Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menekankan reformasi tata kelola guru yang menjadi agenda Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna meningkatkan kesejahteraan guru. 

Hal tersebut ia sampaikan dalam kuliah umum Yudisium Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun Akademik 2024-2025 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (31/1/2026). 

“Kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berusaha bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan struktural di Indonesia, terutama pada regulasi undang-undang bidang pendidikan,” kata Fajar.

Baca Juga: UMS Luluskan 10.855 Guru Profesional Program PPG

Reformasi tata kelola guru merupakan agenda besar reformasi pendidikan nasional. Program tersebut, kata Fajar, sangat penting sebab Indonesia masih menghadapi masalah ketimpangan di bidang pendidikan. Kondisi itu menuntut keberpihakan pemerintah pada kebijakan yang menyejahterakan guru. 

Fajar, yang seorang lulusan UMS, menjelaskan Kemendikdasmen terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan struktural, khususnya yang berkaitan dengan regulasi dan perundang-undangan di bidang pendidikan.

Menurutnya, pembenahan regulasi tersebut memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan guru, terutama guru honorer yang selama ini masih menghadapi ketidakpastian.

Perbaikan ini turut menyasar pada tata kelola guru yang lebih adil. Fajar berharap perbaikan itu dapat mengatasi persoalan ketimpangan distribusi guru di berbagai daerah. “Salah satu fokus utama kami adalah mengatasi ketimpangan distribusi guru,” katanya.

Baca Juga: Bekal Fajar Riza Menuju Kabinet

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyinggung hasil riset Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan bahwa program sertifikasi guru selama ini belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan.

Meski demikian, ia menegaskan sertifikasi tetap menjadi instrumen penting dalam peningkatan kualitas pendidik. Kemendikdasmen, Fajar mengatakan, akan menargetkan seluruh guru aparatur sipil negara maupun tenaga kependidikan harus mengikuti sertifikasi.

Reformasi tata kelola guru membawa harapan agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan bermutu. Ia optimis kebijakan pendidikan yang dilakukan Kemendikdasmen dapat berdampak pada peserta didik dan kesejahteraan guru.

“Di seluruh daerah negeri ini, semua anak menginginkan guru-guru terbaik demi mutu pendidikan bangsa. Harapannya, semua anak merasakan guru-guru terbaik dan para guru mendapatkan kesejahteraan bagi kehidupannya,” tambahnya.

Di hadapan lulusan PPG UMS, Fajar tak lupa menyampaikan ucapan selamat. Ia berpesan kepada lulusan agar menjaga ruang pendidikan agar tetap aman bagi anak-anak. 

“Saya ucapkan selamat bagi bapak ibu yang hari ini disertifikasi guru melalui PPG. Mari selalu menjaga anak-anak kita dari kekerasan seksual, karena mereka adalah masa depan kita dan juga masa depan bangsa,” tutupnya.


Penulis: Kurnia Adi

Editor: Fika Annisa’ Sholihah

Teropong Jagat

image-featured
13 Juni 2026

Begadang jadi hobi mayoritas orang Indonesia. Penggunaan gawai diduga menjadi biang keladinya. Apa dampak begadang bagi tubuh manusia?

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
8 Juni 2026

Keberadaan kaum homoseksual di ruang publik menimbulkan keresahan masyarakat. Menambah risiko penyakit menular, termasuk HIV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya.

sdgs-label
sdgs-badge
image-featured
3 Juni 2026

Mikroplastik ditemukan di berbagai bentuk ekosistem di sekitar kita. Mulai dari tanah, tubuh organisme, hingga air hujan.

sdgs-label
sdgs-badge
sdgs-badge
sdgs-badge

UMS Newsletter

Tak ada yang lebih spesial dari membaca berita pilihan redaksi hanya untukmu.
Langganan gratis UMS Newsletter sekarang.

Baca sajian tulisan berkualitas dalam rubrik unggulan ums.ac.id

icon

Penelitian

Artikel ilmiah populer dari penelitian dosen UMS.

icon

Teropong Jagat

Artikel mendalam dilengkapi infografik.

icon

Kiprah

Biografi dosen dan mahasiswa berprestasi di UMS.

icon

Cerita Alumni

Cerita alumni UMS dalam meniti kariernya.