Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima delegasi Asian Foundation for Education and Development (AFED) Kamboja, di Ruang Sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah, UMS, Selasa (1/7/2025).
Kepala Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D. mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan AFED dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu lalu. “Kunjungan ini sebagai langkah konkret melaksanakan rencana kolaborasi ke depannya,” ujar Andy.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya, menegaskan kerja sama ini mencakup bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat. Ia menyebut UMS membuka peluang pertukaran pelajar dan program inbound-outbound antarkedua lembaga.
“Saya harap mahasiswa Kamboja tidak hanya terkonsentrasi di satu program studi, namun tersebar di berbagai prodi yang ada di UMS,” kata Harun.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. tengah memberikan penjelasan di Ruang Sidang BPH UMS, Selasa, 1 Juli 2025. Humas UMS/Yusuf Ismail
UMS, kata dia, siap mendukung pengembangan kerja sama akademis lainnya, meliputi bidang riset, publikasi, hingga kolaborasi bidang industri dan perdagangan. Hal ini sejalan dengan komitmen Muhammadiyah dalam pengembangan global.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden AFED Dr. Raus Mansasry (Zahri Yahya) menyambut baik peluang ini. Ia menjelaskan AFED adalah organisasi yang berfokus pada pendidikan dan pengembangan masyarakat di kawasan Asia, termasuk mengelola tiga sekolah berbasis pesantren di Kamboja.
Raus memaparkan aktivitas sosial yang dilakukan AFED, seperti pembangunan sekolah, dakwah, pemberdayaan masyarakat, hingga program mingguan ceramah keagamaan di Kamboja yang turut meningkatkan syiar Islam di wilayah tersebut.
Saat ini, BKUI UMS telah menerima 13 aplikasi pendaftaran mahasiswa asal Kamboja. Kepala Bidang Pengembangan Kerja Sama Akademik BKUI UMS Denny Vitasari, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. optimis angka tersebut akan bertambah mengingat pendaftaran masih dibuka hingga Oktober 2025.
“Kami juga menyediakan berbagai jenis beasiswa, mulai dari full scholarship hingga partial scholarship. Termasuk kursus bahasa Indonesia gratis,” terang Denny.
Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D. turut memaparkan skema beasiswa yang dimiliki UMS. Salah satunya program Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Ia berharap mahasiswa asal AFED dapat memanfaatkan berbagai jalur beasiswa ini.
Diskusi juga membahas potensi pengabdian masyarakat internasional. Antara lain peluang pengiriman mahasiswa UMS untuk mengajar di sekolah-sekolah AFED di Kamboja, serta rencana mendirikan Indonesian Corner guna mempersiapkan calon mahasiswa dari Kamboja sebelum ke Indonesia.
Penulis: Yusuf Ismail
Editor: Gede Arga Adrian
Penelitian
UMS Newsletter
Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.







