Gemar Mengamati
Untuk Para Kandidat

Sejak duduk di bangku kuliah, Angga Jati Pikatan, alumni Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), telah menaruh minat pada bidang pengembangan sumber daya manusia. Istilah bekennya, human resource development atau HRD. Ketertarikan itu mengantarkannya pada profesinya saat ini: talent acquisition di Bina Nusantara (Binus) University. 

Talent acquisition adalah bagian dari HRD yang berfokus pada proses pencarian talenta unggul untuk perusahaan. Posisi ini bertanggung jawab pada proses rekrutmen, mulai dari seleksi kandidat, wawancara, hingga nego gaji. 

Pria yang akrab disapa Angga itu mengatakan, talent acquisition juga harus menjalin hubungan dengan kandidat pegawai yang belum berhasil lolos rekrutmen. “Tidak berhenti di proses rekrutmen. Tetap menjaga hubungan dengan calon pegawai,” ujarnya, Kamis (23/1/2025). 

Peran talent acquisition berkaitan erat dengan talent pool. Talent pool adalah kumpulan data para kandidat yang melamar ke suatu perusahaan. Jika perusahaan membuka lowongan pekerjaan, seorang talent acquisition dapat merekomendasikan kandidat berdasar data yang dimiliki talent pool

Karier Angga di salah satu kampus swasta unggulan di Indonesia itu dimulai sejak 2013. Berkarier di Jakarta membuat Angga belajar banyak hal. Misalnya, perusahaan tempat dia bekerja menjadikan sumber daya manusia sebagai aset. Tidak heran jika nama bidang HRD di kantornya adalah Human Capital. 

Angga juga berkesempatan merekrut kandidat asal Amerika Serikat untuk bekerja di kantornya. Tantangannya terletak pada kemampuan menyampaikan proses rekrutmen kepada kandidat dan perbedaan kultur dalam berpendapat. “Warga negara asing kan lebih blak-blakan, ya,” kenang dia. 

Baginya, ada kepuasan tersendiri manakala melihat pegawai pilihannya dapat menumbuhkan kemampuan diri dan berkontribusi bagi perusahaan. “Kalau kandidat yang kita rekrut bisa dapat penghargaan best employee (karyawan terbaik), itu salah satu kebanggaan tersendiri, sih,” tuturnya.

Alasan itulah yang membuatnya bertahan pada posisi talent acquisition sampai saat ini. Boleh dibilang, Angga mencintai pekerjaannya. “Terbukti bertahan sampai sekarang,” seloroh Angga.

Tantangan yang dihadapi Angga pun semakin beragam. Tidak dimungkiri perkembangan teknologi membuat Angga dan timnya membenahi proses rekrutmennya agar selaras dengan kemajuan zaman. 

Urusan sortir berkas pelamar misalnya, tak lagi dilakukan secara manual. Angga menuturkan proses sortir dilakukan dengan menggunakan sistem pelacakan pelamar (Applicant Tracking System/ATS). Sistem ini membuat kandidat cukup mengirimkan berkas digital nonfisik kepada perekrut untuk diseleksi.

Inovasi lainnya adalah menerapkan model gamifikasi selama proses rekrutmen. Model tersebut memasukkan elemen permainan sehingga membuat proses rekrutmen menjadi lebih menyenangkan. Model gamifikasi akan menguji kemampuan kandidat untuk memecahkan masalah, bekerja dalam tim, hingga koordinasi. 

Meskipun teknologi telah berkembang, Angga tetap mengedepankan interaksi langsung dengan para calon pekerja. “Sense orangnya itu harus dijaga,” katanya. Caranya dengan rajin memberikan informasi terbaru proses rekrutmen kepada kandidat. “Harus mengedepankan komunikasi kepada kandidat.”


Angga Jati Pikatan (tengah) bersama civitas academica Binus University. Dok.Pribadi

Gemar Mengamati

Pria kelahiran Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, 14 Juni 1991, awalnya ingin kuliah di Manajemen UMS. Usai mendaftar, Angga kemudian berkeliling kampus dan tak sengaja mampir ke Fakultas Psikologi

Psikologi adalah hal asing di telinga Angga remaja. Ia kemudian mencari tahu apa itu psikologi dengan bertanya kepada salah seorang mahasiswa di sana. Siang itu juga Angga kembali ke tempat pendaftaran mahasiswa baru dan meminta petugas untuk mengganti jurusannya menjadi Psikologi. 

Semasa kuliah, anak pertama dari dua bersaudara ini pernah menjadi asisten mata kuliah Observasi dan Wawancara. Selama dua tahun, pria yang menggemari novel karya Andrea Hirata ini, banyak mempelajari perilaku manusia. “Suka ngamatin orang,” ujar Angga berkelakar. 

Mata kuliah Observasi dan Wawancara adalah mata kuliah psikologi yang mempelajari cara penyusunan panduan wawancara dan observasi. Mata kuliah ini memberi mahasiswa pengalaman melakukan wawancara, analisis data, serta pengetahuan dan pengalaman membuat laporan. 

Dari mata kuliah itu, Angga belajar mengobservasi mimik wajah seseorang, perilaku, hingga cara berbicara. Rupanya, ilmu tersebut sangat berguna saat Angga telah berkarier. Apalagi posisi Angga sebagai talent acquisition yang menuntut untuk selektif dalam memilih kandidat. 

Sebagai asisten mata kuliah, Laboratorium Psikologi UMS adalah rumah kedua untuknya. Angga terlibat dalam penyusunan rencana praktikum selama satu semester ke depan bersama dosen pengampu mata kuliah. Dia juga membimbing mahasiswa dalam asistensi untuk persiapan praktikum di lapangan. 

“Kita bantu nih junior-junior kita, gimana caranya lebih memahami praktik di lapangan,” jelas dia. “Di akhir semester kami ada tanggung jawab memberikan penilaian kepada mahasiswa.”

Angga bersyukur kedua orang tuanya memberi kebebasan untuk memilih jurusan kuliah. Hingga lulus pun, orang tua Angga tetap memberi kebebasan untuk memilih karier. 

Kedua orang tuanya menekankan untuk selalu mengingat bahwa semua yang ada di dunia ini hanya sementara. Sang ayah berpesan, “Selalu ingat kalau kondisi kita ini sementara saja, mau yang baik atau yang buruk,” kenang Angga menirukan kedua orang tuanya. 

Selepas meraih gelar sarjana psikologi, Angga melanjutkan kariernya sebagai staf HRD di salah satu perusahaan garmen di Kota Semarang pada 2012. Setahun kemudian, Angga pindah ke Jakarta sebagai staf talent acquisition di Binus University.

Kini, setelah lebih dari satu dekade berkiprah, Angga berhasil menapaki peran sebagai Head of Talent Acquisition Binus University.

Untuk Para Kandidat

Prinsip integritas harus dikedepankan, khususnya pekerjaan yang menyangkut hubungan dengan orang banyak. Angga memegang teguh prinsip itu. Sebab, menjaga integritas menjadi pondasi awal dalam bekerja untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. “Namanya berhubungan dengan orang, prinsip integritasnya harus dikedepankan,” tegasnya.

Sebagai seorang talent acquisition, Angga jamak menghadapi berbagai jenis karakter kandidat. Tak jarang ia menemui kandidat yang melamar pekerjaan tapi tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan perusahaan. 

Menurutnya, penting bagi seorang kandidat untuk memahami kriteria yang dibutuhkan perusahaan. “Harus tahu posisinya untuk apa, requirement-nya (persyaratan) seperti apa, sehingga kita bisa tahu kebutuhan di posisi itu,” jelasnya.

Penyusunan daftar riwayat hidup (curriculum vitae/CV) yang baik patut diperhatikan. CV menjadi gerbang awal talent acquisition mengenali kandidat pegawai. 

Angga mengatakan seorang talent acquisition hanya mempunyai waktu empat detik untuk mempelajari lamaran yang dikirimkan kandidat. Hal ini membuat kandidat harus memasukkan pengalaman yang relevan dengan kriteria lowongan kerja. “Di momen itu, kandidat bisa kasih pengenalan diri sebaik-baiknya,” kata dia.

Jika kandidat berhasil maju ke tahap wawancara, kandidat harus memahami kultur perusahaan. Misalnya, kultur berbusana di perusahaan rintisan (Startup) cenderung santai dan kasual. Sedangkan kultur berbusana di perusahaan perbankan adalah baju rapi dan formal. 

Dia menekankan pentingnya mengusahakan yang terbaik dalam setiap proses rekrutmen. “Kalau apply gagal itu wajar kok. Tapi at least kita belajar dari satu kegagalan, nanti ke depan persiapannya bisa lebih lagi,” tandasnya. 


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Desainer: Salsabila Kamila Wardah

Ingin membangun jejaring profesional dengan Angga?

Kiprah

image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Mei 2026

Seorang dokter tak hanya dituntut cermat mendiagnosis, tetapi juga piawai memahami pasien secara utuh. Itulah alasan Yusuf Alam Romadhon merintis Prodi Kedokteran Keluarga Layanan Primer di UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
1 April 2026

Pengalaman Salsabila Khoirun Nisa terjun langsung ke masyarakat membentuk minatnya menjadi surveilans epidemiologi dan pencegahan penyakit berbasis data.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.