Belajar ilmu alam di perguruan tinggi tak lengkap rasanya tanpa praktik langsung di lapangan. Di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), salah satu jurusan yang aktif melakukan praktikum di luar kelas adalah Jurusan Pendidikan Biologi.
Di jurusan tersebut, mahasiswa tidak melulu belajar di dalam kelas, sebab prodi ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang berupa laboratorium. Salah satunya laboratorium rumah hijau atau Greenhouse.
Laboratorium yang terletak bersebelahan dengan Gedung C Kampus 1 UMS ini, menjadi sarana praktik mata kuliah yang berhubungan dengan botani, seperti Budidaya Tanaman, Fisiologi Tumbuhan, Kultur Jaringan, hingga Sistematika Phanerogamae.

Suasana bangunan Greenhouse. Cahaya dapat masuk ke area bangunan berkat atap berbahan fiber transparan. Humas UMS/Imam Safii
Greenhouse UMS ini terdiri atas dua bagian, yakni bangunan utama Greenhouse dan ruang praktik kebun. Kepala Laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi UMS, Lina Agustina, S.Pd., M.Pd., mengatakan kedua ruangan memiliki fungsi yang berbeda.
Bangunan Greenhouse lebih sering digunakan sebagai tempat penelitian mahasiswa dan dosen, seperti penelitian efektivitas penggunaan pupuk pada tanaman, hingga efektivitas penggunaan ekoenzim.
Beberapa jenis tanaman juga disimpan di dalam Greenhouse. Tanaman yang disimpan umumnya tidak membutuhkan intensitas cahaya terlalu banyak untuk tumbuh atau jenis tanaman yang digunakan untuk penelitian saja. Tanaman yang disimpan di dalam bangunan utama meliputi Sansevieria sp. atau lidah mertua, Aloe vera atau lidah buaya, Anthurium atau kuping gajah, dan Zamia curcas.

Tray penyemaian bibit tanaman di Greenhouse UMS. Humas UMS/Imam Safii
Sedangkan ruang praktik kebun digunakan menanam tumbuhan dengan mayoritas media tanam berupa tanah. Beraneka jenis tanaman meriung di muka bangunan utama, antara lain jambu air, mangga, belimbing wuluh, belimbing buah, kelengkeng, hingga kunyit. Tanaman di area kebun juga dimanfaatkan sebagai media praktikum morfologi tumbuhan.
“Enggak perlu cari di luar (tanaman), di sini juga sudah ada,” tutur Lina, Jumat (4/10/2024).
Greenhouse ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Mulai dari instalasi hidroponik dan vertiponik, tray semai bibit tumbuhan, hingga media tanam berupa campuran tanah dengan kompos.
Bangunan seluas 80 meter persegi ini memiliki atap berbahan fiber transparan, yang memungkinkan cahaya masuk dan menyinari tanaman yang ada. Namun, intensitas cahayanya tidak sebesar di area ruang praktik kebun.
“Kalau yang tertutup ini lebih ke melindungi tanaman dari hama atau tanaman yang tidak membutuhkan cahaya lebih banyak,” ujarnya.

Para mahasiswa tengah melakukan praktik di Greenhouse UMS. Humas UMS/Imam Safii
Mahasiswa semester tujuh Pendidikan Biologi UMS Daniar, (21), mengungkapkan kehadiran Greenhouse telah membantunya dalam mengerjakan sejumlah praktikum seperti pengaruh zat alelopati terhadap perkecambahan biji tanaman kacang hijau, praktikum pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman, hingga praktikum penyerbukan biji anggrek.
Dia berujar, Greenhouse sangat penting dalam menunjang kegiatan perkuliahan. Teori yang selama ini diajarkan di dalam kelas, dapat dipraktikkan langsung di dalam Greenhouse .
“Greenhouse juga menjadi sarana edukasi yang membawa dampak baik bagi lingkungan, misalnya sebagai tempat pembudidaya tanaman yang merupakan sumber oksigen sekaligus sarana penghijauan kampus,” ujar Daniar.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Kiprah
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







