Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi persiapan menghadapi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Rapat tersebut dilaksanakan pada Senin (16/3) di Ruang Sidang BPH Gedung Induk Siti Walidah.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, kepala badan dan biro, sejumlah ketua program studi, sekretaris program studi, serta unit jaminan mutu dari berbagai jenjang program pendidikan di lingkungan UMS.

Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menegaskan persiapan AIPT merupakan kerja kolektif seluruh elemen universitas. Ia menyampaikan upaya peningkatan kualitas institusi membutuhkan kolaborasi semua unit dan program studi.

Menurutnya, hasil rapat sebelumnya mencatat sejumlah poin penting yang perlu segera ditindaklanjuti bersama oleh fakultas dan program studi. Terutama berkaitan dengan kelengkapan data akademik, pelibatan dosen dalam kegiatan pembelajaran, serta sinkronisasi laporan yang menjadi bagian dari proses akreditasi institusi.

“Universitas tidak bisa bekerja sendiri. Ini adalah kerja bersama. Semua pihak perlu berkontribusi agar data dan kinerja akademik yang dimiliki benar-benar tercermin dengan baik dalam proses akreditasi,” ujar Harun.

Ia juga menekankan pentingnya pelaporan aktivitas akademik dosen secara lengkap, termasuk dalam skema tim pembelajaran. Menurutnya, setiap dosen yang terlibat dalam pembelajaran perlu tercatat dalam sistem pelaporan agar kontribusinya dapat diakui secara resmi. 

Suasana rapat koordinasi di Gedung Induk Siti Walidah UMS, 16 Maret 2026. Humas UMS/Azhar Muzaqqi

Selain itu, UMS juga terus mendorong penguatan internasionalisasi melalui keterlibatan dosen asing dalam proses pembelajaran. Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan team teaching berbasis hybrid dengan melibatkan akademisi dari luar negeri.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional UMS, termasuk dalam mendukung peluang dosen asing menjadi academic reviewer prospect dalam pemeringkatan global.

Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMS Hari Prasetyo, S.T., M.T., Ph.D. menjelaskan masa berlaku akreditasi institusi UMS akan berakhir pada 28 Desember 2026 sehingga proses persiapan harus dilakukan secara matang sejak sekarang.

Ia menambahkan instrumen akreditasi terbaru mengharuskan banyak data diambil langsung dari sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Hal ini membuat ketepatan dan kelengkapan pelaporan data akademik menjadi faktor yang sangat menentukan dalam proses penilaian.

Melalui rapat koordinasi tersebut,, sehingga mampu mempertahankan reputasi institusi sekaligus memperkuat posisi UMS sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat nasional maupun internasional.


Penulis: Yusuf Ismail

Editor: Maysali Sudarwati

Teropong Jagat

image-featured
13 Juni 2026

Begadang jadi hobi mayoritas orang Indonesia. Penggunaan gawai diduga menjadi biang keladinya. Apa dampak begadang bagi tubuh manusia?

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Keberadaan kaum homoseksual di ruang publik menimbulkan keresahan masyarakat. Menambah risiko penyakit menular, termasuk HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
3 Juni 2026

Mikroplastik ditemukan di berbagai bentuk ekosistem di sekitar kita. Mulai dari tanah, tubuh organisme, hingga air hujan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.