Memadukan Suruhan dan Doksorubisin
Tantangan Pengujian Lanjutan

Setahun terakhir, Dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. apt. Febri Wulandari, S.Farm. aktif meneliti tumbuhan suruhan. Ia mencoba menggali manfaat ekstrak tumbuhan yang memiliki nama latin Peperomia pellucida itu untuk mengurangi efek samping obat kanker doksorubisin.

Doksorubisin adalah obat yang digunakan sebagai agen kemoterapi pasien kanker. Febri mengatakan obat ini dapat digunakan untuk pengobatan pasien kanker payudara, limfoma, kanker prostat, hingga kanker lambung.

Namun, obat ini memiliki efek samping yang cukup keras bagi tubuh. Febri menyebut beberapa efek samping doksorubisin meliputi mual dan muntah, diare, kehilangan selera makan, rambut rontok selama pengobatan, infeksi jamur pada kuku, sariawan, kerusakan jantung, hingga kerusakan ginjal.

Ia menguji ekstrak suruhan dan doksorubisin pada sel kanker payudara 4T1 dan sel normal. Sel 4T1 diperoleh dari tikus dan sel normal (Vero) diperoleh dari ginjal kera. “Sel Vero merepresentasikan sel normal yang sehat,” kata Febri saat ditemui di Laboratorium Biologi Farmasi UMS, Rabu (20/8/2025).

Riset yang dilakukan Febri menunjukkan ekstrak suruhan mampu mengurangi efek samping doksorubisin pada sel normal. Di saat bersamaan, doksorubisin tetap bekerja menekan perkembangan sel kanker. “(Ekstrak suruhan) Relatif lebih aman daripada doksorubisin,” imbuhnya.

Febri mengatakan penelitian manfaat suruhan untuk mengurangi efek samping doksorubisin terbilang minim. “Suruhan belum banyak diteliti dalam kanker,” ujarnya. Ia pun mengajak dua mahasiswa bimbingannya, yakni Rauhillah Nurul Azizah dan Yopi Amere Putri, untuk menggarap penelitian tersebut sebagai skripsi mereka. 

Namun, dua mahasiswa itu hanya menguji ekstrak suruhan dan doksorubisin pada sel kanker. Febri kemudian mengembangkan penelitian itu dengan mengujikan pada sel normal. Tujuannya untuk melihat apakah suruhan dapat melindungi sel normal dari efek samping doksorubisin. “Kita butuhnya obat itu mematikan sel kanker tanpa mempengaruhi sel normal,” tambah dia.


Dr. apt. Febri Wulandari, S.Farm. di Laboratorium Biologi Farmasi UMS. Humas UMS/Imam Safii

Baca Juga: Ramuan Sala untuk Sakit Gula

Memadukan Suruhan dan Doksorubisin

Suruhan adalah tumbuhan liar yang hidup di tempat lembab dan teduh. “Seperti got misalnya,” tutur dia. Tumbuhan ini berasal dari Benua Amerika dan menyebar ke Asia. 

Febri menyebut suruhan banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan herba. Cara pengolahan suruhan pun bermacam-macam. Antara lain meminum air rebusan suruhan, menjadikan suruhan sebagai lalapan, hingga menumbuk halus suruhan untuk dioleskan pada luka. 

Sejumlah catatan empiris, kata Febri, menunjukkan manfaat suruhan sebagai obat herbal. Mulai dari menyembuhkan luka, meredakan peradangan, hingga mengatasi sakit perut. Catatan empiris itulah yang mendorong Febri untuk menggali potensi suruhan untuk mengurangi efek samping doksorubisin. 

Febri mengaku tidak sulit menemukan suruhan di Pulau Jawa. Untuk penelitiannya, Febri menggunakan sampel suruhan yang diperoleh dari pekarangan rumahnya di kawasan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dirinya menjelaskan penelitian tersebut memakan waktu enam bulan. Pengujian dilakukan untuk menemukan konsentrasi yang tepat antara ekstrak suruhan dan doksorubisin. “Kita ingin tahu di konsentrasi berapa dia (suruhan) berpotensi (menurunkan efek samping doksorubisin),” imbuh peneliti kanker payudara itu. 

Tahap pertama adalah mengeringkan dan menghaluskan suruhan menjadi bubuk. Proses tersebut bertujuan untuk memperoleh hasil ekstraksi tumbuhan suruhan. Febri melakukan maserasi atau perendaman suruhan ke dalam etanol 96 persen selama 48 jam pada suhu ruang. 

Skrining fitokimia dilakukan untuk mendeteksi golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan. Ekstrak suruhan dan doksorubisin kemudian diuji pada sel kanker dan sel normal menggunakan 96 lubang pelat mikro. Febri melakukan percobaan lebih dari tiga kali replikasi untuk memastikan keakuratan hasil.

Hasilnya, konsentrasi paling ideal untuk suruhan sebesar 80 mikrogram per milimeter dan doksorubisin 0,4 mikrogram per milimeter. Febri menjelaskan konsentrasi ini paling ideal untuk mematikan 50 persen sel kanker yang digunakan selama percobaan. “Di satu sisi juga mengurangi efek samping doksorubisin pada sel normal,” kata dia.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam Tropical Journal of Natural Product Research pada Maret 2025 berjudul “Peperomia pellucida Extract Enhances the Cytotoxicity of Doxorubicin against 4T1 Breast Cancer Cells”. 


Tantangan Pengujian Lanjutan

Febri memandang penelitian terkait kanker membutuhkan kehati-hatian ekstra. Ia mengatakan paparan doksorubisin pada sel normal justru bersifat karsinogenik. “Kalau kita meneliti kultur sel, perlu peralatan khusus agar tidak terpapar zat karsinogen,” tutur Febri. 

Selain itu, uji aktivitas sel kanker juga membutuhkan penanganan khusus. Menurut Febri, sel kanker sangat sensitif terhadap bakteri, perubahan suhu, dan tingkat kelembapan. Kondisi iklim tropis di Indonesia dengan kelembapan tinggi dan kadar CO₂ yang fluktuatif membuat risiko kontaminasi semakin besar. 

Penelitian ekstrak suruhan pun harus melalui proses bertahap dan memakan waktu cukup lama. Satu ekstrak suruhan mengandung rata-rata 10 jenis senyawa. “Ke depannya, masing-masing senyawa harus diteliti terlebih dahulu. Tidak seperti doksorubisin yang hanya satu senyawa,” tambahnya. 

Febri berkata memilah satu jenis senyawa dalam ekstrak suruhan akan berpotensi memakan waktu yang cukup lama. Senyawa dalam suruhan harus benar-benar dipastikan tidak akan menimbulkan efek negatif pada organ tubuh. 

“Harapan kami, dari suruhan ini nantinya bisa diperoleh satu senyawa tunggal hasil isolasi. Itu memang tujuan akhirnya. Tetapi yang tidak kalah penting, ekstraknya pun bisa dimanfaatkan langsung sebagai terapi pendukung selama terbukti aman dan efektif,” ucapnya.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Desainer: Salsabila Kamila Wardah

Baca artikel penelitian
Lebih dekat dengan peneliti

Kiprah

image-featured
9 Mei 2026

Tulisan opini dan esai menjadi medium Farhan Abadie untuk mengeluarkan keresahannya. Meraih juara dan terbit di media massa nasional.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
7 Mei 2026

Seorang dokter tak hanya dituntut cermat mendiagnosis, tetapi juga piawai memahami pasien secara utuh. Itulah alasan Yusuf Alam Romadhon merintis Prodi Kedokteran Keluarga Layanan Primer di UMS.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
1 April 2026

Pengalaman Salsabila Khoirun Nisa terjun langsung ke masyarakat membentuk minatnya menjadi surveilans epidemiologi dan pencegahan penyakit berbasis data.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.