Ragam herbal Nusantara memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menyadari potensi itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggaet Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan, Jawa Tengah, untuk berkolaborasi mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis kearifan lokal.
UMS dan UIN Gus Dur menyepakati nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk memperkuat kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam pengembangan riset herbal Nusantara berbasis manuskrip pengobatan tradisional.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Fakultas Farmasi UMS apt. Peni Indrayudha, Ph.D. menyebut implementasi MoU ini akan diwujudkan melalui beberapa program kolaboratif, seperti penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan produk berbasis herbal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Kami optimis bahwa kemitraan ini akan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem riset yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta pembangunan kesehatan berbasis kearifan lokal Indonesia,” ujar Peni, Kamis (25/6/2026).
Peni menjelaskan UMS akan berperan sebagai mitra strategis dalam melakukan kajian ilmiah formula herbal Nusantara. Kajian ini akan menggunakan manuskrip pengobatan tradisional Nusantara yang memuat berbagai jenis tanaman herbal yang tumbuh di Indonesia.
“UMS, khususnya Fakultas Farmasi, memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap dan diharapkan mampu mendukung proses validasi ilmiah, pengujian laboratorium, hingga pengembangan inovasi berbasis bahan alam Indonesia,” lanjut Peni optimis.
Kerja sama ini akan mengintegrasikan pendekatan multidisiplin, mulai dari filologi, sejarah pengobatan tradisional, hingga farmasi modern.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menegaskan UMS terus berupaya menghadirkan inovasi berbasis bukti ilmiah yang mampu mengangkat potensi herbal Nusantara ke tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi merupakan kunci menghasilkan riset yang berkualitas, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara kajian manuskrip tradisional dan ilmu farmasi modern berpeluang besar menghasilkan temuan ilmiah yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Harun berharap, MoU yang diteken dalam kegiatan Penguatan Kolaborasi Riset Herbal Nusantara MoRA The AIR Funds, yang berlangsung di Surakarta, Senin (22/6/2026), ini dapat segera terealisasi dan menghasilkan temuan yang dapat memperkaya khazanah pengetahuan herbal Nusantara.
“Kerja sama ini juga sejalan dengan visi UMS dalam memperkuat riset unggulan yang berorientasi pada hilirisasi dan pemanfaatan kekayaan sumber daya lokal,” tegas Harun.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Maysali Sudarwati
Penelitian
UMS Newsletter
Nothing’s more special than reading curated news just for you.
Subscribe to the UMS Newsletter for free today.







