Lebaran haji atau Iduladha tahun 2025 akan jatuh pada tanggal 6 Juni 2025. Saat ini, sebagian umat Islam di penjuru dunia tengah bersiap diri untuk melaksanakan ibadah haji. Boleh dibilang, ibadah haji merupakan dambaan umat muslim sedunia.
Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan umat Islam apabila mampu mengerjakannya. Ibadah haji dilaksanakan minimal satu kali seumur hidup.
Perintah melakukan haji tercantum dalam Surah Ali Imran ayat 97, yang bunyinya:
فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
Artinya: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
Kepala Bidang Pengalaman AIK dan Kaderisasi Pondok Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yayuli, S.Ag., M.P.I., menjelaskan kata mampu dalam ayat tersebut artinya mampu secara harta, fisik, maupun keamanan dalam perjalanan.
“Mampu perjalanannya, mampu bekalnya, dan juga mampu fisiknya. Juga mampu menyediakan bekal untuk keluarga yang ditinggalkannya,” ujar Yayuli, Kamis (8/5/2025).
Yayuli mengatakan terdapat dua hal yang melekat dengan pelaksanaan ibadah haji, yakni rukun haji dan wajib haji. Keduanya berpengaruh terhadap keabsahan ibadah haji.
Rukun haji adalah bagian utama dari ibadah haji yang berpengaruh pada keabsahan ibadah haji jika meninggalkannya. Rukun haji tidak dapat digantikan dengan denda atau dam. Sedangkan wajib haji tidak berpengaruh pada keabsahan ibadah haji dan dapat digantikan dengan denda jika meninggalkannya.
Rukun Haji
Ada beberapa rukun haji yang disebutkan Yayuli, yakni ihram, tawaf, wukuf, sai, tahalul, dan tertib. Lantas apa saja isi rukun haji tersebut dan apa maknanya? Berikut penjelasannya:
1. Ihram
Rukun haji yang pertama adalah ihram, yang artinya bersuci. Ihram ditandai dengan mulai dikenakannya kain putih atau kain ihram dan membaca niat haji sebelum miqat.
Ihram dilakukan di perbatasan Tanah Haram, yakni batas suci di sekitar Masjidil Haram, Kota Mekkah. Dengan mengucapkan niat ihram, maka dimulailah rangkaian ibadah Haji dan berlakulah seluruh larangannya.
Yayuli berkata ihram memiliki makna kesucian. Ihram melambangkan manusia yang terlahir dalam keadaan suci. Pakaian yang digunakan pun sederhana, seperti bayi yang hanya berbalut kain.
2. Wukuf
Wukuf adalah rukun haji yang dikerjakan dengan berdiam diri di Padang Arafah. Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa wukuf adalah inti dari ibadah haji, sebagaimana termaktub dalam hadis berikut:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْمَرَ قَالَ شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَاهُ نَاسٌ فَسَأَلُوهُ عَنْ الْحَجِّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَجُّ عَرَفَةُ فَمَنْ أَدْرَكَ لَيْلَةَ عَرَفَةَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ مِنْ لَيْلَةِ جَمْعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ رواهأحمد وأبو داود والترمذى والنسائى وابن ماجه والحاكم والبيهقى والديلمى
Artinya: "Dari sahabat Abdurrahman bin Ya'mar ra, aku menyaksikan Rasulullah saw didatangi para sahabat. Mereka bertanya kepada perihal haji. Rasulullah saw menjawab, 'Haji itu Arafah. Siapa saja yang mendapati malam Arafah sebelum terbit fajar malam Muzdalifah (malam Idul Adha), maka sempurnalah hajinya,'" (HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Ad-Dailami).
Ibadah ini dimulai sejak matahari tergelincir pada tengah hari. Wukuf diawali dengan mendengarkan khutbah Arafah. Selanjutnya, jamaah akan melaksanakan salat jamak takdim Zuhur dan Asar.
Wukuf kemudian dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendirian. Rasulullah SAW mensunnahkan untuk memperbanyak istighfar, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa selama melakukan wukuf.
Rukun haji wukuf menjadi momentum kontemplasi seorang manusia kepada Tuhannya. Yayuli berpandangan wukuf juga saat yang tepat bagi manusia untuk bermuhasabah diri.
“Ada komunikasi dialogis antara manusia dengan Allah SWT lewat doa dan zikir yang dipanjatkan selama wukuf,” kata dia.
3. Tawaf
Tawaf adalah rukun haji yang dilakukan dengan mengitari kabah sebanyak tujuh kali. Arah putarannya berlawanan dengan arah jarum jam, yakni dari kiri ke kanan.
Perintah melakukan tawaf termaktub dalam Surah Hajj ayat 29, Allah SWT berfirman:
ثُمَّ لْيَقْضُوْا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوْا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ ٢٩
Artinya: "Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka, dan melakukan tawaf di sekeliling al-Bait al-'Atīq (Baitullah)."
Ada tiga jenis tawaf yang dilakukan jamaah haji, yakni tawaf qudum yang dilakukan saat jamaah pertama kali tiba di Mekkah, tawaf ifadhah yang dilakukan seusai melempar jumrah, dan tawaf wada yang dilakukan saat hendak meninggalkan Mekkah.
Tawaf adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Yayuli berpandangan tawaf memiliki makna rotasi kehidupan. Dimulai dari satu titik, lalu kembali pada titik yang sama.
“Tawaf itu kan dimulai dari sudut hajar aswad, dan berakhir di hajar aswad. Seperti hidup dari Allah kembali ke Allah,” tuturnya.
4. Sai
Rukun haji keempat adalah sai. Sai ialah rangkaian ibadah haji yang dilakukan dengan berjalan atau berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Bukit Marwah. Sai berasal dari bahasa Arab yang berarti berlari atau berjalan cepat.
Sai wajib dilakukan jamaah haji. Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:
ما أتمَّ اللهُ حَجَّ امرئٍ ولا عُمْرَتَه، لم يَطُفْ بين الصَّفا والمروةِ
Artinya: "Allah tidak akan menerima haji atau umroh seseorang yang tidak melakukan sa'i antara bukit Shafa dan Marwah." (HR. Bukhari)
Ibadah sai dilakukan untuk mengenang perjuangan Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail. Saat melahirkan Ismail, Siti Hajar harus berlari antara Bukit Safa dan Marwah untuk mencari air. Hingga akhirnya Allah memberikan mukjizat lewat hentakan kaki Nabi Ismail dan muncullah air yang dikenal sebagai air zamzam.
Yayuli memandang sai dimaknai sebagai berusaha. Dalam hidup, manusia harus senantiasa berusaha. “Apalagi ibadah haji ini sarat akan perjuangan,” kata dia.
5. Tahalul dan Tertib
Tahalul adalah rukun haji yang melibatkan proses mencukur sebagian atau seluruh rambut kepala, usai merampungkan rangkaian ibadah haji. Tahalul, kata Yayuli, menandai berakhirnya masa ihram. “Menandai kalau hajinya sudah selesai,” beber dia.
Tahalul melambangkan sifat kesederhanaan dan pembebasan diri dari dosa. Mencukur rambut juga menyimbolkan pengorbanan dan melepaskan diri dari belenggu kesombongan.
Yang paling penting, rukun haji harus dijalankan secara tertib. Setiap rukun harus dikerjakan berurutan dan tidak boleh melompati rukun lainnya. Yayuli menilai sifat tertib ini sangat penting. “Kalau tidak terpenuhi, maka hajinya tidak sah,” tandasnya.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







