Makna Sungkeman
Sungkeman Menurut Muhammadiyah

Indonesia memiliki segudang kekayaan tradisi dan budaya dalam menyambut Idul Fitri. Salah satu tradisi itu ialah sungkeman yang telah berlaku turun temurun. 

Sungkeman adalah tradisi bersimpuh sambil mencium kedua tangan orang yang lebih tua. Sungkeman menjadi bentuk sujud, bakti, hormat, dan permohonan maaf. Tradisi yang berasal dari Jawa ini menunjukkan sikap kerendahan dan ketulusan hati.

Lantas bagaimana Islam memandang tradisi sungkeman tersebut? Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I. menjelaskan sungkeman bukan ritual yang diajarkan secara khusus dalam Al-Qur’an maupun hadis.  

Dalam ushul fikih, terdapat kaidah yang berbunyi:

الأصل في العادات الإباحة 

Artinya: Hukum asal dalam urusan adat kebiasaan adalah boleh/mubah

“Artinya tradisi sungkeman ini boleh dilakukan jika tidak mengandung unsur yang dilarang dalam Islam,” kata Nurul saat dihubungi pada Jumat (27/2/2026).

Makna Sungkeman

Nurul menyebut tradisi sungkeman mengandung beberapa nilai yang justru dianjurkan dalam Islam. Ada tiga makna sungkeman yang berkaitan dengan nilai-nilai keislaman, yakni:

1. Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) 

Islam sangat menekankan penghormatan kepada orang tua, sebagaimana dalam Al-Qur’an (QS. Al-Isra: 23), yang bunyinya:

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ۝٢٣

Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Nurul menyebut ayat ini menjadi dasar kuat kewajiban berbakti dan merendahkan diri di hadapan orang tua dalam makna penghormatan. Sungkeman merupakan bentuk penghormatan kepada orang tua dan bentuk bakti lewat perkataan maaf yang halus saat menjalankan tradisi ini.

2. Saling memaafkan

Sungkeman pada idulfitri menjadi momentum yang tepat untuk membuka pintu maaf. Hal ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dalam keluarga. 

Allah menyukai orang yang saling memaafkan. Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 22 yang berbunyi:

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۖ وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٢

Artinya: Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan (rezeki) di antara kamu bersumpah (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(-nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

“Sungkeman yang dilakukan saat Idulfitri masuk dalam konteks silaturahmi dan saling memaafkan,” jelas Nurul.

3. Rendah hati dan menghormati yang lebih tua

Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua adalah akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sungkeman menunjukkan sikap rendah hati dan legawa mengakui kesalahan. 

Sungkeman Menurut Muhammadiyah

Nurul mengingatkan umat Islam untuk memperhatikan tiga hal terkait tradisi sungkeman, yakni tidak boleh disertai keyakinan bahwa orang tua memiliki kekuatan gaib, tidak boleh menyerupai sujud ibadah, dan tidak dianggap sebagai kewajiban agama.

Dalam Hadis Riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. (HR. Tirmidzi)

“Hadis ini menunjukkan bahwa sujud hanya boleh kepada Allah, sehingga jika sungkeman menyerupai sujud ibadah maka tidak diperbolehkan,” tegas Nurul.

Nurul mengamini ada sebagian pihak yang kurang setuju dengan tradisi sungkeman. Menurut analisisnya, alasan pertentangan itu ialah ingin menjaga kemurnian tauhid, khawatir menyerupai sujud kepada selain Allah, dan tidak ingin adat dianggap bagian dari ibadah. 

Lantas bagaimana pandangan Muhammadiyah terhadap tradisi ini? Nurul mengatakan Muhammadiyah menilai sungkeman termasuk muamalah dan bukan ibadah. Muhammadiyah membedakan antara ibadah mahdhah (ibadah khusus yang membutuhkan dalil) dan ghairu mahdhah (muamalah/kehidupan sosial manusia).

Ibadah mahdhah harus ada dalil khusus. Sementara muamalah, menurut pandangan Muhammadiyah, boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan syariat. 

Sungkeman dipandang sebagai tradisi adat dan bukan ibadah ritual. Karena itu hukumnya boleh atau mubah, selama tidak diyakini sebagai bagian dari ajaran wajib, tidak mengandung unsur kesyirikan, dan tidak menyerupai praktik yang bertentangan dengan tauhid.

“Jika sungkeman hanya bentuk takzim (penghormatan) dan permohonan maaf, maka tidak masalah,” imbuh Nurul. 

Muhammadiyah juga menilai sungkeman tidak boleh mengandung unsur kultus atau pengagungan berlebihan. “Muhammadiyah pada prinsipnya menerima budaya lokal selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunah,” tandasnya. 


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Kiprah

image-featured
6 Juli 2026

Kegagalan demi kegagalan berkompetisi karya ilmiah tak membuat Syaban Al Musyaffa Ibnu Ahmad berhenti menulis. Justru berbuah konten edukasi yang menginspirasi ribuan pengikutnya di Instagram.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
29 Juni 2026

Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.St.Ft., M.Kes. dikenal aktif meneliti proses pemulihan pasien pascastroke. Ia hadir menuntun pasien untuk segera pulih seperti sediakala.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.