Dalam upaya meningkatkan kualitas bimbingan karier bagi siswa, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop bertajuk "Strategi Deep Learning dalam Konseling Karier: Menjembatani Siswa ke Perguruan Tinggi" yang menghadirkan pakar pendidikan Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., sebagai pembicara utama. 

Acara yang berlangsung di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS pada Selasa (20/5/2025) ini dihadiri oleh puluhan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari berbagai sekolah mitra. 

Laili memulai pemaparannya dengan mengungkap fakta mencengangkan tentang kebiasaan generasi muda yang menghabiskan rata-rata tujuh jam sehari untuk bermain gim dan media sosial. Menurutnya, tantangan terbesar pendidik saat ini adalah bersaing dengan algoritma media sosial yang begitu menggoda perhatian siswa. 

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMS itu kemudian menjelaskan konsep mendalam tentang perbedaan surface learning dan deep learning dalam konteks konseling karier. "Kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konseling konvensional. Pendekatan deep learning menjadi solusi untuk menjawab tantangan ini," tegasnya saat menjelaskan materi, Selasa (20/5/2025).  


Para peserta workshop tengah memperhatikan pemaparan pembicara, 20 Mei 2025. Humas UMS/Luqman Hakim

Surface learning digambarkan sebagai pola pikir siswa yang memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan teman atau pertimbangan pragmatis semata, tanpa memahami passion dan potensi diri sebenarnya. Sementara deep learning ditekankan sebagai proses pembelajaran bermakna yang melibatkan refleksi mendalam tentang nilai-nilai hidup dan tujuan jangka panjang lantaran reflektif, terintegrasi, dan matematik.

"Deep learning ini akan membantu siswa untuk menemukan makna, tujuan, dan apa hak mereka satu-satunya," sambung dia. 

Di sisi lain, Laili juga menyoroti fenomena 'jualan diri' di media sosial yang semakin marak di kalangan generasi muda. Dirinya bahkan pernah menemui kasus siswa yang rela mengorbankan kebutuhan pokok hanya untuk membeli gawai terbaru demi pengakuan sosial. "Ini menjadi tantangan serius dalam membangun kesadaran karier yang autentik," ujarnya.  

Workshop ini tidak hanya berisi teori, namun juga memberikan berbagai metode praktis yang bisa langsung diterapkan di sekolah. Laili mencoba mendemonstrasikan teknik penulisan jurnal refleksi diri yang bisa membantu siswa memahami minat dan potensinya. 

Diperkenalkan pula metode proyek karier, dimana siswa diajak mewawancarai alumni untuk memahami realita dunia kerja, serta simulasi langsung berbagai profesi. Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi tanya jawab. 

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menerapkan strategi deep learning dalam bimbingan karier di masing-masing sekolah. UMS berencana akan melanjutkan kolaborasi ini melalui seri workshop lanjutan dengan topik-topik yang lebih spesifik.


Penulis: Genis Dwi Gustati

Editor: Fika Annisa Sholihah

Teropong Jagat

image-featured
24 Juli 2026

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen. Keputusan ini menepis isu kenaikan BI Rate menjadi 6 persen yang beredar beberapa hari sebelumnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
17 Juli 2026

Gaya komunikasi pejabat publik terus menuai sorotan. Berujung blunder dan memicu kekecewaan rakyat.

image-featured
9 Juli 2026

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, “wellness tourism” di Indonesia semakin dilirik sebagai suatu kebutuhan. Diprediksi bernilai miliaran dolar AS.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.