Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mendapatkan hibah workshop riset untuk Journal of Moral Education (JME). Dia adalah Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) UMS.
Tak hanya mendapat pendanaan riset, pria yang akrab disapa Obby itu berkesempatan mengikuti pelatihan dan konferensi. Kegiatan tersebut akan digelar di Tampere University, Finlandia, selama 10 hari pada 4-14 Agustus 2025 mendatang.
“Pelatihan ini merupakan pelatihan penulisan artikel jurnal internasional bereputasi Web of Science (WOS) and Scopus,” ujar Obby, Jumat (2/5/2025).
Journal of Moral Education (JME) merupakan jurnal internasional yang telah terindeks Q1 Scopus dan SSCI Web of Science. Jurnal ini menjadi forum diskusi interdisipliner analisis pendidikan dan pengembangan moral. Jurnal ini mendorong para peneliti untuk mengkaji skema dan topik penelitian berkaitan dengan moral, karakter, budaya, kewarganegaraan, guru, hingga siswa.
Mulanya, pria 35 tahun itu mengirimkan proposal hasil disertasinya yang membahas tentang pedagogi inovatif yang relatif baru di Indonesia. Disertasinya sendiri berjudul “Service Learning in Higher Indonesia Education Institution for Golden Indonesia 2045”.
Disertasinya ini adalah pedagogi service learning yang mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan teori dan konsep yang mereka pelajari di bangku kuliah kepada masyarakat. Pedagogi tersebut tidak berhenti saat pengabdian kepada masyarakat. Obby menyebut mahasiswa harus memperoleh manfaat dari pedagogi itu.

Obby Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd.
“Terutama kuncinya itu adalah peningkatan pemahaman dan penguasaan materi. Karena sesuatu kalau dipakaikan atau diimplementasikan akan lebih baik dibandingkan hanya mereka membaca ataupun mendengarkan ataupun menulis saja,” kata Obby.
Gagasannya tentang pedagogi menjadi upaya meningkatkan kualitas kegiatan kuliah kerja nyata (KKN), yang menurutnya kurang efektif. Kegiatan KKN cukup mirip dengan service learning. Sayangnya, KKN lebih menekankan aspek pengabdian masyarakat, seperti membuat ikon desa atau kegiatan yang tidak sesuai dengan latar belakangnya.
“Memang itu (KKN) positif ya, tapi kalau kita bandingkan dengan service learning, itu kurang begitu berdampak pada peningkatan pemahaman atau penguasaan teoritis mahasiswa,” tekannya.
Menurutnya manfaat pedagogi service learning dapat dirasakan mahasiswa dan masyarakat. Berbeda dengan pengabdian masyarakat yang penerima manfaat utamanya hanya masyarakat.
Obby melakukan penelitiannya dengan studi komparasi antara mahasiswa KKN UMS yang melakukan service learning, dengan mahasiswa KKN UMS tanpa service learning. Dari penelitiannya, service learning yang diintegrasikan dengan KKN bisa meningkatkan pemahaman peserta didik atau mahasiswa.
Baca Juga: Service Learning sebagai Katalis Pendidikan Berdampak
Karakter diri mahasiswa juga berkembang dengan merasakan empati dan simpati karena menjadi bagian dari masyarakat. Mahasiswa juga merasa lebih solid dengan teman satu kelompoknya, serta merasakan peningkatan kemampuan diri karena telah mengimplementasikan ilmunya.
Titik krusial KKN, kata Obby, terletak pada tahap pra-KKN. Pada tahap itu, mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi kondisi masyarakat setempat dan membuat perencanaan yang matang. Tahap tersebut penting untuk mencegah inefisiensi kinerja selama KKN berlangsung.
“Nah, dengan service learning, KKN ini ada structure service experience dari mulai pra (sebelum), during (saat), sampai post (setelah),” ungkap Obby.
Dosen muda UMS itu cukup aktif mengikuti berbagai penelitian dan mendapatkan hibah dana internasional senilai hingga 25 ribu dolar AS atau sekitar Rp400 juta. Hibah yang ia peroleh, antara lain berasal dari Kementerian Pendidikan Malaysia, Nippon Foundation, dan Tokyo Foundation.
Aktivitas yang dilakukan oleh dosen muda ini menjadi dukungan program internasionalisasi UMS, yang saat ini memiliki visi menjadi universitas Islam terbaik di dunia.
Penulis: Maysali Sudarwati
Editor: Fika Annisa Sholihah
Kiprah
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







