Tim psikososial Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pemulihan psikososial di Kota Lintang, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada psikoedukasi guru, serta pengaktifan kembali kegiatan sosial masyarakat melalui pengajian dan layanan cek kesehatan gratis.

Anggota tim psikososial UMS, Alvanindya Nafik Ardani, S.Psi., Psikolog., menyatakan program ini bertujuan memberdayakan guru sebagai agen penggerak pemulihan di lingkungan sekolah dan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana.

Kegiatan psikoedukasi itu bertemakan “Peran Guru dalam Mendampingi Siswa Pascabencana” dan diikuti enam guru dari TK Pembina Kota Lintang, SD Negeri 4 Kuala Simpang, dan SMP Negeri 1 Kuala Simpang. 

“Materi yang disampaikan meliputi peran sekolah dalam masa pemulihan, respons psikologis anak pascabencana, serta strategi konkret pendampingan siswa,” ujar Alvanindya, saat diwawancarai pada Sabtu (14/2/2026).

Kegiataan diisi dengan diskusi, sharing session, simulasi, serta pembagian modul praktis pendampingan siswa. Dari rangkaian kegiatan itu, diketahui para guru menghadapi sejumlah tantangan, seperti menurunnya motivasi belajar siswa akibat libur panjang, perubahan perilaku siswa, serta ketidakstabilan kehadiran karena sebagian siswa mengungsi atau membantu orang tua bekerja.

Alvanindya menyebut kegiatan pendampingan psikososial merupakan kunci untuk menguatkan peran guru di zona bencana. Sebab, guru memegang peranan kunci dalam keberlangsungan pendidikan selama masa tanggap darurat.

“Guru merupakan kunci bagi keberlanjutan proses belajar dan pemulihan siswa. Dalam masa pascabencana, yang terpenting adalah sustainability. Relawan bisa saja kembali ke daerah asal, tetapi guru akan terus bersama siswa setiap hari. Karena itu, membekali guru berarti menjaga keberlanjutan pendidikan dan pemulihan anak-anak,” tegasnya.

Alvanindya menilai guru merupakan figur dewasa yang paling dekat dengan siswa selain orang tua. Stabilitas emosi dan ketenangan guru sangat berpengaruh terhadap rasa aman anak. Guru yang mampu mengelola emosi dengan baik akan membantu siswa merasa lebih aman dan terkendali.

Guru SDN 4 Kuala Simpang, Kemalawati, mengaku mendapatkan perspektif baru dari kegiatan tersebut. “Ternyata penting bagi guru untuk menyiapkan diri lebih dulu sebelum menghadapi siswa. Sebagai orang dewasa, bukan menahan emosi, tetapi mengelolanya dengan baik agar tidak berdampak pada anak,” ungkapnya. 

Relawan psikososial UMS dan MDMC berfoto bersama warga Aceh Tamiang. Dok.Pribadi

Pada sore hingga malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan pengaktifan kembali pengajian di masjid dusun setempat. Pengajian tersebut bekerja sama dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan imam dusun. Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 jamaah dari Dusun Ar-Rahim, Sa’adah, dan Hasanah, sementara dua dusun lainnya dijadwalkan menyusul di Masjid Al Ihsan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan pengajian yang diisi imam dusun, kemudian salat Isya berjamaah, dan ditutup dengan cek kesehatan gratis. Layanan kesehatan disediakan oleh Tim Medis MDMC Jawa Tengah berupa pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter, serta pembagian obat gratis.

Sebelum bencana, pengajian rutin dan perwiritan merupakan aktivitas sosial yang aktif dilakukan warga. Namun, setelah banjir menerjang, banyak warga mengungsi, rumah dan perabotan rusak dan hanyut, serta kegiatan sosial terhenti karena warga fokus membersihkan dan memperbaiki rumah masing-masing.

Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama saat layanan kesehatan berlangsung. Bagi sebagian warga, kegiatan ini bukan hanya layanan medis, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali berkumpul, saling berbagi cerita, dan memperkuat semangat kebersamaan setelah masa sulit.

Dalam tausiyahnya, imam dusun menyampaikan bencana dapat menjadi momentum evaluasi diri sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengapresiasi relawan MDMC yang telah membantu mengaktifkan kembali pengajian, dengan harapan masjid dapat kembali menjadi pusat persatuan dan penguatan spiritual masyarakat.

Melalui penguatan peran guru di sekolah dan aktivasi kembali ruang sosial masyarakat, tim psikososial UMS dan MDMC berharap proses pemulihan tidak berhenti pada kehadiran relawan semata.


Penulis: Fika Annisa’ Sholihah

Editor: Maysali Sudarwati

Kiprah

image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Mei 2026

Seorang dokter tak hanya dituntut cermat mendiagnosis, tetapi juga piawai memahami pasien secara utuh. Itulah alasan Yusuf Alam Romadhon merintis Prodi Kedokteran Keluarga Layanan Primer di UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
1 April 2026

Pengalaman Salsabila Khoirun Nisa terjun langsung ke masyarakat membentuk minatnya menjadi surveilans epidemiologi dan pencegahan penyakit berbasis data.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.