Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi mencegah nyeri punggung bawah (low back pain/LBP) kepada lansia dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026). Acara ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus upaya meningkatkan literasi kesehatan.

Digelar oleh mahasiswa angkatan 2026, acara ini mengusung tema “Kenali dan Atasi Low Back Pain (LBP)”.  Program tersebut dirancang untuk memberikan edukasi mengenai deteksi dini, pencegahan, serta penanganan awal keluhan LBP yang menjadi salah satu masalah muskuloskeletal paling sering dialami oleh kelompok lansia.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Riza Effendi, menjelaskan sasaran program dipilih karena kader PKK memiliki peran strategis sebagai penggerak kesehatan keluarga dan masyarakat, sementara lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan fungsi gerak akibat proses penuaan.

“Selama ini nyeri punggung bawah sering dianggap sebagai hal yang wajar karena faktor usia atau kelelahan. Padahal, apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi keluhan kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, edukasi sejak dini diperlukan agar masyarakat memahami faktor risiko LBP. Adapun faktor risiko LBP, antara lain perubahan degeneratif pada tulang belakang, penurunan massa otot, postur tubuh yang kurang tepat, hingga kebiasaan melakukan aktivitas dengan teknik biomekanik yang salah.

Rangkaian acara meliputi penyuluhan interaktif mengenai LBP, praktik latihan untuk mengurangi dan mencegah keluhan LBP, serta pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik khusus, seperti tes patrick, co-patrick, dan straight leg raise (SLR), serta pemeriksaan tanda vital berupa tekanan darah, lingkar perut, berat badan, dan tinggi badan.

Riza menyebut keaktifan peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang.

“Kami sangat terkesan dengan keaktifan ibu-ibu kader dan para lansia di Posbindu Mawar 5. Mereka tidak hanya menyimak materi dengan antusias, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai keluhan fisik yang selama ini dirasakan. Hal ini menjadi modal penting dalam membangun budaya hidup sehat di masyarakat,” katanya.

Salah satu kader PKK Desa Nguter, Sri Mulyani, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.

“Kami merasa sangat terbantu dan mendapatkan banyak wawasan baru. Selama ini banyak lansia yang mengeluh sakit pinggang dan menganggapnya wajar karena faktor usia, tetapi lewat penyuluhan dari adik-adik mahasiswa UMS ini kami jadi paham bagaimana cara mendeteksi sejak dini serta melatih gerakan-gerakan pencegahannya di rumah,” ungkapnya.


Penulis: Fika Annisa’ Sholihah

Editor: Maysali Sudarwati

Penelitian

image-featured
17 Juli 2026

Dari kotoran domba, lahirlah pupuk organik kaya nutrisi untuk tumbuhan lewat bantuan “maggot”. Mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan “zero waste”.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
19 Juni 2026

Antibiotik termasuk obat keras yang seharusnya tidak diperjualbelikan bebas. Menyimpan sisa dan mengonsumsinya bisa memicu resistensi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.

Explore our newsworthy articles on ums.ac.id

icon

Research

Featured articles unpacking research by UMS lecturers.

icon

Global Pulse

In-depth articles featuring infographics.

icon

Academia Star

Profiles of outstanding UMS lecturers and students.

icon

Alumni Stories

Inspiring stories of UMS alumni building their careers.