Baru-baru ini, lembaga pemeringkatan Webometrics merilis daftar kampus terbaik di Indonesia. Dikutip dari laman resminya, Rabu (5/2/2025), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menjadi perguruan tinggi swasta terbaik se-Jawa Tengah, sekaligus menjadi top 10 perguruan tinggi swasta terbaik se-Indonesia.
Di kancah global, UMS berhasil menduduki peringkat 2.394 dari 31 ribu perguruan tinggi yang masuk ke dalam pemeringkatan Webometrics.
Webometrics adalah salah satu lembaga pemeringkatan independen terbesar di dunia. Lembaga tersebut melakukan penilaian dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, yakni visibilitas untuk menilai dampak konten laman web perguruan tinggi, transparansi peneliti yang paling banyak dikutip, dan keunggulan artikel penelitian yang paling banyak dikutip.
Adapun daftar 10 kampus swasta terbaik di Indonesia versi Webometrics meliputi:
- Telkom University (Tel-U): peringkat 1.163 dunia
- Universitas Bina Nusantara: peringkat 1.369 dunia
- Universitas Muhammadiyah Malang: peringkat 1.765 dunia
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta: peringkat 1.822 dunia
- Universitas Medan Area: peringkat 2.151 dunia
- Universitas Muhammadiyah Surakarta: peringkat 2.394 dunia
- Universitas Pelita Harapan: peringkat 2.653 dunia
- Universitas Kristen Satya Wacana: peringkat 2.831 dunia
- Universitas Katolik Parahyangan: peringkat 3.074 dunia
- Universitas Gunadarma: peringkat 3.078 dunia.
Kepala Biro Humas dan Pemeringkatan UMS, Gunawan Ariyanto, S.T., M.Comp.Sc, Ph.D., bersyukur atas capaian UMS dalam pemeringkatan Webometrics.
“Alhamdulillah, pemeringkatan UMS dalam Webometrics ini tumbuh organik,” ujar Gunawan, Rabu.
Menurutnya, penilaian indikator visibilitas tersebut didasarkan pada data dalam platform Majestic yang memetakan laman web di seluruh dunia. Indikator tersebut melihat masifnya tautan eksternal yang mengarah ke laman web ums.ac.id. Tautan tersebut umumnya berasal dari laman web lain yang memuat konten seputar UMS.
Dalam hal riset penelitian, Webometrics mengukur artikel publikasi ilmiah yang terindeks Scopus. Lembaga pemeringkatan itu juga menilai jumlah sitasi riset yang dilakukan peneliti UMS.
Dosen Teknik Informatika UMS itu menyebut keberhasilan sitasi tersebut tidak lepas dari peran perpustakaan dan jurnal yang diterbitkan UMS.
“Perpustakaan UMS juga banyak perannya, terutama dalam repository. Karena dari repository, banyak riset peneliti UMS yang disitasi peneliti lain,” imbuh dia.
Gunawan berharap UMS dapat lebih meningkatkan visibilitas konten maupun sebaran riset-riset yang dihasilkan peneliti UMS. Dia menekankan pentingnya pertumbuhan secara organik.
Lebih lanjut, Gunawan menekankan kepada civitas academica UMS untuk senantiasa meningkatkan kualitas riset terindeks Scopus.
“Kualitas (riset) jangan pernah turun. Standar minimumnya harus naik terus. Publikasi ilmiah di Perpustakaan UMS dan jurnal UMS juga harus terus berjalan,” pungkasnya.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Al Habiib Josy Asheva
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







