Rombongan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melanjutkan kunjungan ke SMK Industri MM2100 Cibinong, Bogor, Jawa Barat, dalam rangka Benchmark Akselerasi Digital Platform. Kegiatan itu diinisiasi Biro Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMS bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMS.

Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. E.M. Sutrisna, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan UMS banyak belajar dari kegiatan ini, khususnya dalam hal disiplin dan penerapan nilai-nilai di sekolah.

“Saya mengapresiasi sambutan yang luar biasa dari pihak tuan rumah dan menekankan pentingnya hubungan erat antara pendidikan dan industri untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja,” ungkapnya, Senin (21/10/2024).

Ketua IKA UMS sekaligus Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Aditya Warman, MBA., mengatakan kolaborasi yang harmonis antara para pemangku kepentingan termasuk eksekutif, pendidik, dan pelaku industri sangat penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat di Indonesia.

“Meskipun perkembangan mungkin terasa lambat atau kecil, setiap perbaikan dan kemajuan kecil mencerminkan komitmen yang kuat untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik, sejalan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya.


Foto bersama perwakilan UMS dengan perwakilan SMK Mitra Industri MM 2100. dok.Humas UMS

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Mitra Industri Mandiri, Darwoto, S.E., berbagi pandangan tentang pentingnya adaptasi pendidikan vokasi dan strategi peningkatan kualitas pendidikan di era industri yang semakin dinamis.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus terus berinovasi dan beradaptasi agar relevan dengan perkembangan industri.

“Tantangan utama yang dihadapi adalah menjembatani kemitraan antara sekolah-sekolah vokasi dan industri. SMK Mitra Industri diharapkan dapat menjadi penghubung antara sekolah vokasi di Indonesia dengan sektor industri, memperkaya pengalaman siswa,” paparnya.

Darwoto juga menyoroti pentingnya pengembangan model pendidikan di kawasan industri, yang memungkinkan siswa belajar langsung di lingkungan kerja, serta penekanan pada pengembangan tenaga pengajar agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurut Kepala SMK Mitra Industri 2100, Lispiyatmini, M.Pd., SMK Mitra Industri 2100 berhasil menciptakan sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui konsep ”match and link”.

“Dengan nilai, visi, dan misi yang kuat, serta inovasi dalam pengembangan, SMK ini menjadi model pendidikan yang relevan dan adaptif,” ujarnya dengan penuh rasa semangat.

Selain itu, tambahnya, penguatan kemampuan bahasa asing dan rencana pengembangan otomasi dan kecerdasan artifisial memperkuat komitmen SMK ini dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan industri global.


Penulis: Fika

Editor: Gede

Sumber: News UMS

Teropong Jagat

image-featured
1 Agustus 2026

Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia. Memantik lahirnya kedai-kedai kopi baru, sekaligus membuat persaingan industri kopi kian sengit.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
24 Juli 2026

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen. Keputusan ini menepis isu kenaikan BI Rate menjadi 6 persen yang beredar beberapa hari sebelumnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
17 Juli 2026

Gaya komunikasi pejabat publik terus menuai sorotan. Berujung blunder dan memicu kekecewaan rakyat.

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.