Umat Islam tengah berlomba-lomba mencari pahala di bulan suci Ramadan. Amalan baik senantiasa dilakukan sebab Allah menjanjikan ganjaran bekali lipat. Salah satu amalan yang lazim dilakukan selama Ramadan adalah membaca Al-Qur’an.
Khatam Al-Qur’an adalah kegiatan menamatkan membaca Al-Qur’an. Khatam merupakan serapan dari bahasa Arab yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tamat atau selesai.
Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., mengatakan ada banyak keutamaan yang terkandung dalam kegiatan khatam Al-Qur’an. Hal ini tidak lepas dari peristiwa diturunkannya Al-Qur’an untuk pertama kali oleh Malaikat Jibril pada bulan Ramadan.
“Al-Qur’an ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadan yang penuh kemuliaan. Sehingga semua hal yang melekat dengan Al-Qur'an itu akan menjadi mulia karena Al-Qur’an itu sendiri adalah kemuliaan,” tutur Subhi kepada kami, Selasa (19/3/2024). Mereka yang senantiasa membaca dan memahami Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan.
Kemuliaan tersebut semakin berlipat ganda manakala bulan suci Ramadan tiba. Subhi mengatakan jika Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meraih kemuliaan dari Allah dengan mendekatkan diri pada Al-Qur’an.
“Banyak sekali hadis yang mengatakan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang sangat dianjurkan untuk kita mendekat kepada Allah dengan membaca Al-Qur’an. Terutama dari sisi pahala dan ganjaran yang Allah siapkan,” lanjut dia.
Ketika umat Islam membaca satu huruf dalam Al-Qur’an, maka akan diganjar dengan berlipat-lipat kebaikan. Subhi menyebutkan hadis Ibnu Mas’ud yang berbunyi "barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya."
“Rasul kemudian menambahkan, ‘alif-lam-mim’ itu tidak satu huruf tetapi tiga huruf. Kalau satu hurufnya ada kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh, maka kita bisa melihat pelipatgandaan yang tidak biasa yang Allah berikan di bulan Ramadan,” sambung Subhi.
Tips Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadan
Di bulan penuh kemuliaan ini, Subhi mengajak umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebab Allah sedang memberikan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya.
“Banyak ganjaran dan kebaikan berlipat ganda yang Allah berikan sepanjang bulan Ramadan. Allah berikan pahala secara cuma-cuma dan banyak kebaikan lain yang tak terduga di luar perhitungan manusia,” jelas Dosen Hukum Ekonomi Syariah itu.
Kegiatan khatam Al-Qur’an dapat dilakukan oleh umat Muslim dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Sebagai seorang mahasiswa tentu disibukkan dengan rutinitas harian yang padat. Mulai dari belajar, kuliah praktik, mengikuti kegiatan ormawa, maupun kegiatan lain di luar kampus. Tak jarang banyak pula yang mengikuti magang, kerja lepas, maupun kerja paruh waktu. Subhi memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan mahasiswa yang ingin mengkhatamkan Al-Qur’an di tengah rutinitas sebagai mahasiswa.
- Tanamkan niat yang kuat untuk mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadan. Niat yang baik akan memudahkan jalan menuntaskan bacaan firman Allah.
- Harus punya target khatam Al-Qur'an. Kalau sudah memasang target, maka target harus dibayar dengan kesadaran bahwa Ramadan waktunya tidak lama, sehingga harus tuntas dalam waktu satu bulan.
- Jika ingin menjalankan satu kali khatam selama Ramadan, maka bisa membagi target khatam Al-Qur'an ke dalam pecahan kecil. Misalnya, setelah salat dilanjutkan dengan membaca dua lembar (empat halaman) Al-Qur’an. Maka akan membantu memudahkan diri sendiri untuk menuntaskan bacaan kitab suci.
- Jika ingin menambah target khatam, maka jumlah lembar yang harus dibaca juga bisa ditambah. Misalnya, setelah salat membaca empat halaman, enam halaman, dan seterusnya.
- Menggunakan metode one day one juz. Metode ini akan memudahkan kita untuk menargetkan bacaan Al-Qur’an setiap harinya. Al-Qur’an memuat 30 juz. Jika menggunakan metode ini, maka proses khatam akan memakan waktu selama satu bulan.
- Memilih lingkungan pertemanan yang tepat. Circle pertemanan yang toksik akan menghambat proses khatam Al-Qur’an. Carilah komunitas pertemanan yang memiliki target untuk meraih kemuliaan di bulan Ramadan, salah satunya lewat khatam Al-Qur’an.
Salah satu mahasiswa UMS yang rutin mengkhatamkan Al-Qur’an dan kini tengah menjalankan misi menuntaskan kalam Allah adalah Fauzan Muhammad Ihsan. Dihubungi terpisah, Fauzan menuturkan kesibukannya bukan penghalang untuk memburu kemuliaan di bulan Ramadan.
“Aku sendiri selalu pasang target berapa kali khatam setiap Ramadan. Tahun ini aku pasang target tiga kali khatam,” tutur Fauzan, Senin (18/3/2024).
Untuk menuntaskan target tiga kali khatam itu, Fauzan membaca enam lembar Al-Qur’an (sekitar dua belas halaman) pada waktu salat. Dengan hitungan seperti itu, maka Fauzan dapat menuntaskan bacaan sebanyak tiga juz setiap harinya.
Disinggung mengenai kesibukannya sebagai mahasiswa, Ia optimis mampu menuntaskan targetnya. Baginya, persoalan waktu tergantung bagaimana mahasiswa mampu disiplin mengatur waktu. “Khatam itu bukan menunggu waktu luang, tetapi kita yang harus meluangkan waktu dan memprioritaskannya,” tegas dia.
Khatam Quran di Mata Mahasiswa
Fauzan karib dengan Al-Qur’an sejak kecil. Ia bahkan telah menuntaskan membaca kalam Allah sejak belia.
“Pertama kali khatam itu waktu SMP, mungkin umur 13-an tahun. Nah, di usia itu saya merasa berat untuk menyelesaikannya karena mindset saat itu puasa biar tidak berasa, solusinya ya main gim atau tidur untuk membunuh waktu. Setelah dipaksa untuk konsisten, alhamdulillah berhasil khatam (Al-Qur’an),” ujar mahasiswa yang akrab disapa Fauzan itu, Jumat (15/3/2024).
Pengalaman pertamanya itu berhasil menumbuhkan semangat untuk mencintai dan mendalami Al-Qur’an. Pada Ramadan berikutnya, Fauzan merasa lebih ringan dalam menamatkan kalam Allah. Ia telah menemukan pola yang tepat untuk menyelesaikan bacaannya.
“Yang penting itu membangun habit atau kebiasaan khatam Qur’an dan menanamkannya kepada diri kita,” ujar dia. “Awalnya pasti terasa berat dan harus dipaksa. Insyaallah setelah menjalani proses di awal, maka selanjutnya pasti akan lebih mudah.”
Pria yang mengidolakan Utsman bin Affan itu termotivasi agar lebih dekat kepada Allah SWT melalui proses khatam Al-Qur’an. Dalam pandangannya, membaca Al-Qur’an adalah cara seorang hamba berinteraksi kepada Sang Khalik.
“Kalau kata sahabat nabi, Utsman bin Affan, ‘Jika hati kita bersih, tidak akan pernah kenyang dan puas membaca Al-Qur’an.’ Maka harus diniatkan juga untuk membersihkan hati, meningkatkan iman, dan memperbaiki hubungan dengan Allah,” sambung Fauzan. Ada sebuah ketenangan yang ia dapatkan setelah mengkhatamkan wahyu Allah itu, serta rasa syukur menjadi hamba terpilih untuk membumikannya.
Bukan Sekadar Menamatkan
Memaknai khatam Al-Qur’an bukan sekadar menamatkan bacaannya saja, melainkan menghayati dan memahami setiap ayat yang terkandung di dalamnya. Fauzan melihat proses khatam harus dibarengi dengan mengamalkan Al-Qur’an sebagai sebuah rangkaian, sebab setiap firman Allah mengandung petunjuk untuk menjalani kehidupan di dunia.
“Al-Qur’an berisi petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia ini supaya tidak tersesat dan sampai ke tujuan manusia diciptakan, yaitu kembali ke akhirat dengan selamat dan dimasukkan ke dalam janah-Nya,” tutur Fauzan.
Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam dalam mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an. Fauzan, yang juga tergabung dalam organisasi Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ), mengatakan jiwanya Ramadan terletak pada Al-Qur’an, soul of Ramadan.
Menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an harus dilakukan dengan serius. Hubungan antara manusia dengan kitab suci harus menjadi pengalaman berkesan yang menyentuh relung jiwa.
“Jangan menjadikan Ramadan sekadar event tahunan, melainkan pengalaman berkesan yang terus dinantikan setiap tahunnya,” tutup Fauzan.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Berita Unggulan
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







