Olimpiade Kebumian Nasional (Olkenas) 2026 resmi dibuka di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Merawat Bumi Nusantara”, kegiatan ini menjadi kompetisi akademik dan ruang artikulasi kegelisahan atas persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Momentum pelaksanaan Olkenas 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. Menegaskan pentingnya aksi nyata dalam merespons krisis lingkungan global. Sebanyak 66 tim dari lima provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Selatan turut ambil bagian dalam kompetisi ini.

Para peserta berkompetisi dalam dua cabang utama, yakni Cerdas Cermat Kebumian (CC-K) dan Karya Tulis Ilmiah Kebumian (KTI-K). Kedua kategori tersebut dirancang untuk menguji kemampuan analisis spasial, pemahaman isu kebumian, hingga kapasitas peserta dalam merumuskan solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Ketua panitia, Aziz Akbar Mukasyaf, Ph.D., menyampaikan Olkenas hadir sebagai respons terhadap realitas lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

“Kita menghadapi situasi di mana bencana hidrometeorologi meningkat, kualitas lingkungan menurun, dan tekanan terhadap sumber daya alam semakin besar. Olkenas menjadi ruang untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya paham masalah, tetapi juga mampu menawarkan solusi berbasis sains,” ujarnya.

Ia menambahkan Indonesia menunjukkan peningkatan kerentanan terhadap bencana seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor dalam satu dekade terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh laju urbanisasi dan eksploitasi sumber daya yang tidak terkendali. Dalam konteks ini, pendekatan geografi yang mengintegrasikan aspek manusia dan lingkungan menjadi semakin relevan. 

Dekan Fakultas Geografi UMS Jumadi, Ph.D. saat memberikan sambutan pada pembukaan Olkenas 2026 di Auditorium Moh. Djazman UMS, 25 April 2026. Dok.Fakultas Geografi UMS

Menurut Aziz, dengan meningkatnya kebutuhan akan solusi berbasis data dan teknologi geospasial, ajang seperti Olkenas dinilai semakin strategis. Kegiatan ini berperan dalam melatih kompetensi akademik, serta membangun kesadaran kritis terhadap relasi manusia dan lingkungan di tengah tekanan perubahan global.

Dekan Fakultas Geografi UMS Jumadi, Ph.D. menekankan pentingnya menjadikan kompetisi sebagai pintu masuk dalam penguatan kapasitas akademik generasi muda.

“Kami ingin peserta tidak berhenti pada lomba, tetapi melanjutkan gagasan mereka menjadi riset yang berdampak. Peserta terbaik berkesempatan memperoleh beasiswa studi di Fakultas Geografi UMS,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan ekosistem akademik UMS didukung oleh jurnal bereputasi internasional, seperti Forum Geografi yang telah terindeks Scopus Q1, sehingga membuka peluang publikasi ilmiah bagi karya-karya terbaik peserta.

Olkenas 2026 menjadi wujud kolaborasi multipihak dalam penguatan literasi kebumian. Sejumlah mitra strategis turut mendukung kegiatan ini, di antaranya TechnoGIS Indonesia, Bank Negara Indonesia, Baitul Maal At Tamwil Amanah Ummah, International Conference of Geography and Disaster Management, dan Bank Jateng Syariah.

Jumadi berharap Olkenas mampu melahirkan gagasan inovatif yang tidak berhenti di ruang lomba, melainkan berkembang menjadi rekomendasi kebijakan, inovasi teknologi, hingga gerakan sosial yang berkontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan Indonesia.

“Di tengah kompleksitas krisis lingkungan saat ini, masa depan bumi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh sejauh mana generasi muda mampu membaca, memahami, dan merawat ruang hidupnya,” pungkasnya.


Penulis: Fika Annisa’ Sholihah

Editor: Maysali Sudarwati

Penelitian

image-featured
17 Juli 2026

Dari kotoran domba, lahirlah pupuk organik kaya nutrisi untuk tumbuhan lewat bantuan “maggot”. Mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan “zero waste”.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
19 Juni 2026

Antibiotik termasuk obat keras yang seharusnya tidak diperjualbelikan bebas. Menyimpan sisa dan mengonsumsinya bisa memicu resistensi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.

Explore our newsworthy articles on ums.ac.id

icon

Research

Featured articles unpacking research by UMS lecturers.

icon

Global Pulse

In-depth articles featuring infographics.

icon

Academia Star

Profiles of outstanding UMS lecturers and students.

icon

Alumni Stories

Inspiring stories of UMS alumni building their careers.