Sejak 2022, Aswa Arsa Kumala telah aktif dalam Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA) Surakarta. Organisasi itu merupakan wadah perkumpulan mahasiswa kedokteran se-Indonesia yang memiliki cabang di sejumlah daerah di Indonesia.
Oktober 2024 lalu, Aswa bersama anggota CIMSA lainnya menggelar sejumlah kegiatan untuk menyambut bulan kesadaran kanker payudara. Mereka mengusung tema Harnessing Outreach for Prevention and Education. Kegiatan pertamanya berlangsung di car free day Jalan Slamet Riyadi, Solo, dengan memberikan edukasi mengenai kanker payudara kepada masyarakat umum.
CIMSA juga melakukan langkah lanjutan dan berkolaborasi dengan Lovepink Indonesia, sebuah organisasi nonprofit yang mengampanyekan kesadaran deteksi dini kanker payudara. Kolaborasi itu membuahkan hasil lewat kegiatan pemeriksaan ultrasonografi atau USG payudara di beberapa daerah di Solo Raya.
“Jadi Lovepink ini punya program Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis dengan harapan Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut di tahun 2030. Beberapa kuota USG diberikan lewat CIMSA,” kata mahasiswi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu akhir Agustus lalu.

Kolaborasi tersebut menargetkan 50 peserta dari sejumlah desa yang didatangi untuk menerima pemeriksaan USG payudara. Aswa menyebut sejumlah warga terdeteksi mengalami gejala kanker payudara. Kendati demikian, ia enggan menyebutkan jumlah pastinya untuk menjaga kerahasiaan pasien. “Sifatnya confidential,” beber dia.
Penyakit kanker memang menjadi topik yang menarik perhatian Aswa . Ketertarikannya itu muncul saat budenya wafat akibat mengidap leukemia atau kanker darah. Kehilangan itu sangat membekas baginya. “Waktu itu aku nangis banget karena aku sayang banget sama budeku ini,” kenang dia.
Setelah menjadi mahasiswa, hasrat untuk meneliti seputar kanker muncul dalam benak Aswa. Ia pun aktif mengajukan penelitian melalui program kreativitas mahasiswa atau PKM.
Salah satu penelitiannya bertajuk “HeLa-targeting Apoptotic Nanolance: Nanopartikel Propolis Tetragonula laeviceps sebagai Agen Kemoterapi Targetif pada Sel HeLa”. Penelitian tersebut berhasil lolos seleksi PKM dalam tingkat internal UMS pertengahan Januari 2025.
Perempuan yang lahir 21 tahun lalu itu bercita-cita memberdayakan perempuan. Mengambil peran sebagai dokter ia yakini sebagai salah satu cara untuk mewujudkan mimpinya.
Saat ditanya keinginannya ke depan, Aswa mengaku ingin mengambil spesialis obstetrik dan ginekologi. “Aku pengen sebisa mungkin merangkul perempuan-perempuan yang ada,” ungkapnya.

Mengabdi dan Mengejar Prestasi
Dara kelahiran Sragen, Jawa Tengah, ini juga giat mengabdi kepada masyarakat. Pengabdiannya itu bermula saat ia bergabung dengan Tim Bantuan Medis (TBM) Gyrus. Kegiatannya mulai dari donor darah, penyuluhan, hingga cek kesehatan gratis di sejumlah desa di wilayah Solo Raya.
Pengalaman berkesan terjadi saat ia mengikuti bakti sosial nasional di Palangka Raya bersama sejumlah delegasi TBM Gyrus. Kegiatan tersebut menghadirkan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Aswa malah mendapat kesempatan untuk melakukan sunat kepada anak-anak. “Kami dikasih kesempatan sama dokter secara langsung untuk menyunat,” kenang Aswa. Ia pun mulai menjalankan sejumlah prosedur sunat pada anak-anak di bawah pengawasan dokter.
Ia juga aktif memberikan penyuluhan dan pelatihan pertolongan pertama balut bidai dan resusitasi jantung paru. Dua topik tersebut, kata Arsa, sangat penting dipelajari masyarakat dalam situasi kegawatdaruratan. “Di Indonesia, masih minim orang yang bisa melakukan pertolongan pertama,” jelasnya.
Tak hanya mengabdi, Aswa juga berjuang lewat jalur akademis. Ia aktif mengikuti penelitian, baik penelitian individu maupun bersama dosen. Di bawah bimbingan Dosen Fakultas Kedokteran UMS Dr. dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes, Sp.KKLP., FISPH., FISCM., Aswa menelurkan dua riset seputar hipertensi.
Riset pertama bertajuk “The Differences in Blood Pressure, Anthropometric and Laboratory Measurement in Various Types of Work: An Observational Study in Rural Communities”. Aswa mencoba mengidentifikasi perbedaan tekanan darah, antropometri, dan uji laboratorium lewat observasi pada masyarakat pedesaan. Riset tersebut ia presentasikan dalam International Conference on Cardiovascular Disease 2024.
Penelitian kedua ia lakukan di pesisir pantai utara Jawa Tengah. Tajuknya “Age, Coastal Proximity, and Salt Consumption: Multifactorial Analysis of Hypertension Risk in A Central Javanese Population”. Aswa mencoba meneliti faktor kedekatan masyarakat dengan pantai dan konsumsi garam terhadap hipertensi.
“Di penelitian ini itu tuh ada penemuan yang unik lah,” ucap Aswa. Riset tersebut menguak fakta bahwa orang yang hidup di dekat pantai cenderung memiliki risiko hipertensi yang rendah. “Kami berasumsi karena mereka lebih banyak aktivitas fisik.”
Namun, Aswa menemukan teori lain yang menyebut hidup di pantai cenderung mengurangi stres. Pemandangan yang memanjakan mata diduga membuat warga pesisir jauh dari stres. Aswa menggarisbawahi perlu pengujian lebih lanjut terhadap teori ini.
Riset tersebut ia paparkan dalam International Conference on Medical Breakthrough (ICMB) akhir 2024. Penelitiannya kemudian terbit dalam Proceeding International Summit on Science Technology and Humanity.
Keinginan Aswa meraih prestasi tidak cukup di ranah penelitian. Awal 2025, Aswa mengikuti kompetisi Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) and Thailand Inventor's Day 2025.

Ia tergabung dalam Tim MedLink Smart yang diketuai oleh mahasiswa Teknik Mesin UMS, Muhammad Adityo Rivalta. Aswa terlibat dalam pengembangan aplikasi tersebut dari sisi medis. Sekeping emas pun berhasil mereka raih.
Baca Juga: MedLink Smart: Inovasi Digitalisasi Kesehatan Masa Depan
Pengalamannya itu rupanya dilirik Program Studi Kedokteran UMS. Ia terpilih menjadi satu dari lima kandidat mahasiswa berprestasi FK UMS.
Aswa keluar sebagai juara pertama mahasiswa berprestasi FK UMS dan berhak maju ke seleksi tingkat universitas. Pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UMS yang digelar Juni lalu, Aswa berhasil meraih posisi juara harapan pertama.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Karya Mahasiswa
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.








