Penggambaran Kondisi Nyata Rumah Sakit
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tak hentinya meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di Indonesia. Salah satu fasilitas pembelajaran yang menjadi kebanggaan ialah Mini Hospital Program Studi Keperawatan yang telah beroperasi sejak 2016. Mini Hospital dirancang sebagai laboratorium penunjang berbasis simulasi, guna mempersiapkan mahasiswa Keperawatan UMS menghadapi tantangan dunia klinis dengan kecakapan yang mumpuni.
Kepala laboratorium Prodi Keperawatan UMS, Wachidah Yuniartika, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.K., menjelaskan Mini Hospital dibangun untuk menjawab kebutuhan akan fasilitas pembelajaran praktis yang mampu mencerminkan kondisi nyata di rumah sakit.

Mahasiswa Keperawatan UMS sedang melakukan praktik di Ruang Komunitas, Mini Hospital. Humas UMS/Imam Safi'i
“Mini Hospital ini bukan hanya menjadi tempat belajar, melainkan laboratorium bagi mahasiswa keperawatan untuk memahami dan menguasai situasi klinis rumah sakit yang begitu kompleks,” ungkap Wachidah, Selasa (17/12/2024) siang.
Dunia kesehatan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya kompleksitas kasus pasien. Kondisi ini menuntut tenaga kesehatan, khususnya perawat untuk memiliki keterampilan yang tak hanya berbasis teori. “Karena kemampuan praktik sangat penting bagi seorang perawat. Maka dibuatlah Mini Hospital untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik,” imbuhnya.
Fungsi dan Fasilitas

Kelengkapan fasilitas di beberapa ruangan yang ada dalam Mini Hospital. Humas UMS/Imam Safi'i
Mini Hospital UMS menawarkan berbagai ruangan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan simulasi klinis yang beragam. Setiap ruangan memiliki fungsi spesifik, di antaranya:
- Ruang Nurse Station
Ruang kerja laboran dan tempat administrasi semua kegiatan yang berkaitan dengan laboratorium, seperti proses peminjaman dan pengembalian alat.
- Ruang Medikal
Ruang yang digunakan untuk pembelajaran praktik keperawatan medikal bedah, yang meliputi keterampilan pemasangan EKG (elektrokardiogram), pemasangan dan perawatan kateter, pemberian oksigen, dan lain-lain.
- Ruang Bedah
Mahasiswa dapat menggunakan ruang ini untuk pembelajaran praktik keperawatan medikal bedah, di antaranya keterampilan perawatan luka bakar, perawatan gips dan traksi, perawatan kolostomi, dan lain-lain.
- Ruang Anak
Tempat simulasi perawatan pasien pediatrik, berfokus pada pendekatan yang holistik dan ramah anak.
- Ruang Komunitas
Ruang yang dirancang untuk simulasi layanan kesehatan berbasis masyarakat, seperti penyuluhan dan home care. Ruangan dilengkapi dengan meja dan kursi penyuluhan, poster edukasi, bed pasien, alat bantu jalan lansia (kruk), wastafel, dan alat lainnya.
- Ruang Maternitas
Mahasiswa dapat berlatih pembelajaran praktik keperawatan maternitas pada keterampilan intranatal, seperti menangani kasus kehamilan, proses persalinan, dan kegawatdaruratan obstetri.
- Ruang Jiwa
Ruang yang digunakan mahasiswa mempelajari simulasi perawatan pasien dengan gangguan kesehatan jiwa, yang meliputi keterampilan komunikasi terapeutik, restrain, terapi aktivitas kelompok, dan lain sebagainya.
- Ruang Kritis
Ruang untuk pembelajaran praktik keperawatan kritis. Mahasiswa dapat mengasah kecakapan pemasangan Endotracheal Tube (ETT), pemasangan infus dan syringe pump, pengisian lembar monitoring pasien, dan lainnya.
- Ruang Triase
Ruang yang digunakan untuk pembelajaran triase atau penentuan pasien prioritas berdasarkan tingkat kegawatdaruratan pasien. Mahasiswa dilatih untuk tanggap memberikan pengobatan dan perawatan semestinya dan tepat waktu sesuai kategori triase.
- Ruang Paliatif
Di ruang ini, mahasiswa dapat belajar perawatan paliatif, pendekatan yang dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga. Ruang paliatif juga dilengkapi dengan fasilitas memadai, seperti alat terapi komplementer untuk mengurangi nyeri pada pasien terminal.
- Laboratorium Keperawatan Herbal
Taman yang berisi berbagai tanaman herbal untuk kebutuhan pengobatan, seperti jahe, kunyit, daun kelor, hingga daun kumis kucing.
Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, UMS berharap kehadiran Mini Hospital dapat menguatkan sistem pembelajaran berbasis praktik. “Kami tentunya ingin memastikan bahwa lulusan kami dapat menjadi perawat yang profesional, kompeten, dan berintegritas,” tandas Wachidah.
Penulis: Genis Dwi Gustati
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







