Apa itu Puasa Arafah?
Keutamaan Puasa Arafah
Niat dan Tuntunan Puasa Arafah
Hukum Puasa Arafah

Hari raya Iduladha tidak lengkap rasanya tanpa menjalankan puasa Arafah. Tahukah kamu kalau puasa Arafah mempunyai segudang keutamaan bagi yang menjalankannya? Lantas kapan waktu pelaksanaan puasa Arafah? Atau bagaimana asal usul puasa Arafah?

Apa itu Puasa Arafah?

Ketua Pusat Studi Dakwah dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Mujazin, S.Pd., M.A., mengatakan puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan satu hari sebelum Iduladha. 

Puasa Arafah dilaksanakan tanggal 9 Zulhijah. Puasa Arafah tahun 2024 akan jatuh pada tanggal 16 Juni 2024. Keputusan tersebut termaktub dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024. Ibadah tersebut dilaksanakan bertepatan dengan umat Islam yang melaksanakan wukuf di Arafah.

“Puasa Arafah adalah praktik puasa yang dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW untuk orang-orang yang tidak berhaji,” papar Mujazin saat dihubungi melalui telepon, Jumat (31/5/2024).

Ibadah tersebut dilakukan, sebab Rasulullah melarang umat Islam yang berhaji untuk berpuasa selama wukuf di Padang Arafah, seperti dalam hadis berikut:

Dari ‘Ikrimah Maulb ibn ‘Abbas (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya menemui Abū Hurairah di rumahnya dan menanyakan tentang puasa hari Arafah di padang Arafah, beliau menjawab: Rasulullah SAW melarang puasa hari Arafah di padang Arafah [HR Aḥmad, Abu Dawad dan Ibn Majah].

Keutamaan Puasa Arafah

Mujazin menyebut puasa Arafah mempunyai keutamaan yang besar bagi umat Islam yang menjalankannya. Keutamaan pertama ialah menghapus dosa selama satu tahun sebelum dan satu tahun sesudahnya. Mujazin mendasarkan pendapatnya pada hadis berikut:

Dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW ditanya … tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: (Puasa hari Arafah itu) menghapus dosa-dosa satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang… [HR jamaah ahli hadis kecuali al-Bukhari dan at-Tirmizi]. 

Keutamaan kedua adalah meningkatkan keimanan umat Islam. Mujazin mengatakan, puasa Arafah menjadi momentum umat Islam untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Ketiga, puasa Arafah mempunyai pahala yang besar. Menurut Mujazin, hal ini karena puasa Arafah bertepatan dengan amalan atau kegiatan yang mulia dalam Islam, yakni rangkaian ibadah haji. 

Selain itu, terdapat hadis yang menyebut bahwa puasa Arafah merupakan salah satu hari di mana amalan salah di hari itu mendapatkan cinta kasih Allah SWT, seperti tercantum dalam hadis berikut:

Dari Ibn ‘Abbas (diriwayatkan) ia berkata: Rasulullah saw pernah bersabda: Tidak ada hari di mana suatu amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Zulhijah). Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Beliau menjawab: Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah,kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak kembali (meninggal di jalan Allah) [HR Aḥmad, Abu Dawud, at-Tirmizi dan Ibn Majah].

Niat dan Tuntunan Puasa Arafah

Lalu apa niat puasa Arafah? Mujazin mengatakan tidak ada niat atau bacaan khusus untuk mengawali ibadah tersebut. Ia mendasarkan argumennya pada putusan tarjih Muhammadiyah. 

“Dalam putusan himpunan putusan tarjih Muhammadiyah, niat adalah amalan hati. Maka niat cukup dan sah kalau dilakukan dalam hati,” kata dia.

Mujazin menyebut ada beberapa amalan yang dapat dilakukan umat Islam selama puasa Arafah, baik sebelum puasa, maupun saat puasa. Amalan tersebut antara lain:

  • Niat puasa karena Allah saat sahur atau saat puasa
  • Memperbanyak ibadah, baca Al-Qur’an, zikir, dan selawat pada tanggal 1 - 10 Zulhijah
  • Khusus di hari puasa Arafah, umat Islam dianjurkan mendoakan umat Islam yang sedang berhaji agar diberi kekuatan

Hukum Puasa Arafah

Lalu bagaimana hukum puasa Arafah dalam Islam? Mujazin mengatakan hukum puasa Arafah adalah sunah muakad. 

Sunah muakad adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Anjuran tersebut karena ganjaran pahala yang besar jika umat Islam melakukan ibadah sunah muakad.  

“(Puasa Arafah) Sangat dianjurkan karena keutamaannya jelas dan dalilnya jelas. Seperti Qurban kan sunnah muakkad yang dianjurkan,” jelas Mujazin.

Dengan ganjaran pahala yang begitu besar, serta ampunan dosa yang berlimpah, Mujazin mengajak umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa Arafah. Sebab sangat disayangkan jika umat Islam sampai melewatkan ibadah spesial yang satu ini.

“Jangan karena ini ibadah sunah terus ditinggalkan begitu saja. Ini ibadah yang spesial,” pungkas Mujazin.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Teropong Jagat

image-featured
24 Juli 2026

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 5,75 persen. Keputusan ini menepis isu kenaikan BI Rate menjadi 6 persen yang beredar beberapa hari sebelumnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
17 Juli 2026

Gaya komunikasi pejabat publik terus menuai sorotan. Berujung blunder dan memicu kekecewaan rakyat.

image-featured
9 Juli 2026

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, “wellness tourism” di Indonesia semakin dilirik sebagai suatu kebutuhan. Diprediksi bernilai miliaran dolar AS.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.