Sebanyak 101 proposal penelitian dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) lolos pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026.

Perolehan tersebut berasal dari 80 proposal skema Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan 21 proposal skema Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK).

Capaian ini menempatkan UMS sebagai peringkat pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Secara nasional, angka tersebut juga mengukuhkan posisi UMS sebagai salah satu kampus dengan performa riset yang kompetitif dan progresif.

Deputi Riset, Inovasi, & Sentra Kekayaan Intelektual UMS Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D. menegaskan capaian ini merupakan refleksi arah pengembangan riset yang semakin berdampak.

“Kalau kami lihat komposisinya, 80 persen di riset dasar dan 20 persen sudah masuk hilirisasi. Ini menunjukkan bahwa kontribusi riset UMS sudah mulai diarahkan untuk memberi daya ungkit terhadap perkembangan industri,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan pembagian skema riset di UMS mengikuti tingkat kesiapan teknologi atau technology readiness level (TRL). Riset dasar dengan level 1-5 difasilitasi melalui DPPM, sementara riset hilirisasi pada level 6-9 dikelola melalui DHK.

Dalam konteks ini, 80 proposal masuk kategori riset dasar seperti penelitian dosen pemula, fundamental, hingga terapan. Sedangkan 21 proposal telah berada pada tahap hilirisasi yang siap diimplementasikan bersama industri.

Capaian pada skema hilirisasi dinilai strategis karena memiliki standar yang lebih tinggi, mulai dari kepemilikan paten hingga keterlibatan mitra industri. Hal ini menunjukkan kesiapan dosen UMS dalam menjembatani hasil riset akademik menuju pemanfaatan nyata di dunia usaha dan industri.

Rois menekankan arah kebijakan nasional saat ini mendorong riset berdampak yang tidak berhenti pada publikasi semata. Ia menyebut, transformasi tersebut sudah mulai terimplementasi di UMS melalui penguatan ekosistem riset berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.

Keberhasilan ini, katanya, mencerminkan efektivitas pembinaan internal dosen di UMS. Munculnya peneliti-peneliti muda dalam skema riset dasar menjadi indikator regenerasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian.

“Secara eksternal, ini membuktikan bahwa riset UMS sudah selaras dengan visi kementerian yang menekankan riset berdampak. Secara internal, ini juga menunjukkan bahwa pembinaan SDM riset kita berjalan dengan baik,” tegasnya.

Rois menegaskan UMS berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset yang berorientasi pada solusi nyata dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kontribusi akademik dalam pembangunan nasional berbasis riset dan inovasi.


Penulis: Alvian Rizki Prasetya

Editor: Fika Annisa’ Sholihah

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.