DSTI
// Selengkapnya
Harapan pada SDGs Center UMS

Vice Chairman of UNESCO Intergovernmental Hydrological Programme IX on Ecohydrology and Water Quality, Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc., mengatakan pendidikan sangat penting untuk memenuhi target ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan dalam acara “Sinergi Pendidikan Nasional dan SDGs Menuju Indonesia Emas 2045: Memperkuat Peran Institusi Pendidikan dalam Pengembangan Berkelanjutan”, Rabu (31/7/2024), di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). 

Salah satu upaya memenuhi target tersebut dengan menghadirkan pendidikan berkelanjutan. Ignasius mengatakan pendidikan berkelanjutan adalah suatu konsep pendidikan yang tidak terputus sejak jenjang pendidikan anak-anak, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga pendidikan tinggi. 

“Berkelanjutan itu maksudnya seperti nilai, sistem, lalu bagaimana ending dari sistem pendidikan itu mempersiapkan lulusannya untuk suatu saat bisa mandiri, bekerja, memberikan kontribusi,” jelas Iganisus. 

Untuk itu, Ignasius menekankan pemerintah menyediakan faktor pendukung, seperti menyediakan lapangan kerja bagi lulusan. “Setelah lulus itu so what gitu?” ujar dia. Perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan. Dia menekankan pentingnya mengevaluasi dan menata ulang pendidikan berkelanjutan di Indonesia. 

Namun, upaya menghadirkan pendidikan berkualitas masih terganjal tantangan. Salah satunya adalah perlu adanya upaya memberi pemahaman masyarakat dan pelajar tentang SDGs, terkhusus SDGs keempat, Pendidikan Berkualitas. 

“Belum meratanya pemahaman seluruh jenjang pendidikan di Indonesia terkait pentingnya SDGs khususnya seputar pendidikan,” jelas dia.

Indonesia juga tengah menghadapi masa transisi pemerintahan. Hal itu membuka peluang perubahan kebijakan pendidikan pada masa pemerintahan yang baru. Menurutnya, melalui forum diskusi dengan para guru dan dinas pendidikan, para pemangku kebijakan dapat memetakan kebijakan baru berdasarkan kondisi di lapangan. 

“Saatnya kita memberikan masukan baru untuk pemerintahan baru, seperti masalah ujian nasional, zonasi, dan lapangan kerja,” imbuhnya.

Ignasius menjelaskan konsolidasi hulu ke hilir dalam penerapan kurikulum di Indonesia harus dilakukan. Konsolidasi tersebut untuk melihat apakah sistem pendidikan di Indonesia sudah memenuhi kebutuhan dan tantangan zaman sekarang. “Kita harus berhasil menyusun sistem pendidikan yang sesuai dengan karakter bangsa kita yang berbudaya,” tuturnya.


Para peserta Bincang Keberlanjutan UMS. Humas/Imam Safii

Harapan pada SDGs Center UMS

Ignasius mengapresiasi hadirnya SDGs Center di UMS. Menurutnya, langkah UMS tersebut menunjukkan komitmen UMS pada pelaksanaan SDGs di Indonesia khususnya wilayah Solo Raya. 

“Saat ini ada sekitar 40-an perguruan tinggi yang mempunyai SDGs Center, dari sekitar empat ribuan perguruan tinggi di Indonesia,” kata Ignasius. “Tentunya ini bisa menjadi referensi perguruan tinggi lainnya.”

Terpisah, Ketua SDGs Center UMS, Rama Rizana, S.T., M.Sc., mengatakan kehadiran SDGs Center UMS bertujuan untuk mengakselerasi kontribusi UMS untuk mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). “Selain itu, pemeringkatan universitas yang berkaitan dengan keberlanjutan juga menjadi alat evaluasi dan perbaikan UMS ke depannya,” tuturnya. 

Acara Bincang Keberlanjutan UMS kemarin adalah agenda pertama setelah peresmian SDGs Center UMS di tanggal 21 Maret 2024. Peserta tidak hanya dari internal UMS, tetapi juga beberapa instansi pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, dan Kepala Sekolah SMA/SMK Muhammadiyah se-Solo Raya. Rama beralasan partisipan tersebut sesuai dengan tema yang diangkat, yakni "Memperkuat Peran Institusi Pendidikan dalam Pembangunan Berkelanjutan". 

“Bincang Keberlanjutan UMS bertujuan mengajak pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari perguruan tinggi, SMA/SMK Muhammadiyah, dan instansi pemerintah se-Solo Raya untuk berdiskusi tentang bagaimana memperkuat peran institusi pendidikan untuk mewujudkan SDGs,” pungkas Rama.


Penulis: Gede Arga Adrian

Editor: Al Habiib Josy Asheva

Penelitian

image-featured
23 Mei 2026

Waham magis-mistis menjadi salah satu gejala yang dapat muncul pada pasien skizofrenia. Perlu pendekatan komunikasi terapeutik untuk menggali masalah pada pasien dengan gangguan jiwa.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
image-featured
11 April 2026

Kandungan gizi MPASI berkaitan dengan keputusan ibu. Pemberdayaan perempuan dan dukungan sosial menjadi kunci gizi buah hati terpenuhi.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
6 Maret 2026

Penanganan bencana harus selaras dengan komunikasi bencana yang cepat, tepat, dan berempati pada korban. Mendukung pemulihan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

sdgs-label
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.