Dosen Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom., Ph.D. baru-baru ini melakukan penelitian untuk mengembangkan model pendeteksi ujaran kebencian di media sosial. 

Pria yang akrab disapa Dadang itu berkolaborasi dengan Professor Min Song dari Yonsei University, Korea Selatan, dan mahasiswa postdoctoral Yonsei University, Arida Ferti Syafiandini. Penelitian tersebut bertajuk “Automatic Detection of Hate Speech Contents in Multimodal Social Media”.

Dadang mengatakan penelitian tersebut merupakan penelitian fundamental. Target saat ini adalah publikasi artikel penelitian. “Saat ini sedang proses review di jurnal ilmiah,” jelas dia, Kamis (14/8/2025). 

Dalam penelitian ini, Dadang menyiapkan 5.019 data. “Sekitar 3.600-an data berlabel ujaran kebencian dan 1.300-an berlabel bukan ujaran kebencian,” ujar Dadang.

Dadang memperoleh data tersebut dari media sosial X. Isinya berupa teks, gambar, maupun cuitan warganet. Ia juga mengambil data berupa cuitan yang mengandung gambar. “Beberapa keyword (kata kunci) yang telah kami tetapkan juga kami ambil datanya,” imbuh dia. 

Dadang mengakui topik ujaran kebencian di Indonesia sangat luas. Ia lalu mempersempit topik ujaran kebencian tersebut menjadi tujuh target. Meliputi perempuan atau wanita, muslim, LGBTQ individual, nonmuslim, etnis Arab, etnis Tionghoa, dan pengungsi Rohingya. 

Proses analisis data, Dadang melanjutkan, turut melibatkan ahli bahasa dan pengamat sekaligus pengguna aktif media sosial. “Kami melibatkan mereka untuk menganotasi data yang kami peroleh,” tambahnya. Data hasil anotasi tersebut digunakan untuk melatih akal imitasi. 

Perangkat komputer yang digunakan untuk melatih akal imitasi adalah komputer super milik Yonsei University. Dadang dapat mengakses sistem komputer Yonsei University langsung dari Indonesia. Hal itu merupakan bagian dari kesepakatan antara UMS dengan Yonsei University yang ditandatangani pada akhir 2023.

Baca Juga: FKI UMS dan Yonsei University, Sepakati Nota Kesepahaman hingga Kolaborasi Penelitian

“Perangkat yang dimiliki Yonsei ini sangat membantu kami dalam penelitian ini,” jelasnya. Jika dikalkulasikan ke dalam rupiah, Dadang mengatakan dukungan Yonsei University tersebut dapat bernilai Rp240 juta. Menurut kerja sama itu pula, kontrak penelitian berlangsung selama dua tahun. 

Dadang mengakui jika riset fundamental yang ia lakukan perlu pengembangan lebih lanjut. Target besar yang hendak ia capai adalah menghasilkan model akal imitasi atau AI pendeteksi ujaran kebencian secara otomatis. 

“Semoga nanti dapat kami eksplor lebih jauh dan mungkin kami libatkan eksperimen dengan bahasa lain,” tandasnya.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Maysali Sudarwati

Penelitian

image-featured
17 Juli 2026

Dari kotoran domba, lahirlah pupuk organik kaya nutrisi untuk tumbuhan lewat bantuan “maggot”. Mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan “zero waste”.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
19 Juni 2026

Antibiotik termasuk obat keras yang seharusnya tidak diperjualbelikan bebas. Menyimpan sisa dan mengonsumsinya bisa memicu resistensi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.

Explore our newsworthy articles on ums.ac.id

icon

Research

Featured articles unpacking research by UMS lecturers.

icon

Global Pulse

In-depth articles featuring infographics.

icon

Academia Star

Profiles of outstanding UMS lecturers and students.

icon

Alumni Stories

Inspiring stories of UMS alumni building their careers.