Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah tamu internasional bertema “AI in Education” yang menghadirkan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technischen Universität Dresden, Jerman.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi PTI UMS Sukirman, Ph.D. yang menekankan pentingnya kecerdasan artifisial dalam membentuk ekosistem pendidikan masa depan.

“Pemahaman AI tidak hanya penting dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi pedagogik dan pengembangan kompetensi manusia,” ungkap Sukirman saat diwawancarai pada Rabu (17/12/2025).

Pada sesi utama, Thomas Köhler memaparkan bagaimana AI dan teknologi pembelajaran telah memengaruhi pendidikan tinggi di Jerman selama satu dekade terakhir. Meskipun struktur institusi pendidikan belum berubah secara drastis, ia menjelaskan AI telah mengubah cara mahasiswa mengakses informasi, cara belajar, serta peran dosen dalam proses pembelajaran.

“Teknologi seperti large language models dinilai mampu mengubah cara manusia bekerja sama dengan pengetahuan dan mencari informasi,” tegasnya. 

Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universität Dresden, Jerman, saat memberikan materi dalam kuliah tamu internasional, 17 Desember 2025. Dok.Humas UMS

Lebih lanjut, ia membahas transformasi digital di lingkungan akademik, termasuk pergeseran dari pembelajaran berbasis ruang fisik menuju ekosistem pembelajaran digital dan hybrid. Universitas, termasuk TU Dresden, kini menawarkan berbagai program pembelajaran daring dan luring sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat global. Menurutnya, kondisi ini menuntut lahirnya keterampilan profesional baru serta budaya belajar yang berkelanjutan.

Dalam konteks integrasi AI di pendidikan, Köhler menjelaskan bahwa interaksi pembelajaran saat ini tidak lagi hanya melibatkan dosen dan mahasiswa, tetapi juga sistem AI sebagai mitra. Ia mencontohkan pengembangan mentor AI dan chatbot akademik yang digunakan untuk mendukung pembelajaran dan layanan administrasi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa peran dosen tetap krusial sebagai pembimbing, pendamping, dan pemberi pengalaman belajar yang personal.

“Ini juga menjadi penting dalam penguasaan literasi data dan keterampilan AI bagi pendidik dan mahasiswa. AI bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk memperluas kapasitas belajar dan mengajar. Di sisi lain, mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab dan memahami keterbatasannya,” paparnya.

Pada sesi diskusi, Köhler turut menjawab pertanyaan terkait peluang studi lanjut di Jerman, termasuk ketersediaan program internasional dan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

Ia menyampaikan perbedaan budaya akademik tidak terlalu signifikan, dan mahasiswa internasional memiliki peluang besar untuk berkembang selama memenuhi persyaratan akademik dan bahasa.


Penulis: Fika Annisa’ Sholihah

Editor: Maysali Sudarwati

Teropong Jagat

image-featured
24 Juli 2026

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen. Keputusan ini menepis isu kenaikan BI Rate menjadi 6 persen yang beredar beberapa hari sebelumnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
17 Juli 2026

Gaya komunikasi pejabat publik terus menuai sorotan. Berujung blunder dan memicu kekecewaan rakyat.

image-featured
9 Juli 2026

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, “wellness tourism” di Indonesia semakin dilirik sebagai suatu kebutuhan. Diprediksi bernilai miliaran dolar AS.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.