Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan peran strategisnya sebagai pelopor kolaborasi publikasi bereputasi nasional. Hal tersebut mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, di Gedung Induk Siti Walidah, UMS, Selasa (20/5/2025).
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum. menjelaskan kerja sama tersebut merupakan ajakan konkret bagi seluruh dosen untuk berkolaborasi dalam menghasilkan publikasi yang terindeks dan bereputasi.
“UMS tidak hanya mendorong, tapi juga mengajak semua dosen dari Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh untuk bersama-sama menulis dan mempublikasikan karya ilmiah secara kolaboratif,” ujar Harun.
Kolaborasi tersebut, kata Harun, sangat penting untuk meningkatkan reputasi akademik kedua institusi, khususnya dalam ranah publikasi internasional. Kerja sama tersebut sekaligus menunjukkan komitmen UMS sebagai garda terdepan dalam gerakan menulis dan menyebarkan ilmu pengetahuan.
“Kita ingin UMS berada di barisan terdepan sebagai penggerak perubahan, menjadi leader dalam kolaborasi publikasi yang bereputasi dan terindeks,” tegasnya.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, S.E., M.Hum. bersama perwakilan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh tengah menandatangani nota kesepahaman di Gedung Induk SIti Walidah UMS, Selasa (20/5/2025). Humas UMS/Luqman Hakim
Harun berkata langkah tersebut selaras dengan visi besar kampus, yaitu I’M UMS (Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainability). Menjadi penggerak dalam kolaborasi akademik, lanjutnya, merupakan upaya UMS mewujudkan pendidikan tinggi, yang bermutu sekaligus mencerahkan bagi ilmu pengetahuan.
Rektor UMS menekankan pentingnya membangun budaya akademik yang saling menguatkan antardosen lintas kampus. “Kita ajak semua berbuat baik lewat menulis. Ini bagian dari dakwah keilmuan. Kita jadikan publikasi sebagai medan amal jariah yang berefek luas,” katanya.
Sebagai kampus unggul yang berkomitmen pada keilmuan berkelanjutan, UMS tidak hanya menargetkan kuantitas publikasi, tetapi juga kualitas dan dampaknya terhadap masyarakat luas. Melalui pendekatan kolaboratif, UMS ingin memperkuat semangat kolektif di kalangan sivitas akademika Muhammadiyah.
“Publikasi bereputasi adalah jembatan untuk membawa pemikiran-pemikiran kita ke forum global. Kolaborasi ini harus dimaknai sebagai lompatan menuju reputasi internasional yang islami dan mencerahkan,” tutup Harun.
Penulis: Gede Arga Adrian
Editor: Fika Annisa Sholihah
Penelitian
UMS Newsletter
Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.







