Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 secara hibrid di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS, Sabtu (6/9/2025).
Direktur Pascasarjana UMS Prof. Farid Wajdi, S.E., M.M., Ph.D. menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru dari dalam dan luar negeri. Tercatat mahasiswa asing yang hadir berasal dari Afrika, Kenya, Sudan, Taiwan, Thailand, Pakistan, dan Timor Leste.
“Kegiatan ini untuk mengenalkan bagaimana cara mereka kuliah, bagaimana mengurusi administrasi, dan khususnya menyelesaikan studinya nanti,” kata Farid.

Suasana acara kian meriah saat perwakilan mahasiswa asing diminta memperkenalkan diri. Satu per satu mahasiswa dari Pakistan, Palestina, Uganda, Thailand, Malawi, Rwanda, Saudi Arabia, Yaman, Timor Leste, hingga Suriah menyebutkan nama dan asal negaranya.
Selain pengenalan akademik, lanjutnya, mahasiswa juga diperkenalkan dengan sarana dan prasarana pendukung kampus. Mulai dari laboratorium, sistem teknologi informasi, perangkat lunak, hingga pelatihan kokurikuler. Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung keberhasilan studi mahasiswa S2 dan S3.
UMS juga menyiapkan dukungan pembiayaan bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa berprestasi maupun kader persyarikatan, tersedia skema beasiswa hingga 50 persen. Sementara untuk mahasiswa asing, peluang pembiayaan dibuka melalui kerja sama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan LazisMu. “Kebijakan ini agar semakin banyak talenta global yang bisa belajar di UMS,” ujar Farid.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menegaskan pihaknya membuktikan bahwa UMS sudah menjadi rumah bersama mahasiswa dunia.
Ia juga menyampaikan secara keseluruhan UMS memiliki 28 program studi pascasarjana, terdiri dari 20 program magister dan 8 program doktor. “UMS termasuk perguruan tinggi swasta di Indonesia yang memiliki program S2 dan S3 terbanyak,” ujarnya.
Saat ini, UMS tengah mengembangkan program doktor baru, yaitu S3 Informatika, S3 Kesehatan, dan S3 Kedokteran. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan vertikal untuk memperkuat kapasitas akademik dan riset universitas.
Lebih lanjut, Harun mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar mahasiswa asing untuk program pascasarjana UMS mencapai 5.800 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 mahasiswa diterima pada tahun ini. “Secara keseluruhan, mahasiswa asing yang saat ini studi di UMS berasal dari 38 negara,” jelasnya.
Ia menambahkan, UMS mengusung visi besar sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang islami. Visi tersebut dirumuskan dalam konsep I'M UMS: Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainable.
“Untuk memberi arah perubahan, pada periode empat tahun ke depan UMS menetapkan 7 prioritas, 7 strategi, dan 7 dampak,” tuturnya.
Penulis: Alvian Rizky Prasetya
Editor: Fika Annisa Sholihah
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







