kerja yang melampaui standar rata-rata. Tidak kalah penting, mahasiswa harus mampu mengoptimalkan sumber daya secara efisien, cerdas, dan bijak tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.
Tak hanya itu, Harun juga membekali mahasiswa dengan konsep penguatan kompetensi talenta holistik. Kompetensi ini adalah penguasaan fondasi utuh yang mencakup tiga dimensi utama kehidupan, yaitu kemampuan untuk hidup, kemampuan bersosialisasi, dan kemampuan profesional.
Dalam kegiatan workshop ini, turut hadir narasumber lintas sektor, yakni anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo, perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Pandji Cepi, serta Ketua Yayasan Bhakti Putra Bangsa Purworejo Sarwoko.
Dalam sambutannya, Bramantyo Suwondo memotivasi para mahasiswa Ibisa untuk terus memacu semangat belajar demi kemajuan daerah. Ia menekankan masa depan dan arah pembangunan daerah berada di tangan generasi muda saat ini.
“Kalianlah yang akan membangun Kota Purworejo ini. Terdapat banyak contoh putra-putri Purworejo yang diperhitungkan di kancah nasional karena berhasil menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan. Hal ini membuktikan bahwa potensi kalian sangat besar untuk bersaing dan memimpin,” ujar Bramantyo.
Dalam sesi pemaparan materi, Pandji Cepi dari Kemdiktisaintek RI memaparkan tentang arah dan kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong riset yang memiliki daya guna langsung. Menurutnya, riset perguruan tinggi kini tidak boleh lagi berhenti hanya sebagai dokumen laporan atau publisitas akademis belaka, melainkan harus dihilirisasikan menuju produk inovasi yang menjawab kebutuhan industri dan menyelesaikan permasalahan konkret masyarakat.
Rangkaian sesi ilmiah ini ditutup oleh paparan Ketua Yayasan Bhakti Putra Bangsa Purworejo Sarwoko, yang menekankan urgensi penerapan riset berbasis masalah. Ia mendorong agar civitas academica Ibisa senantiasa menjadikan isu-isu strategis dan potensi lokal di Kabupaten Purworejo sebagai orientasi utama dalam penyusunan topik penelitian, sehingga solusi akademis yang dihasilkan dapat langsung diterapkan untuk kesejahteraan daerah.
Penulis: Maysali Sudarwati
Editor: Fika Annisa’ Sholihah
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







