Sholat tarawih di bulan suci Ramadan mendatangkan pahala besar bagi setiap muslim yang mengerjakannya. Selain menjadi amalan sunnah yang dianjurkan, sholat tarawih merupakan salah satu bentuk ibadah malam yang memiliki keutamaan tinggi.
Dalam ajaran Islam, sholat tarawih diyakini dapat memberikan ketenangan batin bagi siapa pun yang mengerjakannya, terutama jika dilakukan dengan penuh khidmat dan keikhlasan. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan momentum bulan Ramadan 2025 sebagai ajang refleksi spiritual, mengencangkan segala bentuk ibadah, tak terkecuali sholat tarawih.
Pahala Sholat Tarawih Seperti Ibadah Semalaman
Keutamaan sholat tarawih di bulan suci Ramadan sangatlah besar, bahkan ibadah ini terhitung sebagai amalan sunnah yang dianjurkan bagi setiap muslim. Sholat tarawih menjadi peluang bagus bagi kita untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadis Riwayat Bukhari No. 37 dan Muslim No. 759)
Keutamaan sholat tarawih pun akan semakin bertambah apabila dilakukan secara berjamaah. Hal ini juga ditegaskan oleh dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H.
Subhi menjelaskan setiap muslim dianjurkan untuk sholat tarawih berjamaah hingga imam menyelesaikannya. Dalam waktu yang relatif singkat, Allah SWT akan memberikan ganjaran seolah-olah kita telah beribadah sepanjang malam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut.
مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barangsiapa yang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dicatat seperti melakukan shalat semalam penuh.” (Hadis Riwayat Tirmidzi No. 806)
“Selain itu, keutamaan sholat tarawih juga memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah SWT,” sambung Subhi lewat wawancara daring, Kamis (27/2/2025).
Baca juga: 7 Hal yang Membatalkan Puasa, Umat Islam Harus Paham!
Doa Setelah Sholat Tarawih
Sementara itu doa sesudah sholat tarawih pun menjadi bagian penting dari ibadah malam di bulan Ramadan. Menurut Subhi, doa yang dipanjatkan bisa berupa doa yang berasal dari hadis maupun doa pribadi sesuai kebutuhan masing-masing.
“Tidak ada doa khusus yang diwajibkan setelah sholat tarawih, yang terpenting isinya baik,” ujar dia.
Rasulullah sendiri sering membaca doa yang mengandung permohonan ampunan yang sangat luas. Salah satu doa yang beliau ajarkan berbunyi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, serta dosa yang aku berlebihan di dalamnya, dan yang lebih Engkau ketahui daripadaku.” (Hadis Riwayat Muslim No. 771)
Subhi menerangkan doa yang dipanjatkan Rasulullah tersebut mencakup permohonan ampunan untuk semua dosa, baik yang telah terjadi maupun yang akan datang, yang disadari maupun tidak. “Doa ini sangat lengkap. Beliau sering membacanya juga dalam sholat malam,” katanya.
Selain doa tersebut, umat Islam dianjurkan membaca doa lainnya yang mengandung makna mendalam dan mencakup berbagai permohonan kebaikan, misalnya doa sapu jagat yang tentu sudah familiar di telinga kita. Doa ringkas yang memiliki makna luas.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” (Qur’an Surah Al-Baqarah: 201)
“Jika kita ingin keberkahan dalam hidup, baik selama di dunia dan akhirat, maka doa sapu jagat bisa jadi salah satu doa yang dipanjatkan. Rasulullah juga sering membacanya dalam berbagai kesempatan,” jelas Subhi.
Pada dasarnya, doa setelah sholat tarawih bisa berupa doa pribadi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing. Doa sholat tarawih bisa menjadi kesempatan tambahan untuk meminta hajat kepada Allah, di samping memanjatkan doa usai sholat fardu.
“Waktu mustajab untuk berdoa kan salah satunya sehabis sholat, maka sampaikanlah segala harapan dan permohonan dengan hati yang tulus. Allah Maha Mendengar,” tutup dia.
Penulis: Genis Dwi Gustati
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







