Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi dengan beberapa rumah sakit pendidikan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan. Kolaborasi diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tripartit dan rapat komite koordinasi pendidikan (Komkordik).

Penandatanganan MoU tripartit melibatkan FK UMS, Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Harjono Ponorogo, dan beberapa rumah sakit pendidikan yang berafiliasi dengan FK UMS. Sejumlah puskesmas di Sukoharjo, Jawa Tengah, juga hadir dalam kegiatan yang digelar di Hotel Mercure Solo pada Rabu (21/1/2026) itu.

Ketua Prodi Profesi Dokter FK UMS dr. Danny Farida, Sp.PK. menyatakan kolaborasi dan penandatangan MoU tripartit bertujuan untuk mengaktualisasikan visi misi FK UMS.

“Kolaborasi ini sebagai bentuk ikhtiar kami untuk mewujudkan kerjasama tingkat nasional maupun internasional yang tercantum dalam visi misi FK UMS,” ungkapnya, Kamis (22/1/2026).

Danny mengatakan program pendidikan profesi menargetkan mahasiswanya untuk lulus pada ujian kompetensi dokter nasional. Target tersebut, kata dia, harus tercapai setelah menempuh pendidikan profesi selama dua tahun. 

Menurut Danny, kerja sama ini sebagai upaya untuk mendukung mahasiswa dalam mencapai target yang telah ditentukan. Ia juga menjelaskan FK UMS bertekad untuk mengembangkan dan meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Melalui sinergi kolaborasi dan penandatangan MoU tripartit, FK UMS bertekad mencetak lulusan dokter klinis dan profesionalis untuk peningkatan dan pengembagan layanan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada momen ini, Prodi Profesi Dokter UMS juga menyelenggarakan rapat komkordik. Pelaksanaan rapat komkordik mewadahi koordinasi prodi profesi dokter dan rumah sakit pendidikan sebagai tempat praktik. Danny menyampaikan rapat komkordik merupakan agenda tetap dalam Prodi Profesi Dokter UMS.

“Rapat tersebut merupakan agenda rutin Prodi Profesi Dokter UMS untuk mempratinjau arah gerak institusi dan rumah sakit pendidikan,” terangnya.

Rapat itu membahas seputar capaian, evaluasi, insiden yang menimpa mahasiswa ataupun rumah sakit pendidikan, manajemen koas, hingga isu kesehatan yang muncul di masyarakat.

Danny menyampaikan FK UMS berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mengupayakan lulusan dokter klinis, berkompeten, dan profesional demi mewujudkan pelayanan kesehatan optimal dan efektif.


Penulis: Affiq

Editor: Fika Annisa’ Sholihah

Penelitian

image-featured
17 Juli 2026

Dari kotoran domba, lahirlah pupuk organik kaya nutrisi untuk tumbuhan lewat bantuan “maggot”. Mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan “zero waste”.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
19 Juni 2026

Antibiotik termasuk obat keras yang seharusnya tidak diperjualbelikan bebas. Menyimpan sisa dan mengonsumsinya bisa memicu resistensi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.

Explore our newsworthy articles on ums.ac.id

icon

Research

Featured articles unpacking research by UMS lecturers.

icon

Global Pulse

In-depth articles featuring infographics.

icon

Academia Star

Profiles of outstanding UMS lecturers and students.

icon

Alumni Stories

Inspiring stories of UMS alumni building their careers.