Sebagai upaya menekan angka perundungan di lingkungan sekolah, Asosiasi Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Program Profesi Guru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Peduli atau AMPU CARE menggelar pengabdian bertajuk “Optimalisasi Pencegahan dan Penindakan Perundungan atau Bullying di Lingkungan Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta”.
Koordinator pelaksana, Alfian Bagus Prihandhito S.Pd., mengatakan, “Mengingat tren perundungan di lingkungan pendidikan dalam setahun cenderung meningkat, membuat kami berinisiatif untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial pendidikan ini,” ujarnya, Minggu (4/8/2024).
Alfian menjelaskan, program ini harus melibatkan berbagai pihak mengingat kasus perundungan merupakan salah satu dari tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Itulah yang mendasari Alfian dan timnya mengajak SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Surakarta, untuk berkolaborasi.
“Bersama-sama berkomitmen dalam mencegah segala bentuk tindak perundungan di lingkungan pendidikan. Alhamdulillah pihak SMA PK Kottabarat sangat antusias dan turut terlibat dalam program kegiatan kami,” lanjutnya.
Baca juga: Karena Perundungan Harus Disudahi Sekarang
Program ini diwujudkan dalam beberapa bentuk kegiatan yang dilaksanakan siswa maupun guru SMA Muhammadiyah PK Kottabarat. Adapun untuk kegiatan guru dalam program tersebut meliputi focus group discussion (FGD) dan perumusan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penindakan Perundungan di SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.
Kegiatan FGD dan Perumusan SOP tersebut turut mengundang dosen PPKn UMS yang aktif di Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) UMS, Danang Tunjung Laksono, S.Pd., M.Pd., sebagai fasilitator forum.
“Kami mengundang Pak Danang sebagai fasilitator forum guru mengingat aktivitas beliau tidak hanya mengajar sebagai dosen, tapi juga aktif dalam pengkajian masalah dan perubahan sosial di PSBPS UMS,” ujarnya.
Sementara itu, para siswa diberikan sosialisasi tentang pemahaman dan dampak serta pentingnya mencegah tindak perundungan di lingkungan sekolah. Hal yang menarik dalam program ini, siswa dilibatkan dalam pencegahan tindak perundungan di lingkungan sekolah melalui kegiatan Student Voice.
“Yang membedakan kegiatan ini dari yang biasanya yakni kami mengajak siswa untuk bicara, mengungkapkan pandangannya dan membuat sebuah produk untuk merepresentasikan sikap mereka tentang tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Bahkan siswa kami libatkan dalam perumusan SOP yang diwakili oleh rekan-rekan Ikatan Pelajar Muhammadiyah,” Alfian menambahkan.
Kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan beberapa instansi, perusahaan, hingga UMKM dalam berbagai bentuk. Terlebih beberapa pihak tersebut juga menaruh perhatian pada isu perundungan.
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Upik Meirina S.Pd., menyambut antusias program kegiatan yang digagas mahasiswa PPKn PPG FKIP UMS. Menurutnya, program kegiatan ini penting untuk sekolah mengingat kasus perundungan merupakan masalah sosial yang perlu dicegah dan dilakukan dengan penanganan yang tidak biasa.
Upik juga menambahkan bahwa program kegiatan ini akan ditindaklanjuti oleh pihak internal sekolah. “Ini sangat penting bagi sekolah dan kami juga memiliki komitmen penuh untuk mencegah segala bentuk tindak perundungan di lingkungan SMA Muhammadiyah PK Kottabarat ini,” pungkasnya.
Penulis: Maysali
Editor: Gede
Sumber: News UMS
Teropong Jagat
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







